(18+)
Wifo Álvarez adalah segala yang Ocean Vásquez impikan dalam hidupnya. Pesona yang tak bisa ditolak. Racun yang menjerat bagai magnet. Bahaya tanpa tanda peringatan di dalam lingkaran setan.
Ocean menginginkan cinta Wifo. Sayangnya, bukan cin...
You call the shots, Babe And let me be the portable heater that you'll get cold without I wanna be your setting lotion Hold your hair in deep devotion At least as deep as the Pacific Ocean Secrets I have held in my heart are harder to hide than I thought Maybe I just wanna be yours 🎶I Wanna Be Yours🎶 —————————————————————
WARNING!!! Mature Content & Strong Language
P.S. : Bagi yang merasa belum cukup dewasa secara usia & mental (not strong enough to read sexual content), boleh SKIP ke part selanjutnya aja, okay? Adegan di bawah tidak untuk ditiru. Be wise!
UP next chapter = 70 VOTES buat chapter ini + 6.000 VOTES buat overall chapters.
-🖤🖤🖤-
Wifo menggerakkan kepala sedikit hingga Marsha pun segera berjalan mengikuti Wifo. Mereka berhenti tepat di depan Ferrari SF90 Stradale. Warna merahnya yang menyala kontan mencuri perhatian Marsha. Marsha bahkan mengambil waktu beberapa saat untuk memperhatikan mobil itu sampai dia terlambat menyadari Wifo telah membukakan pintu mobil baginya dan mempersilakannya masuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesaat kemudian, senyuman terukir di wajah cantik Marsha ketika dia menatap Wifo. Tampan, eksekutif muda, mengendarai supercar. Baiklah, tak ada yang perlu diragukan untuk bekerja dengan cowok ini. Siapa tahu jika Marsha beruntung, dia bahkan bisa menjadikan cowok ini pacarnya. Maka, Marsha pun segera masuk ke mobil itu tanpa pikir panjang.
♾🩸♾
Ferrari merah itu berhenti di depan bangunan nightclub eksklusif dengan eksterior yang tampak berkelas. Jujur saja, Marsha bahkan tak tahu bangunan elite ini adalah club sampai dia turun dari mobil dan memandang ke atas. Ke arah papan nama besar dengan huruf-huruf yang terukir membentuk tulisan 'The Álfa Bliss' berwarna pink neon, terlihat kontras dengan bangunannya sendiri yang didominasi oleh warna hitam dan perak.
Ah, jadi ini tempatnya. Marsha sudah pernah mendengarnya. Club kelas atas. Orang-orang kerap mempersingkat tempat ini dengan sebutan 'TAB' dan acapkali teman-teman Marsha mengajak Marsha dugem, mereka akan bilang, "Nge-TAB, yuk!"
Jokes, of course. Mereka hanya bilang begitu agar terdengar keren dan berkelas seperti orang-orang yang benar-benar pergi ke club ini.
Tentu saja Marsha dan teman-temannya tidak pernah ke sini. Semua orang tahu butuh member untuk masuk ke club ini. Jadi, bisa dikatakan club ini private untuk orang-orang tertentu. Terang saja Marsha kaget ketika sungguh-sungguh dibawa ke tempat yang hanya dia dengar namanya saja, tapi tak pernah tahu lokasinya.