"Baby?"
"Sayang!"
Zihan yang sedang duduk di sofa kamarnya langsung berdiri,menoleh ke pintu dimana exa berdiri.
"Boleh aku masuk?"
"Boleh,sayang masuk aja"
Exa melangkah masuk,menutup dan mengunci pintunya,ia berjalan kearah dimana zihan berdiri menunggunya. Begitu sampai di hadapan zihan,zihan langsung memeluknya,satu tangan exa melingkar di pinggang ramping zihan.
"Aku merindukan mu"
"Benarkah?"
Zihan langsung menarik kepalanya tanpa melepas pelukan,menatap exa dengan mata tegasnya.
"Ya! Aku merindukan mu. Sangat merindukan kamu,sayang!"
Exa tersenyum mendengar iblis kecilnya yang kesal,tangannya menarik zihan lebih dekat dan menempel padanya.
Cup Cup Cup
Zihan menutup matanya begitu exa mencium keningnya,mata,pipi,hidung,lalu bibirnya. Exa tidak hanya memberi kecupan tapi mulai melumat bibirnya,mengajak zihan dalam france kiss,berbagi rasa lewat lidah masing-masing,tidak ada bau roko atau rasa asing dari mulut exa yang dirasakan zihan.
Clak
Exa melepas ciumannya begitu zihan meremas pundaknya,menempelkan dahi dengan zihan,menatap bibir zihan yang merah,basah,sedikit bengkak.
"Kamu merindukan ku.."
Suara serak exa menusuk masuk ke pendengaran zihan tepat di samping kupingnya,ia merasakan basah saat bibir exa mencium cuping kupingnya.
Cup
"Atau merindukan sentuhan ku.."
Cup
Pundak zihan di ciumi exa,lidah exa menjilat permukaan kulit hangat bahu zihan yang terekspos,menciumnya lagi,di jilat, kemudian exa mulai menghisapnya.
"Enghh!"
Lenguhan lolos dari zihan saat exa menghisap kulit bahunya dengan kencang, ia yakin akan ada tanda di bahunya.
"Yang mana yang benar?"
Mata zihan bertemu dengan mata exa lagi, wajahnya merah,nafasnya sedikit lebih cepat.
"K-keduanya..."
Senyum exa lagi-lagi muncul,mengangkat zihan dalam gendongannya,ia duduk di atas sofa dengan zihan yang di tempatkan di pangkuannya dengan posisi menyamping.
"Maafkan aku tidak menyentuhmu lebih lagi setelah kita pertama kali berhubungan, baby."
Zihan menganggukkan kepalanya,tangannya pindah di pinggang exa untuk memeluknya.
"Tidak apa-apa sayang,mungkin kamu masih belum percaya pada iblis seperti ku.."
Cup
"Nnnh!"
Exa menjauhkan wajahnya setelah memberi gigitan kecil di bibir bawah zihan, menatapnya dengan datar.
"Jangan menyebut dirimu seperti itu."
"Tapi itu kebenarannya sayang"
"Tapi kamu mengatakannya dengan maksud mencela dirimu sendiri. Aku tidak suka."
Satu tangan exa naik,membelai sebelah pipi zihan dengan lembut,mengusap luka yang di sebabkannya tadi.
"Kamu baby ku,baby yang manis dan baik.. jangan melihat dirimu rendah seperti tadi lagi,baby."
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJALANAN ARIEXA MENJELAJAHI BERBAGAI DUNIA.
AdventureCerita ini murni atas imajinasi penulis,mohon maaf apabila tidak sesuai dengan selera pembaca🙏🏻 saya menulis atas kesenangan saya,bukan memenuhi keinginan orang. Jika ada tulisan yang sama,mohon bantu di tegur,karna saya menulis dengan pemikiran s...
