Hola setelah bertahun-tahun kalian udah pada lulus sekolah belum ini? ( ╹▽╹ ) Kepo ajah:-D
***
Getaran seperti gempa kecil mengguncang area sekitar setelah ledakan. Asap mengepul cepat ke langit. Perhatian banyak orang kini terfokus pada titik putih di langit.
"Haha apa itu?." Para villain mulai menyeringai pada kekacauan yang terjadi.
"Entahlah, tapi ini akan jadi kesempatan yang bagus!."
"Oi..., orang gila mana yang mulai menyalakan kembang api saat pesta masih berlangsung?!." Penjahat-penjahat itu tidak membuang waktu. Mereka tertawa dan dengan gembira bergabung untuk memeriahkan kekacauan. Hampir membuat situasi unggul pro hero terbalik dalam sekejap mata.
"Jangan kira ini kesempatan kalian!." Para Hero tak mau kalah, puluhan pro Hero menyerang balik. Tidak membiarkan villain membalikkan situasi.
"ORRAA....!!!."
Pertempuran sekali lagi memanas.
"Hawks..!" Dalam gerakan kilat Tokoyami menarik Hawks keluar dari kobaran api.
Hawks menoleh ke belakang dengan mata lemah. Bau hangus memasuki indra penciumannya.
Black shadow gelisah dengan air mata berlinang. "Punggung Hawks... tidak ada yang tersisa."
Tokoyami menggertakkan giginya. Dia juga melihatnya sendiri. Sayap mentornya telah habis tak tersisa. Jangankan melarikan diri, jika Tokoyami terlambat sedetik saja mungkin Hawks sudah setengah mati terbakar.
"UA... menyedihkan, mereka bahkan menyeret murid-muridnya datang ke sini." Dari dalam api yang menyala-nyala sesosok manusia berjalan keluar. Dabi berjalan perlahan dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Daripada manusia, ekspresi nya lebih mirip perwujudan dari iblis.
Tapi kemudian mulut yang menyeringai itu turun, ekspresi nya berubah cepat menjadi dingin. Dabi menunjuk ke belakang nya tanpa melihat. "Lihat ini bocah, pria di tanganmu itu telah membunuh orang. Menusuknya dari belakang punggung, untuk melindungi teman-temannya!!."
Ekspresi pecah akan keterkejutan dan kaget di wajah bocah SMA itu menyalakan senyuman di mata Dabi. "Untuk apa kau datang kesini?. Untuk menyelamatkannya?. Apanya yang coba kau selamatkan?."
Langkahnya ringan dan matanya memiliki senyuman lembut yang jarang, tapi topik yang sejak tadi di bahas orang ini sama sekali tidak sesuai dengan ekspresinya. Villain itu tidak terlihat berduka atau sedih sama sekali, malah seakan telah menemukan setitik kebahagiaan kecil Dabi tersenyum.
"Pro Hero yang coba kalian impikan ini...., sebenarnya lebih busuk dari kami semua."
Hawks mencoba membuka mata dengan lemah. Dia tidak sepenuhnya tidak sadar. Hawks bisa mendengar perkataan Dabi yang mencoba memprovokasi Tokoyami. ".... Toko...yami,"
Tokoyami tidak menoleh pada panggilan itu. Dia hanya semakin mengeratkan pegangannya di tubuh Hawks dengan black shadow melingkari mereka. "Aku hanya, khawatir pada guruku."
Jawaban itu sebenarnya memang seperti yang di harapkan. Tapi meski begitu Dabi masih merasa kesal setelah mendengar nya. Lagipula sosok 'pahlawan' telah di tanamkan dengan kuat di pikiran setiap orang. Sama halnya dengan peran 'penjahat'.
"Berpikirlah dengan jernih."
Dabi merentangkan kedua tangannya. Tidak lagi bersikap ringan. Bersama kata-kata itu gulungan api biru menyapu dua orang dan satu bayangan itu.
Pada saat itu gempa hebat mengguncang bangunan yang hampir runtuh itu. Gletser es besar muncul menutupi setengah medan pertempuran. Udara dingin berhembus, beberapa orang membeku sementara beberapa orang di pinggir terpental karena ledakan es yang tiba-tiba. Di ujung pusat es, villain pengguna quirk es berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesasar (MHA)
FanfictionSeorang dari dunia nyata masuk ke dalam serial anime boku no hero academia. Wat de hel?! terdengar klise tapi begitulah kejadiannya. Terbangun dalam tubuh seorang anak kecil di dunia yang penuh dengan hero membuatnya terdiam. Hanya satu kata yang...
