Go back
I'm here, Baby, waiting for ya
Stop holdin' on
There will be a time for us to find the clarity
This world is crazy, but we love the insanity
🎶 DPS🎶
————————————————————
Mana suaranya?
-🖤🖤🖤-
Ayolah, susah-payah Ocean mendesain kehidupan dan membentuk dunianya sendiri agar lepas dari jerat pesona makhluk itu, sekarang Ocean harus diarahkan lagi kepadanya? Ini tidak adil!
Jangankan dia, Ocean bahkan tak yakin bisa menjadikan Zavy pacarnya. Zavy! Cowok anti sosial yang hanya memiliki satu teman dan itu adalah Ocean! Bagaimana mungkin Ocean bermimpi untuk mendapatkan kakak lelaki Zavy yang sekeren dan sepopuler itu?
Setidak mungkin itu mendapatkan Zavy, lebih tidak mungkin lagi mendapatkan kakaknya. Jadi, Ocean harus membuang jauh-jauh harapannya. Sampai Rena menunjuk cowok itu sebagai gambaran cowok yang pantas untuk Ocean.
Dia. Yang namanya tengah diteriakkan untuk dielu-elukan seolah dia adalah calon presiden. "WIFO! WIFO! WIFO!" seru orang-orang yang tengah mengerubungi cowok itu.
Yep, Wifo. Siapa lagi? Seharusnya Ocean tak perlu heran, bukan?
Berita itu sudah terdengar bahkan sebelum Ocean menginjakkan kaki di SMA. Satu-satunya siswa yang direkrut oleh tim olahraga andalan sekolah—baseball—saat baru masuk SMA. Dia bahkan unggul dengan cepat sehingga berhasil merebut posisi pitcher.
Di akhir musim pertandingan baseball, cowok itu dinobatkan sebagai pitcher terbaik antar sekolah. Tidak heran begitu sekarang Wifo naik ke kelas 11, dia dipercaya untuk menjadi kapten baseball yang baru.
Tentu saja popularitas Wifo melejit mengalahkan para senior. Jadi, tidak heran, kan, melihatnya digilai oleh banyak orang seperti apa yang sedang disaksikan Ocean saat ini?
Semua teman-teman Ocean bahkan menggilai Wifo dari sebelum mereka masuk SMA tanpa mereka tahu bahwa jauh sebelum mereka, Ocean sudah lebih dulu menyukai Wifo. Wifo bahkan adalah cowok pertama yang membuat Ocean terpesona di usia 12 tahun.
Ocean pertama kali melihat Wifo ketika dia dan Zavy melewati kolam berenang di kediaman Álvarez. Sosok itu keluar dari kolam dengan hanya dilapisi swimming trunks.
Wifo Chaven Álvarez. Anak lelaki tertua di rumah. Kebanggaan keluarga. Penerus sang ayah.
Dia hanya setahun lebih tua dari Ocean, tapi dia punya tubuh yang sangat tinggi untuk anak seusianya. Tubuhnya tak ayal tubuh anak SMA seolah dia benar-benar berlatih untuk itu, padahal dia masih SMP saat itu. Dia bahkan sudah memiliki garis-garis abs di perutnya.
Cowok berdarah British-Brazil itu punya warna kulit yang cerah, nyaris berkilau tertimpa sinar matahari. Tetesan air jatuh dari rambut berwarna ash brown yang menutupi dahinya, sedikit mengenai mata berwarna dark brown miliknya yang terlihat lebih terang kala cahaya matahari menyapa. Dan pemandangan itu cukup untuk membuat Ocean berhenti melangkah dengan mulut ternganga dan mata yang tak berkedip. Saat itulah Ocean tahu dia punya huge crush pada Wifo.
Entah kenapa Ocean perlu waktu selama itu untuk menemukan Wifo. Belakangan barulah Ocean tahu bahwa Wifo sekolah di Amerika. Pantas saja dia jarang melihat Wifo. Cowok itu baru benar-benar menetap di Jakarta setelah tamat SMP untuk melanjutkan SMA.
Namun, meski selangkah lebih maju dari teman-temannya yang baru tahu tentang Wifo, Ocean tak menganggap itu sebagai keistimewaan. Dia sedikit lebih beruntung melihat Wifo lebih dulu, tapi itu tak ada gunanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guilty Pleasure
Romance(18+) Wifo Álvarez adalah segala yang Ocean Vásquez impikan dalam hidupnya. Pesona yang tak bisa ditolak. Racun yang menjerat bagai magnet. Bahaya tanpa tanda peringatan di dalam lingkaran setan. Ocean menginginkan cinta Wifo. Sayangnya, bukan cin...
