“Kakak,ed ingin buang air”
Exa menoleh pada edwin yang sedang menatapnya,ia memegang bagian selatannya seperti menahan kencing.
“Ayo”
“Mm”
Edwin turun dari sofa,ia berjalan dengan memegang tangan elius,keduanya berajalan masuk ke toilet yang ada di dalam kamar elius. Exa memastikan edwin bisa kencing sendiri dahulu baru ia menjauh untuk memberi adiknya itu privasi,exa menunggu di ambang pintu.
“Kakak,tolong angkat,ed tidak sampai”
“Sudah?”
“Sudah kak”
Exa berbalik,ternyata edwin sudah berdiri di depan wastafel,ia berjalan mendekat kemudian mengangkat tubuh kecil edwin. Membiarkan edwin mencuci tangannya dengan bersih,lalu mereka berjalan keluar dengan edwin yang di gendong,anak itu terlihat sudah mengantuk.
“Kakak,teman kakak lama”
“Sepertinya dia memiliki beberapa urusan sebelum datang,jika adik sudah mengantuk tidur saja. Teman kakak akan menginap,jadi adik bisa bertemu dengannya besok pagi.”
“Tapi ed ingin menyambutnya,tapi ed mengantuk..”
“Ti-”
Titt Titt Titt
Suara kunci pintu dibuka membuat keduanya menoleh kearah pintu,saat pintu dibuka tampaklah seseorang yang berjalan masuk dengan banyak jinjingan.
“El?”
“Nah,datang kan”
“Yeay! Ayo kak”
“Ayo”
Edwin terlihat antusias,ia berjalan bersisihan dengan kakaknya,belum sampai di pintu orang itu ternyata sudah berjalan masuk kedalam.
“El?”
“Hey. Biarkan seseorang mengatakan sesuatu dulu.”
Exa memberi kode pada edwin yang langsung mengangguk,anak itu menatap daffyn di depan mereka.
“Halo kaka,selamat datang di tempat kami.”
“Hay,terimakasih sambutannya adik kecil. Maaf kakak terlambat datangnya dari waktu yang kakak janjikan,ya?”
“Tidak apa kak,kakak bilang mungkin kakak memiliki urusan lain sebelum kesini.”
Edwin mendongak,menatap exa,exa menganggukkan kepalanya sekali dengan senyum bangganya pada sang adik.
“Right,kakak tadi mampir untuk membelikan mu oleh-oleh adik kecil. Here”
Daffyn mengulurkan tangannya dan memperlihatkan banyaknya tas belanjaan berukuran besar,ia tersenyum pada edwin,tapi edwin menatap kakaknya.
“Teman kakak memberikan hadiah pertemuan pertama pada adik,tidak apa untuk menerimanya. Don’t forget to say thank you”
“Terimakasih kakak”
“Terimakasih kembali”
Edwin kembali menatap daffyn,ia tersenyum,menerima pemberian daffyn dengan baik dan mengucapkan terimakasih. Exa yang mengambil alih tas-tas belanjaan berukuran besar itu,tidak mungkin ia membiarkan adiknya yang membawa tas itu.
“Ayo masuk,kamu pasti lelah.”
“Ya,ayo kak,kakak pasti lelah mencari hadiah untuk ku”
Edwin berjalan lebih dulu kedalam,exa dan daffyn menyusul di belakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJALANAN ARIEXA MENJELAJAHI BERBAGAI DUNIA.
AventuraCerita ini murni atas imajinasi penulis,mohon maaf apabila tidak sesuai dengan selera pembaca🙏🏻 saya menulis atas kesenangan saya,bukan memenuhi keinginan orang. Jika ada tulisan yang sama,mohon bantu di tegur,karna saya menulis dengan pemikiran s...
