Chapter 82

746 101 11
                                        

Hati-hati typo bertebaran🔥

"Hmm...." Endeavor membalik halaman buku di tangannya. Dengan bingung membaca paragraf yang di tandai oleh Hawks secara pribadi.

Dengan satu tangan menopang wajah apinya Endeavor membaca buku itu dengan bosan. Pria itu sama sekali tidak mengerti dengan apa maksud yang di katakan Hawks kemarin.

Tapi kemudian seolah menyadari sesuatu Hero nomor satu itu kembali membaca ulang paragraf yang telah di tandai Hawks.

Otaknya bekerja cepat, menyusun kata-kata yang mungkin saja menjadi sebuah pesan.

"Penjahatnya adalah tentara liberasi. Jumlah mereka lebih dari seratus. Empat bulan lagi. Mulai bergerak."

Setelah menyadari kode peringatan itu Endeavor segera mengeluarkan perintah untuk meneruskan pesan itu kepada seluruh agensi pahlawan di Jepang.

"Ini mungkin akan menjadi pertarungan yang sangat besar kali ini."

.....

Andi kerap terbangun dengan sakit kepala belakangan ini. Awalnya dia hanya mengira jika pusing yang dirasakannya merupakan efek dari banyaknya gula yang telah dia konsumsi di dalam es krim kemarin.

Tapi beberapa hari telah berlalu sejak saat itu meskipun sakit kepalanya tidak bertambah parah tetapi tetap saja tidak pergi.

Andi kembali memejamkan matanya dan enggan untuk bangun karena pusing.

"Ada apa?, kau sakit lagi?." Yama duduk di samping tempat tidurnya dan dengan lembut mengusap dahinya.

"Jangan paksakan bangun kalau begitu. Aku akan meminta obat dari ruang medis." Yama meletakkan selimut di atas Andi dan pergi setelah menepuknya dua kali.

Klik, pintu tertutup.

"Aku tahu sifat dasar manusia tidak akan pernah bisa di ubah bagaimanapun caranya." Dengan tangan terlipat orang itu bersandar di sebrang sambil mencibir.

Yama meliriknya dengan sudut matanya saat menutup pintu.

Tanpa rasa takut apapun orang itu melanjutkan cibirannya. "Lihat dirimu. Tidak peduli identitas apa yang kau gunakan saat ini, pada akhirnya kau akan kembali ke sifat aslimu. Kau bahkan telah mendapatkan peliharaan baru. Kemana perginya si cupu yang kaku dan pengecut itu?."

Yama tersenyum tipis, dengan satu tarikan karet yang mengikat rambutnya di lepas. Segera poni yang panjang menutupi matanya.

Yama mengenakan kacamata nya perlahan. Saat berjalan, posturnya sedikit demi sedikit membungkuk. Perlahan-lahan Yama mulai terlihat seperti si cupu yang di katakan orang itu.

"Aku tidak mengerti yang kau bicarakan sekarang ."

Orang itu masih merengut melihat Yama kembali ke topeng penyamarannya, tapi diam-diam mengikutinya. "Kenapa kau tidak kembali seperti sebelumnya?. Punggungku sakit melihatmu berjalan seperti itu."

"Diamlah, seolah kau sendiri berbeda dengan ku. Apa kau masih takut dengan kucing, Yuichi?."

Orang itu langsung melompat dengan marah. "Sialan, berhenti membahas hal itu!. Seluruh buluku akan langsung berdiri dengan ngeri!."

Yama memandang temannya dengan tidak mengerti. "Tapi kau memiliki tubuh manusia sekarang."

Yuichi berpikir sejenak. "Tapi tetap ada bulu di tubuh ini!. Ah sial!!, aku sudah terlalu lama menjadi tikus!!."

Yama tertawa sinis. "Lihat, kau sendiri juga sama denganku bukan?. Mencari tubuh seorang bocah, merekayasa kecelakaan, dan berujung tinggal di panti asuhan. Apa itu rencanamu?, hidup bersembunyi di antara anak-anak?. Menikmati kehidupan riang penuh canda tawa dan kekonyolan bocah-bocah kecil?."

Kesasar (MHA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang