84. Gaslighting

2.4K 261 346
                                        

I just can't say I don't love you
'Cause I love you
It's hard for me to communicate the thoughts that I hold
But tonight, Baby, let me tell the truth
You hate that you want me
Hate it when you cry
I'm scared that I'll miss you
Happens every time
I don't want this feelin', I can't afford love
I try to find a reason to pull us apart
It ain't workin', 'cause you're perfect
I can't walk away
Baby, I would die for you
Keep it real with you, I would kill for you, my Baby
🎶Die For You🎶

—————————————————————
UP next chapter = 200 VOTES ATAU 500 COMMENTS buat chapter ini + 29.000 VOTES buat overall chapters.

-🖤🖤🖤-

Tepatnya, Wifo tidak suka orang itu mempengaruhi Ocean untuk meninggalkan Wifo, menyadarkan Ocean tentang ucapan-ucapan Wifo yang bekerja layaknya mantra hingga membuat Ocean buta dan tuli, dan membuka pikiran Ocean yang sudah dicuci Wifo.

Lihatlah. Seperti yang sudah-sudah, Ocean tersenyum. "Tenang aja, Sayang. Aku nggak akan ngomong banyak. I won't do anything stupid," kata Ocean lembut dan ketika wajah Wifo masih menunjukkan ketidaksukaan, Ocean berkata lagi, "I won't drag her into our relationship."

"You act like I don't have trust issues towards you," kata Wifo sinis.

Ocean menahan napas sebagai upayanya menahan kesal. Lelah mencari cara untuk membuat Wifo percaya, Ocean akhirnya hanya berkata, "If having my porn video doesn't make you in charge in the whole of my life and enough to erase your trust issues, I don't know what else."

Wifo terhenyak.

"You love revenge so much, don't you?" Ocean berkata tajam, "Porn revenge will shut me up."

Katakan Ocean gila mencetuskan ide itu dan terkesan menantang Wifo. Tapi, dia lelah meyakinkan Wifo terus-terusan. Jika dia berani merelakan dirinya dipermalukan, dia sepasrah itu, seharusnya Wifo tahu Ocean sungguh sudah berubah. Untuk itu, Ocean bisa berbalik dan melangkah duluan tanpa menunggu Wifo.

Wifo menatap punggung Ocean yang menjauhinya. Sikap Ocean yang kadang tak terduga itu sering kali mengejutkan. Juga, setiap Ocean kasar, itu menyebalkan, tapi kadang-kadang membuat Wifo tertantang.

Wifo tertawa kecil. "Bitch," makinya pelan, tapi lalu dia berdiri lebih tegap dan menyusul gadisnya itu.

♾️🩸♾️

"Cantik, Sayang," kata Wifo setelah Ocean menyambut tangan Wifo dan Wifo mengangkat tangan gadis itu untuk memutarnya hingga gaun merahnya mengembang layaknya mawar mekar.

Ocean memamerkan kedua lesung pipinya lewat senyuman ketika kembali menghadap Wifo dan merapatkan tubuh pada cowok itu. Dia mengangkat kepala. "Worth to die for?" tanyanya. Terkesan merayu dengan tatapannya yang manja.

Wifo akan selalu membenci dirinya karena menginginkan Ocean segila itu, tapi kini dia tidak bisa bilang dia tidak mencintai Ocean. Meski dia lebih suka membenci Ocean, nyatanya dia juga mencintai Ocean sedalam itu sampai berkata, "I'll even kill for you."

Ocean mengerjapkan mata lentiknya. Sempurna. Itu jawaban yang dia dambakan keluar dari bibir Wifo. Impiannya terwujudkan.

"So, let's kill tonight," kata Ocean dan sebelum Wifo bertanya, Ocean sudah lebih dulu berjinjit. "The party," bisiknya di telinga Wifo sebelum mencium rahang tajam cowok itu.

Guilty PleasureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang