Exa perlahan membuka matanya yang terasa begitu berat,saat ia mencoba mengangkat tangannya sangat terasa sakit, begitu juga seluruh badannya yang terasa sakit,apalagi dari bagian panggulnya sampai kaki.
'Apa ini sialan!'
Perasaan exa sudah tidak enak,ia merasakan takut yang sudah sangat lama tidak ia temukan lagi,ketakutan exa semakin terasa saat merasakan di bagian intimnya yang begitu sakit,bahkan dua tempat.
'I..ini...semoga salah.'
Begitu matanya terbuka,yang pertama exa lihat adalah atap putih yang terkena sedikit cahaya dari sisi,lampu di atasnya rusak,bau yang sangat tidak mengenakkan mengganggu hidungnya. Dari ujung matanya exa melihat satu brankar yang berantakan,meja yang tidak beraturan,kaca yang pecah,lampu meja yang menyala dengan posisi miring ke atas,ada obat-obat berceceran di meja.
'Sa-!'
Baru exa akan memanggil kekasihnya, sesuatu menghantam kepala exa,ia merasa kepalanya akan pecah,dahi dan belakang kepalanya serasa ditusuk berkali-kali. Ada gambar-gambar tidak jelas dan tidak lengkap yang terlihat,saat matanya ditutup gambar-gambar itu begitu jelas dilihatnya, kepala exa semakin sakit sampai membuat hidungnya mengeluarkan darah,exa mencengkram rambutnya sendiri dengan kencang.
"Argggggh.."
Desisan keluar dari bibir exa,rasa sakit di kepalanya mengalahkan rasa sakit dan lemas di seluruh tubuhnya.
"Ayang!"
Rai muncul di sisi brankar exa,mencoba menahan tangan exa agar tidak menarik rambutnya,rai bisa melihat air mata yang jatuh dari ujung mata exa,nafasnya begitu kasar.
"Aarrggggggh! Sialan!"
"BIADAB!!!! AAARRRRRGGGGGGGG!"
Bisa di dengar rai suara kepakkan burung yang menjauh di luar tembok ini,air mata exa semakin deras turun,rai menarik kekasihnya kedalam pelukan,memaksa exa berhenti memukuli kepalanya sendiri.
"Ayank,tenang! Ayank,ayank ada aku disini"
"Ssshhhhtt...sialan sialan sialan! Harusnya lo lawan BODOH! Aarggggg!"
Gambar-gambar kenangan itu terus terputar sampai 3x baru berhenti,setelahnya exa menangis histeris,memukul-mukul badannya dengan keras,paha,perut,pinggul, semua ia pukuli diiringi dengan geraman kebencian yang begitu terasa. Aura membunuh exa menguar,aura membunuh yang kental itu sampai membuat burung di balik tembok berteriak dan menjauh,rai sedikit terganggu walaupun tidak mempengaruhinya.
"Ayank,tenang ayank,ini aku...sssst.."
Rai memeluk kekasihnya dengan erat,exa berteriak histeris atas apa yang terjadi padanya,atau bisa di bilang tubuh yang saat ini ia tempati.
"Ssssstt..."
Cup Cup Cup
Rai menenangkan exa,mengucapkan kata-kata menenangkan,berkali-kali mengecup kepala dan dahinya,sampai akhirnya exa tenang dan jatuh pingsan. Rai mengeluarkan tempat tidur angin,bantal, selimut,lampu,dan penghangat untuk kekasihnya,ia meminta dua pelayan untuk menyiapkannya di lantai dengan cepat,rai memindahkan tubuh lemah exa ke kasur angin,menyelimuti tubuh kurus dan lemahnya,meletakkan lampu dan penghangat di dekat kasur.
"Kalian berempat periksa di luar ruangan ini,jangan terlalu jauh. Jika ada ruangan di sebelah ruangan ini,periksa dan pastikan tidak ada orang atau apapun itu."
"Baik tuan rai!"
"Pergi"
2 pelayan dan 2 bawahan langsung keluar dari ruangan itu untuk melaksanakan tugas yang di berikan rai,rai menatap exa yang tidur dengan gelisah,air matanya masih keluar dari ujung matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJALANAN ARIEXA MENJELAJAHI BERBAGAI DUNIA.
AdventureCerita ini murni atas imajinasi penulis,mohon maaf apabila tidak sesuai dengan selera pembaca🙏🏻 saya menulis atas kesenangan saya,bukan memenuhi keinginan orang. Jika ada tulisan yang sama,mohon bantu di tegur,karna saya menulis dengan pemikiran s...
