Matahari bersinar cerah hari ini. Meskipun awal musim gugur membawa sedikit angin dingin, tapi bagaimanapun hal itu tidak pernah menyurutkan semangat banyak orang, bahkan jika orang itu seorang pasien saat ini.
"Tolong makan lebih banyak Nighteye-san. Quirk penyembuhan tidak mungkin dilakukan jika pasien memiliki stamina yang lemah." Perawat yang mengambil makan siang menasehati dengan lembut.
"Aku tidak nafsu makan." Nighteye membuang pandangannya ke luar jendela. Tepatnya pada seekor kucing kecil yang berguling-guling di petak bunga.
Nighteye terdiam sebentar sebelum mulai bertanya. "Permisi tapi bisakah kau katakan padaku aku yang kau lihat di taman itu?."
Perawat menoleh ke taman yang terlihat dari jendela. "Apa seekor tupai meloncat ke bawah?. Tapi aku tidak melihat apapun selain kumbang dan kupu-kupu yang hinggap di petak bunga."
Untuk membuktikan perkataannya, perawat itu membuka jendela, membiarkan udara sejuk masuk ke dalam. "Lihat?, tidak ada apapun disini."
Perawat itu tersenyum dengan sabar. Memang setelah sadar, kondisi Nighteye telah semakin membaik. Meskipun nafsu makannya masih kecil karena sakit tapi tidak ada masalah serius apapun. Kecuali satu kejanggalan.
Selama beberapa hari belakangan, Nighteye seringkali menanyakan tentang kucing kecil yang katanya kerap berkeliling di dalam kamar maupun diluar. Dan yang menjadi masalah adalah tidak ada orang yang melihat hewan yang di katakannya, sebenarnya bahkan dokter tidak bisa mendiaknosa kelainan apa yang telah di alami Nighteye.
"Tidak ada hewan apapun...?, di petak bunga itu?." Nighteye menatap kucing kecil itu yang masih asik berguling-guling.
Mungkin karena merasa diperhatikan kucing kecil itu berhenti berguling-guling dan menoleh ke arah sini. Kemudian dengan senang hati kaki kecil itu berjalan mendekat dengan ekornya terangkat tinggi.
Mata Nighteye selalu tidak pernah lepas bahkan saat kucing masuk lewat jendela. Sementara Perawat memperhatikan pandangan Nighteye yang sepertinya sedang mengikuti sesuatu. Tapi saat dia melihat ke arah yang sama, tetap tidak ada apapun disana.
Perawat kembali memasang senyum pekerjaannya dan menutup jendela kembali. "Nighteye-san, silahkan konsumsi obatnya setelah makan. Jika kau butuh sesuatu tolong tekan belnya."
Setelah memastikan sudut selimut pasien rapi, perawat meninggalkan kamar dengan senyuman.
Klik.
Nighteye merenung sejenak dan tidak bisa berkata-kata. Perawat itu mengatakan jawaban yang sama. Bahkan setiap orang yang dia tanya mengenai kucing itu juga selalu menjawab jika tidak ada apapun disana.
Jadi, jika memang seharusnya tidak ada apapun disana, sebenarnya makhluk berbulu apa ini?.
Tidak ada yang tahu, di balik wajah dingin tanpa ekspresi Nighteye setiap harinya, sebenarnya sekarang sedang penuh dengan banyak tanda tanya besar.
.....
"Nighteye-san, kau punya pengunjung." Suara perawat yang membuka pintu membuat dua pria yang sedang berbicara di dalam menoleh.
All Might langsung beranjak berdiri. "Itu mungkin Nagato."
Benar saja, dua orang langsung masuk begitu perawat keluar.
"Nighteye, All Might, selamat siang." Ayato yang selalu mengenakan setelan jas dengan pin kementrian pertahanan, tersenyum sopan.
Baik Nighteye maupun All Might mengangguk.
"Bagaimana keadaannya sekarang?." Nagato berjalan mendekat meninggalkan Ayato di dekat pintu.
"Semuanya baik, dokter mengatakan yang bermasalah hanya pada nafsu makan nya." All Might menyingkir dari samping Nighteye.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesasar (MHA)
FanfictionSeorang dari dunia nyata masuk ke dalam serial anime boku no hero academia. Wat de hel?! terdengar klise tapi begitulah kejadiannya. Terbangun dalam tubuh seorang anak kecil di dunia yang penuh dengan hero membuatnya terdiam. Hanya satu kata yang...
