(18+)
Wifo Álvarez adalah segala yang Ocean Vásquez impikan dalam hidupnya. Pesona yang tak bisa ditolak. Racun yang menjerat bagai magnet. Bahaya tanpa tanda peringatan di dalam lingkaran setan.
Ocean menginginkan cinta Wifo. Sayangnya, bukan cin...
I've been having a hard time adjusting I had the shiniest wheels, now they're rusting I didn't know if you'd care if I came back I have a lot of regrets about that Pulled the car off the road to the lookout Could've followed my fears all the way down But, I'm here in your doorway I just wanted you to know that this is me trying They told me all of my cages were mental, so I got wasted like all my potential I ended up here Pourin' out my heart to a stranger It's hard to be anywhere these days when all I want is you 🎶This Is Me Trying🎶 —————————————————————
Spam komen, k?
-🖤🖤🖤-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Emang iya, kan?" tanya Wifo tanpa memandang Ivy. "Lo dulu satu sekolah sama dia. Satu kelas malah."
Meski Ivy terkejut Wifo tahu, tapi dia mengesampingkan rasa penasarannya itu. Wifo bisa tahu dari mana saja. Jika Richard yang menyuruh Wifo, pasti Richard jugalah yang menyewa seseorang untuk mencaritahu segala yang bisa digunakan untuk menjatuhkan Ivy. Ivy jelas tak berpikir bahwa Wifo yang menggali semua informasi itu seorang diri.
"Terus? Apa itu lantas bikin aku harus ngebela dia saat dia memperkosa perempuan?" tanya Ivy, merujuk pada putri dari client yang tadinya dia bela dan perjuangkan mati-matian. Putri dari Andri.
"Dan suap? Fitnah murahan macam apa itu, Wifo? Sejak kapan aku bisa disuap?" tanya Ivy dengan suara meninggi.
Masih tanpa mengalihkan pandangan dari TV, Wifo berkata, "Nggak ada yang bilang lo disuap. Gue cuma bilang temen lo itu udah nyuap banyak orang dari polisi sampai jaksa, makanya kasusnya nggak kelar-kelar. Bukan salah gue kalo client lo ambil kesimpulan lo juga diem-diem disuap karena lo ternyata temen lamanya si terdakwa, kan?"
Ivy terperanjat. Dia mendapat kesan sepertinya Wifo tahu lebih banyak dari yang dia kira, terutama karena memang yang dikatakan Wifo itu benar.
Kian—terdakwa sekaligus lawan dalam kasus yang Ivy tangani adalah orang berduit. Tidak sulit bagi Kian menutup mulut saksi dan menyuap orang-orang penting di persidangan. Tapi, Kian tahu jelas Ivy tidak butuh uang. Jadi, Kian tak berani mencoba menyuap Ivy. Kian lebih memilih minta tolong saja pada Ivy. Itu pun Ivy menolak.
"Kalo cuma itu yang kamu bilang, nggak mungkin segampang itu Pak Andri ambil keputusan sebesar itu untuk akhiri kontrak kami begitu aja, Wifo!" kata Ivy.
Ketika Wifo masih sok asyik menonton, Ivy pun pindah ke depan TV, mematikan TV, lalu menghadap Wifo. "Kamu bilang apa, Fo?" tanya Ivy lebih keras. "Tolonglah, Dek!"
Untuk pertama kalinya, Wifo mengalihkan tatapan kepada Ivy. Tersirat permainan dalam matanya ketika dia berkata, "Lo diusir dari rumah, sementara untuk bisa hidup mewah-mewahan, lo jelas butuh duit. Seberapa yang lo bisa dapatkan dari jadi pengacara pro bono? Lo bisa aja jadi pengacara Kian, tapi itu bisa ngerusak citra lo sebagai aktivis pembela wanita. Itu yang gue bilang. Sisanya, gue biarin aja dia mikir sendiri."