Dunia Zelvelus XVI 🔞

1.8K 85 17
                                        

Daffyn diam di dalam mobilnya,menatap ke depan dengan tatapan tajam datarnya.

"Kenapa ada orang disini?"

Ia bertanya-tanya sejak tadi,tujuannya datang ke dermaga tidak terpakai ini untuk menenangkan dirinya,karna ini adalah tempat biasa ia mengeluarkan semua emosinya yang tidak di lihat orang lain termasuk orang tuanya.

Lalu matanya kembali melirik motor yang terasa familiar di matanya,dan akhirnya tau siapa pemilik motor itu.

"Untuk apa el disini?"

Tubuhnya tiba-tiba menegang,ia melihat elius yang siap loncat dari atas pembatas. Daffyn segera keluar dari mobilnya dengan tergesa,berlari ke arah elius yang benar-benar melompat.

"EL!!!"

Daffyn sampai di pinggiran pembatas, melihat kebawah sana dengan senter dari ponselnya,air laut yang sedang bergelombang beriak dengan kuat.

"EL?! EL!"

"Sialan. Kenapa harus terjadi di depan mata ku!"

Walaupun bergerutu tapi daffyn bergerak membuka sepatunya dan bersiap terjun kebawah sana,tapi dengan samar ia mendengar suara seseorang.

"Sssstt...tenang. Aku tidak akan menyakiti mu."

'Itu suara el bukan?'

Daffyn memeriksa sekelilingnya,dan akhirnya ia bisa melihat elius yang sedang berenang,ada sesuatu yang sangat besar terlihat dari atas di hadapan elius. Mata daffyn menyipit,takut itu adalah sesuatu yang berbahaya dan elius tidak mengetahuinya,tapi ia sepertinya melihat tangan elius terulur pada sesuatu itu.

Sementara exa di bawah sana sedang berhadapan dengan paus pari yang sedang terluka,di kepalanya ia sedang berdebat dengan sang kekasih.

[Ayank naik! Ini sudah lewat tengah malam,dan kamu malah terjun langsung ke air laut dingin itu!]

'Sebentar sayang,aku ingin menolongnya dulu'

[Aku bisa.]

'Aku ingin melakukanya sendiri'

Rai benar-benar tidak bisa melawan kekeras kepalaan exa,ia hanya bisa menjaga tubuh exa dari rasa dingin,memastikan tidak ada bahaya yang mengintai kekasihnya.

Exa mendongakkan kepalanya,menatap dimana daffyn berdiri dengan senter yang masih mengarah padanya.

"Siapapun kau. Apa kau punya senter kecil?" teriak exa.

"...hanya senter ponsel!"

"Ck."

Exa kembali menoleh pada paus di hadapannya yang masih panik,tangannya bergerak mengelus kepala paus besar itu dengan teratur,ingin menenangkannya.

'Bar,gunakan aura naga ku untuk menenangkannya. Paus ini mengalami trauma yang sangat parah,aku akan membantu mengobati sedikit jiwanya'

Suara long hu masuk ke pendengaran exa,ia membiarkan long hu membantunya menenangkan si hewan raksasa di hadapannya.

"Aku akan mencari di mobil ku! Tunggu."

"Ya!"

Tak lama daffyn kembali,ia ingin melemparkan senternya,tapi berfikir pasti elius kesulitan jika sendiri jadi ia melompat turun.

"Kenapa kau malah melompat ke dalam? Tidak bisakah kau melemparkannya saja?"

"Akan aku bantu."

Exa mengangkat bahunya acuh,ia merasakan si paus sudah mulai tenang, hanya bergerak gelisah sebentar saat daffyn melompat tadi,tapi kembali tenang.

PERJALANAN ARIEXA MENJELAJAHI BERBAGAI DUNIA.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang