Chapter 83

578 79 10
                                        


"Oi, setengah sendok untuk anak-anak dan satu sendok penuh untuk orang dewasa. Kau baru saja memberinya dua sendok penuh!, apa kau berniat membunuhnya?!." Yuichi berteriak dengan panik.

Sebaliknya, Yama tidak terlihat khawatir sama sekali. Malahan, dia ingin membuktikan sesuatu yang mengganggunya.

"Diamlah, kau akan mengganggu penghuni kamar sebelah."

"Keparat, apa kau bahkan mendengarkan ku?!." Yuichi tiba-tiba menjadi frustasi. Dia menatap anak kecil yang masih belum bereaksi setelah di cekoki  obat dua kali dosis orang dewasa.

Andi masih tidak membuka matanya entah dia pingsan karena sekarat atau obatnya tidak bekerja sama sekali.

Yuichi menghela nafas dengan kasihan. "Aku pikir kau menyayangi anak ini."

Yama hanya menggeleng. "Obat ini tidak akan mempengaruhinya sama sekali."

"Apa?." Yuichi menatapnya dengan bingung.

Yama tidak menjawab pertanyaannya. Tangannya hanya menggenggam tangan kecil Andi yang pucat dan mulai menggunakan quirknya.

Dia tidak tahu apa yang salah. Tapi, sejak Yama menemukannya lagi sesuatu terasa berbeda. Entah itu sikapnya, makanan favoritnya, perilaku dan kepribadiannya. Semuanya terasa seperti tidak pada tempatnya semula.

Awalnya Yama berpikir jika hal ini karena Yuu telah kehilangan ingatannya lagi. Tapi kemudian, tidak peduli seberapa banyak Yama memperhatikannya dengan baik. Semua hal itu tidak berubah sama sekali tidak peduli berapa lamanya dia menunggu.

Yuu yang dulu dia kenal mungkin tidak akan lagi kembali seperti dulu yang dia tahu.

Apa yang salah?, apa yang berbeda?. Perhatian Yama kemudian beralih ke kucing kecil yang tetap terus di bawa anak itu. Apa karena makhluk kecil ini?.

Tapi bahkan setelah Yama bisa mengusirnya menjauh, keadaan tidak membaik sama sekali.

Tetap, sama sekali tidak berubah. Tapi kenapa?. Dia tidak menyukai perasaan sesuatu yang perlahan menghilang dari genggaman telapak tangannya.

Yama sama sekali tidak punya pilihan selain terus menggunakan quirknya pada Yuu dan berharap bisa mengembalikan anak kecil yang dia inginkan dulu.

Tidak, dia sama sekali tidak ingin Yuu yang sekarang. Yang dia inginkan hanyalah Yuu, anak kecil yang dia tahu.

"Oi bocah kecil, apa kau masih hidup?."

"Jangan mengais makanan di tempat sampah ini. Cobalah cari di tempat sampah sana."

"Baiklah kalau begitu kau bisa ikut denganku,"

"Terima kasih semuanya telah mendengarkan lagu-lagu kami!."

"Kenyang?, itu hanya sekotak susu lho?."

"Jika itu bukan ingatan yang baik, maka lupakan. Kau tidak perlu mengingatnya jika itu hanya membebani pikiranmu."

"Tidak, jika aku menanyakannya itu hanya akan membuatmu tidak nyaman bukan?. Bukankah kau bilang itu mimpi buruk?."

"Menceritakannya padaku hanya akan membuatmu mengingat kenangan buruk itu. Lupakan, lupakan saja ingatan itu. Kau tidak perlu menceritakannya padaku."

Andi terbangun dengan perasaan dingin. Ingatan apa?, kenangan apa yang harus dia lupakan?. Dan juga, suara siapa yang telah mengatakan kalimat itu dalam mimpinya semalam?.

Seperti kabut pagi, mimpi selalu saja pergi menghilang setelah cahaya matahari bersinar.

Andi merasakan tangannya di genggam. Ternyata ada Yama yang tertidur dengan posisi membungkuk di kursi. Tangan orang itu tanpa sadar terus mengirimkan suhu hangat dari genggamannya.

Kesasar (MHA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang