[Ayank? Ada apa? Aku merasakan perasaan rindu yang begitu dalam dari kamu]
‘Perasaan rindu? Kamu tidak salah merasakannya sayang?’
[Tidak ayank,aku yakin ini adalah perasaan rindu mu yang begitu dalam. Kamu tidak ingin berbagi?]
‘Tidak seperti itu sayang,aku hanya..takut membuat mu terluka atau merasa aku terlalu memikirkan orang lain,padahal ada kamu dan yang lainnya disini bersama ku saat ini.’
[Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu ayank? Jika ini tentang rion,aku dan saudara yang lainnya sudah tau,kami mengerti seperti apa perasaan mu padanya,ayank tidak perlu menyimpan perasaan ayank hanya karna takut melukai perasaan kami.]
Rai merasakan kegelisahan exa,merasakan perasaan bersalah dari kekasihnya, keterdiaman exa membuat rai yakin kalau exa sudah menyimpan perasaan rindunya begitu lama dan dalam sehingga ia baru bisa merasakannya sekarang.
[Ayank,rion juga saudara ku,saudara kami yang juga sama-sama orang yang kamu sayangi. Kami keluarga,aku dan yang lainnya sudah menganggap rion keluarga kami,hanya saja kami memang belum di pertemukan. Kami selalu menunggu saat waktunya bertemu rion,kami menantikannya dengan tidak sabar,begitu tidak sabar padahal kami belum pernah bertemu dengannya secara langsung.]
[Kamu sudah bertemu rion,berkomunikasi dengannya,pernah menyentuhnya, mencium baunya,merasakan kehadirannnya,dan merasakan perhatian dan cintanya. Kamu yang lebih menantikannya dibanding kami,kami mengerti itu,aku dan yang lainnya selalu bertanya-tanya apa kamu tidak merindukan rion,karna selama di dunia alas kamu tidak menanyakan ataupun menyinggungnya lagi secara sengaja atau tidak sengaja sampai hari ini.]
Exa tetap diam,ia menyeruput kopi pahit panasnya,mengecap rasa pahit yang sedikit terasa kali ini. Mungkin karna ucapan rai mempengaruhi indra pengecapnya yang merasakan rasa pahit,karna untuk beberapa waktu ini exa selalu mengkonsumsi kopi pahit dan ia tidak merasakan kepahitan itu.
‘Aku menggantungkan status tidak jelas pada laki-laki yang telah melahirkan anak-anak ku,ketika aku merindukan rion saat aku sedang bersamanya,rasa bersalah ku begitu nyata. Aku menyakiti xavier tanpa sadar,tapi aku begitu sulit untuk membuka hati dengan lebar sebelum aku bertemu rion kembali.’
‘Aku merindukannya,sangat merindukannya, tapi rasa rindu ku ini membuat ku takut menyakiti kalian.’
[Ayank,dengar. Xavier tidak pernah keberatan dengan satatusnya untuk saat ini, bahkan dalam fikirannya tidak pernah ada hal seperti itu,ia hanya senang kamu bersamanya,menjaganya dan anak-anak, mencintainya dan anak kalian. Rion saudara kami,ketika kamu merindukannya saat bersama salah satu dari kami,kami akan mengerti ayank. Tolong jangan menyiksa diri mu sendiri ayank,berbagilah dengan kami mengenai perasaan mu,jika memang kamu akan menyakiti akan aku ingatkan, kamu punya aku ayank.]
Rasa rindu semakin rai rasakan,begitu pekat dan keluar dengan derasnya seperti aliran air yang bocor kecil.
[Ayank mau melihat rion? Kita bisa melihatnya secara live sekarang]
Exa mengambil nafas berat yang mencekiknya dengan dalam,semakin dalam sampai ia merasa paru-parunya sudah terisi cukup udara.
‘Tolong…’
[Tentu ayank]
Rai merasakan sesuatu yang lain dari perasaannya,sesuatu yang menyakitkan ketika suara fikiran exa bahkan begitu tercekat,seperti membutuhkan energi yang begitu besar hanya untuk mengatakan hal itu.
Layar hologram muncul di hadapan exa,ada rion yang kurus langsung terlihat di mata exa,rion yang begitu tua untuk usianya, begitu kurus untuk rion yang berisi dulu. Kulitnya pucat,bibirnya pecah-pecah kering, rambutnya sedikit berantakan,kulitnya memang tidak sebagus saat exa terakhir bertemu tapi terlihat masih di rawat.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJALANAN ARIEXA MENJELAJAHI BERBAGAI DUNIA.
PrzygodoweCerita ini murni atas imajinasi penulis,mohon maaf apabila tidak sesuai dengan selera pembaca🙏🏻 saya menulis atas kesenangan saya,bukan memenuhi keinginan orang. Jika ada tulisan yang sama,mohon bantu di tegur,karna saya menulis dengan pemikiran s...
