75. Dead

4K 356 255
                                        

Tell nobody I control you
I broke you just to own you
They can't tell that I love you
I love when you're submissive
You love it when I break skin
You feel pain without flinchin'
So say it
Push me down, hold me down
Spit in my mouth while you turn me out
Tear me down, snuff me out
Hands on my neck while you push it up
And I'm screamin' now
Give me tough love
Leave me with nothin' when I come down
My kind of love
Force me and choke me 'til I pass out
Lock me up and throw away the key
He knows how to get the best out of me
🎶One of The Girls🎶
                                       
—————————————————————

UP next chapter = 19.000 VOTES.

-🖤🖤🖤-

Ocean menepis tangan Vika untuk segera berlari melewati kerumunan yang berkumpul akibat ulahnya. Dia abaikan ucapan apa pun yang sempat terlontar dari mulut mereka semua.

Setibanya di parkiran, Ocean melihat Wifo tengah berjalan ke arah mobil. Cepat-cepat Ocean berlari sebelum Wifo masuk ke mobil.

"Wifo!" panggil Ocean. Suaranya cukup keras. Dia yakin Wifo mendengar, tapi tak lantas membuat Wifo berhenti. Wifo terus berjalan hingga Ocean harus mengerahkan seluruh tenaga untuk berlari lebih kencang.

"Be, tungguin, Be," kata Ocean. Dia sudah semakin dekat dengan Wifo, tapi Wifo masih tak kunjung berbalik.

"Be, biar aku jelasin. Itu nggak kayak keliatannya," kata Ocean di tengah napasnya yang memburu.

Ketika tiba di dekat Wifo, Ocean langsung bergerak lebih cepat untuk menahan Wifo. Wifo sudah tiba di samping pintu mobil ketika tangan Ocean berhasil mencapai tangan Wifo.

"Sayang...." Ocean menarik tangan Wifo untuk menahan Wifo. "Be, denger—AAKHHH!"

Punggung Ocean menghantam pintu mobil ketika alih-alih berhenti saat Ocean menariknya, Wifo justru memutar balik tubuhnya dan dengan cepat ganti mencengkeram lengan Ocean. Tanpa memberi waktu untuk Ocean mengambil napas, Wifo sudah mendorong Ocean sampai punggung Ocean membentur pintu mobil.

Wifo menekan tubuh Ocean ke pintu mobil sampai gadis itu tak punya kekuatan untuk melepaskan diri. Ocean meringis kesakitan dengan mata terpejam saat tangan Wifo mencengkeram lengannya semakin kuat.

"You are a fucking little whore," desis Wifo.

Ocean membuka matanya yang mulai berkaca-kaca. "Be...," lirihnya.

"Bisa lo ketawa lepas ngelakuin hal menjijikkan kayak tadi?" geram Wifo. Dia hentakkan tubuh Ocean sekali lagi ke pintu mobil. "Nggak sampe kapan pun gue masih mau balik sama cewek murahan kayak lo. This is the fucking end."

"Sayang, jangan gitu, Be," kata Ocean nyaris terisak. "Aku...."

Dan kalimat Ocean hilang mengudara ketika Wifo memindahkan tangan ke rahang Ocean dan mencengkeramnya kuat hingga kepala Ocean terdorong ke pintu mobil. Tindakan itu turut memberi tekanan pada rambut Ocean, membuat rambut Ocean terurai berantakan di jendela pintu. Wifo tekan lebih kuat sampai wajah Ocean memutar ke samping dan pipi kanannya menempel ke jendela.

"S-sa... kit, Sayang," ringis Ocean, tapi tidak dipedulikan Wifo.

Wifo mendekatkan wajah pada Ocean, menatap Ocean dengan tatapan kelam yang mematikan. Tak ada bagian yang bisa Ocean kenali lewat cara Wifo menatapnya selain kebencian yang begitu pekat. Kebencian yang menghasilkan dendam.

Guilty PleasureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang