“Bar,balap sama gua?”
Orang-orang di dekat xavier dan exa langsung menatap keduanya.
“Ngasih apa lo?”
“Lo udah kaya,masih nyari taruhan?”
“Harta bakal pergi kapan aja,selagi ada yang bisa gua terima kenapa ngga?”
Xavier sedikit tersenyum mendengar exa.
“Ka bar,kaya. Tapi apart aja ga punya, huu! Giliran gua mau main ke rumahnya,ga dapat alamat”
Garry yang duduk di motornya meledek exa,memang sering ia meminta exa mengajaknya bermain ke rumahnya,tapi exa tolak.
“Lo ke rumah paling numpang tidur, dek”
Exa mengeluarkan rokok dari kantong celananya,menyalakannya dan menghisapnya dalam-dalam.
Sedangkan garry terdiam kaku, matanya melotot kaget,beberapa saat senyum lebar terbit. Tapi saat melihat sekitar,exa sudah tidak ada,melihat kebelakang ternyata exa sudah duduk di tribun yang sepi,ada xavier mengikuti.
“KA BAR!”
Teman-teman garry terperanjat saat garry tiba-tiba berteriak.
“Sialan!”
“Kenapa sih lo? Jantung gua hampir berhenti”
“Hehehe sorry guys,kalian duluan aja. Gua mau ke ka bar dulu”
Garry langsung berlari menyusul exa.
“Ngapain lo kesini?”
Exa bertanya pada xavier yang duduk di sisi kanannya,ia mendengar garry meneriakinya.
“Gua kasih lo apart kalau lo menang”
“Kalah?”
“.…temenin gua seharian”
Xavier sempat terdiam untuk mengetahui maksud pertanyaan exa.
“Gua sibuk.”
“Hari minggu lo ga mungkin sibuk juga kan?”
“Tergantung”
“Bisa berarti,gimana? Deal?”
Saat itu garry sudah sampai di depan keduanya,ia sedikit terengah-engah karna berlari menaiki teribun paling atas.
“Ka bar,apaan nih deal deal?”
“Ngajak taruhan”
“Ohhh…oh iya!! Ka bar”
Garry langsung duduk di sisi kiri exa, ia menghadap exa dengan serius,tapi senyumnya bahkan tidak luntur.
“Kenapa lo? Kerasukan?”
Detik itu juga garry merengkutkan hidungnya.
“Ga. Gua mau denger lagi yang tadi dong ka”
“Apaan?”
“Yang tadi”
“Tadi gua ngapain emangnya?”
“Ish! Ka bar jangan pura-pura lupa deh”
Exa tersenyum gemas,ia mengusak rambut garry yang berantakan akibat berlari.
“Sehari sekali,gaada kedua. Tunggu besok aja kalau gua ga lupa”
“Apa?!! Cuman manggil doang,ada batasannya??”
“Panggilan tapi bikin lo seneng sampai lari nyusulin dia kesini?”
Xavier yang di acuhkan langsung membuka suaranya.
Di kejauhan elond memandang ketiga orang itu dengan kesal,apalagi saat exa mengusak rambut garry,matanya berkilat cemburu.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJALANAN ARIEXA MENJELAJAHI BERBAGAI DUNIA.
AvventuraCerita ini murni atas imajinasi penulis,mohon maaf apabila tidak sesuai dengan selera pembaca🙏🏻 saya menulis atas kesenangan saya,bukan memenuhi keinginan orang. Jika ada tulisan yang sama,mohon bantu di tegur,karna saya menulis dengan pemikiran s...
