Nagato sakit.
Sejak awal keberangkatan tubuhnya memang terasa tidak nyaman dan hujan malam kemarin seperti penutup yang sempurna untuk demamnya kali ini.
Tulang rusuknya retak. Dua jarinya patah. Luka di tubuhnya belum termasuk lebam dan bakar yang disebabkan oleh Dabi.
Dan demam semakin memperburuk keadaan ini. Interogasi ditunda dan Nagato dikirim ke rumah sakit segera.
Hanya saja berbeda dengan Midoriya yang ditempatkan di rumah sakit terdekat. Nagato di bawa ke rumah sakit pusat kota untuk mempermudah pengawasan.
Setelah dua hari yang tenang tanpa interogasi polisi. Nagato kedatangan tamu hari ini.
"Tidak perlu bangun. Berbaringlah jika nyaman." Tsukauchi duduk di samping ranjang dan meletakkan selusin jus jeruk.
Wakil dari pihak polisi itu sepertinya tidak ingin langsung mengatakan tujuannya. Tsukauchi membuka satu jus, memasukkan sedotan kemudian meletakkannya di tangan Nagato.
"Nah, tidak perlu gugup. Ini bukan pertama kalinya kita bertemu." Tsukauchi tersenyum kemudian mengeluarkan map berisi foto.
Satu gambar diletakkan di depan Nagato. Itu gambar Toga.
"Kau kenal?." Nagato merenung lama sebelum mengangguk dengan ragu.
Tsukauchi tidak melanjutkan pertanyaannya. Pria itu meletakkan foto lainnya. "Yang ini?."
Nagato mengangguk.
"Kalau yang ini?." Foto Dabi. Nagato mengangguk lagi.
Setelah banyak foto yang ditunjukkan. Hampir semuanya Nagato mengangguk kecuali beberapa villain yang belum terlalu dijelaskan dalam anime. Hampir semua orang itu dia tahu karena memang mereka tokoh antagonis utama.
Tsukauchi terdiam sejenak. "Apa kau kenal mereka sejak awal?. .... Sebelum datang kesini?."
Nagato menatap Tsukauchi. Sebelum datang kesini?.
Nagato sejenak berpikir jika yang di maksud Tsukauchi adalah sebelum datang ke dunia ini. Tapi yang sebenarnya ditanyakan pria itu adalah saat-saat dirinya tinggal bersama villain.
Tapi respon terkejut Nagato membuat Tsukauchi berpikir hal lain. Dengan quirknya yaitu pendeteksi kebohongan, Tsukauchi tahu jika keterkejutan Nagato bukan tipuan. Begitu juga saat anak itu mengangguk di setiap foto yang telah ditunjukkan tadi.
"Apa kau punya tujuan tertentu saat berada di sini?."
Nagato juga bingung dengan pertanyaan ini. Apa tujuannya ada disini?, di dunia ini?.
Melihat Nagato tidak menjawab Tsukauchi menanyakan pertanyaan lain. "Apa para villain itu yang mengirim mu kesini?."
"Tidak."
Tsukauchi mengangguk, Nagato tidak berbohong. Merasa Nagato koperatif pria itu melanjutkan.
Apa yang dilakukan Nagato saat camp pelatihan. Jam berapa dia mandi dan makan. Dengan siapa saja dia berinteraksi.
"Apa kau pernah berhubungan dengan salah satu dari orang-orang ini?."
Nagato mengangguk menunjuk Toga. "Kami bertemu hari Minggu kemarin. Dia hampir membunuhku."
Nagato menarik kerahnya turun. Di sisi lehernya ada bekas merah tipis. Seperti luka yang baru saja berganti kulit.
Tsukauchi mengangguk lagi. "Apa kau mendiskusikan sesuatu dengan gadis ini?."
Nagato menggeleng. Toga hampir membunuhnya. Mereka hanya sempat saling menodong senjata tanpa diam. "Pesta,"
Tsukauchi memperhatikan ekspresi Nagato. "Dia mengatakan sesuatu seperti pesta. Dan aku harus menghadirinya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesasar (MHA)
FanficSeorang dari dunia nyata masuk ke dalam serial anime boku no hero academia. Wat de hel?! terdengar klise tapi begitulah kejadiannya. Terbangun dalam tubuh seorang anak kecil di dunia yang penuh dengan hero membuatnya terdiam. Hanya satu kata yang...
