Chapter 86

555 66 16
                                        

Lama tak berjumpa para penghuni kasur:-D kembali lagi bersama story yang never ending ini, halo dan sampai jumpa lagi(⁠^⁠^⁠)

***

Jirou terperanjat kaget earphone di telinganya seketika terlepas.

"Ada apa Jirou?!."

Teman-teman di sekitarnya ikut kaget.

"Ada sesuatu yang sangat besar menuju kesini dengan cepat." Jirou berkata dengan kosong.

Shoji di dekatnya juga melaporkan hal yang sama.

Seakan menguatkan kata-kata gadis itu Yaoyuruzu menerima saluran komunikasi dari Midnight.

"Creati!,"

"Midnight-san?," Yaoyuruzu menjawab dengan bingung.

"Aku yakin kau sudah tahu situasinya, kami tidak bisa menghentikannya. Jadi kau harus menidurkannya." Suara Midnight di saluran itu terdengar kesakitan.

"Apa?," Kegelisahan dan cemas mulai terlihat di wajah Yaoyuruzu.

Midnight tidak menunggu gadis itu untuk menyesuaikan emosinya. "Ini seharusnya melanggar hukum karena kalian masih magang. Tapi, tak ada pilihan lain dalam situasi sekarang. Kau harus menidurkannya dengan anastesi. Berikan saja pada para hero!, .... lalu segera..., tinggalkan tempat itu!. Pergilah evakuasi, misi ini terlalu sulit."

"Apa yang kau bicarakan Midnight-san?!." Semua orang kebingungan saat dengan jelas melihat ekspresi cemas gadis itu.

Suara saluran itu mulai terputus-putus karena tidak stabil. Suara Midnight terjeda sejenak sebelum terdengar lagi bersamaan dengan suara gemerisik seperti tengah kewalahan.

"Aku serahkan padamu. Lakukan sesuai pertimbanganmu, Creati!."

Kemudian, saluran itu benar-benar terputus.

"Midnight-san? Midnight-san...?!." Yaoyuruzu berteriak memanggil kembali tapi tak pernah ada balasan dari seberang.

Kaminari juga kebingungan seperti banyak orang. "Yaoyuruzu, .... Midnight-san...., kenapa?."

Yaoyuruzu menggigit kukunya dan tidak menjawab. Pikirannya berputar keras. Semua orang disana menunggu jawaban gadis itu.

Pada akhirnya seolah telah mengambil keputusan, Yaoyuruzu berteriak, "Earphone Jack!, Tentacole!. Gunakan pendengaranmu untuk menentukan waktu sampai makhluk itu sampai ke sini dan jalan mana yang dia ambil!. Dia raksasa yang besar, meski hanya dengan matamu pasti bisa...!."

"Semuanya segera bersiap!. Mudman pinjamkan kami kekuatanmu!." Yaoyuruzu menoleh pada Juzo.

"Tidak bisa!." Jirou berteriak. "Raksasa itu terlalu cepat, dia sangat cepat! tak sampai sepuluh detik!."

Ketegangan menguasai atmosfer di sana. Di bawah pohon, dengan semua orang sedang bersiap dengan teratur dan teroganisir, tidak ada yang menyadari jika Andi telah mengamati kejadian itu dalam diam.

Niat hati sebelumnya adalah tidur dengan nyenyak karena rasa kantuknya. Tapi begitu dia matanya gelap karena tertutup, rasa vertigo dan sakit kepala langsung menyerangnya tanpa ampun. Tidak membiarkan andi beristirahat sama sekali. Jadi Andi tidak punya pilihan selain terbangun dan mendapati orang-orang yang sibuk di sekitarnya.

Dengan terorganisir kelompok kelas 1A dan 1B itu bekerja sama. Yaoyuruzu membuat belasan botol berisi anestesi cair dengan konsentrasi yang tinggi. Cukup dengan satu botol dan raksasa itu akan tumbang. Masalahnya adalah mereka harus menemukan cara untuk membuat raksasa itu mau menelannya.

Dengan quirk Mudman dari kelas B mereka meratakan sebagian hutan dan membuat jebakan dengan bantuan quirk Mineta. Masing-masing murid dengan tipe kekuatan atau bukan memegang satu botol anestesi, siap menemukan kesempatan untuk mengirimkannya ke mulut raksasa itu.

Kesasar (MHA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang