Chapter 18

3.9K 569 13
                                        

"Tsukauchi-san, apa kau membawa buku gambar bocah itu?." Aizawa-sensei dan Tsukauchi berjalan keluar bersama. All Might masih di dalam bersama Nezu, sepertinya mereka punya sesuatu untuk dibicarakan.

"Ya, kenapa?." Tsukauchi menoleh pada hero yang tertutup perban.

"Tadi bocah itu menanyakannya, boleh aku lihat?."

"Ya, tentu. Sebenarnya aku juga akan mengembalikan buku itu besok. Tapi aku rasa aku bisa menitipkannya padamu Aizawa-san." Tsukauchi membuka tasnya dan mengeluarkan sketch book kecil.

Aizawa-sensei menerimanya dan segera membuka buku yang terlihat kusut itu.

"Hm, gambar yang lumayan." Aizawa-sensei mengevaluasi setiap gambar yang dibuat Nagato.

"Haha, yah. Gambar ini terlalu 'lumayan' untuk tangan anak yang bahkan belum berusia sepuluh tahun. Aku pikir Nagato benar-benar berbakat. Aku bahkan tidak bisa menggambar sedetil ini. Terutama yang ini." Tsukauchi membalik buku yang dipegang Aizawa-sensei.

Gambar seorang perempuan babak belur yang dipukuli oleh seorang laki-laki dengan menggunakan botol kaca. Gambar yang sangat detil, bahkan ekspresi ketakutan dan sakit perempuan itu terlihat sangat nyata.

"Aku rasa ini adalah salah satu ingatan milik Nagato yang paling membekas. Dia bahkan bisa membuatnya sedetil ini. Jika dilihat baik-baik, gambar ini dibuat dari sudut pandangnya sendiri. Terlihat agak miring bukan?." Tsukauchi memiringkan kepalanya saat melihat gambar Nagato.

"Hmm, tapi kebanyakan gambar di sini berada di pantai. Dia bahkan membuat rekannya menjadi model di pantai." Aizawa-sensei terus membalik lembar demi lembar. Ada beberapa gambar di mana 'Ryosuke' tengah duduk di bawah  pohon kelapa. Bahkan ada juga gambar kaki yang dipenuhi pasir tersapu oleh air laut.

"Ya, sepertinya ini periode saat Nagato bersembunyi selama delapan bulan. Seperti yang dikatakan Toshinori-san, anak ini sering bermain di pantai." Aizawa-sensei membalik buku hingga halaman yang belum terisi. Sampai di halaman paling belakang Aizawa-sensei menemukan catatan.

"Apa ini?." Itu adalah catatan tentang perkembangan Itachi setelah penanaman besi hitam.

"Oh itu?. Aku rasa dia bereksperimen pada burung yang terluka. Lihat, dibagian ini Nagato menulis 'beberapa bulu telah tumbuh, luka telah tertutup'." Tsukauchi menunjuk tulisan Nagato.

"Bocah ini sepertinya rapi dan teliti. Tulisannya sangat bagus. Sepertinya para villain itu juga mengajarkan pendidikan normal pada umumnya. Jelas bocah ini cerdas." Aizawa-sensei melihat setiap goresan pada tulisan Nagato.

"Hm, aku tidak terkejut jika Nagato anak yang cerdas, dia keturunan dari Klan Akayame. Hal itu harusnya bisa membuktikannya." Tsukauchi menatap jalan di depannya.

"Apa Nagato benar-benar keturunan Klan Akayame?. Aku masih tidak mempercayainya." Aizawa-sensei menutup sketch book dan menatap Tsukauchi. Sekarang mereka sampai di gerbang UA.

Tsukauchi berhenti berjalan, begitupun juga Aizawa-sensei. "Kami memang tidak bisa membuktikannya secara medis, tapi secara teori, harusnya bisa menjadi bukti, penampilan fisik, kepribadian, kecerdasan, dan aku rasa kesetiaannya juga sudah jelas. Aizawa-san juga merasakannya kan?, saat interogasi?. Nagato jelas menyembunyikan beberapa cerita."

"Anak itu tidak mau menceritakannya, aku merasa, rasa loyalnya mulai tumbuh pada villain. Aku harap UA mampu merubah kesetiaan Nagato. Jika UA gagal, aku tidak akan bisa mencegah pemerintah untuk turun tangan. Jika pemerintah juga turun, aku khawatir pihak para bangsawan Jepang juga akan mengetahui Nagato. Mereka jelas tidak akan membiarkan keturunan Klan yang harus dilenyapkan untuk hidup dengan tenang." Tsukauchi menatap Aizawa-sensei sejenak.

Kesasar (MHA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang