🎶I Love The Way You Lie🎶
—————————————————————
UP final chapter, Vlo minta lebihin target, k?
200 VOTES + 500 COMMENTS (tidak termasuk SPAM komentar yang sama) buat chapter ini + 30.500 VOTES buat overall chapters.
-🖤🖤🖤-
"Oh, you love it don't you, Darling?" tanya Ocean sambil tersenyum sinis. "Everytime you push me to the point of crazy? You know damn well I'll do it. Kamu enjoy liat aku sakit dan masih mohon-mohon cinta kamu sekalipun dengan cara bunuh diri."
Wifo tertawa sinis. Oh, Ocean. Dia pikir bisa menakut-nakuti Wifo seperti itu? Hanya karena Wifo mengalah dan menekan ego saat Ocean mencoba bunuh diri waktu itu, bukan berarti Ocean bisa terus-terusan memakai cara itu untuk menundukkan Wifo.
"Coba aja," tantang Wifo berani. "Kalo lo nggak malu ngelakuin hal rendahan kayak gitu di depan semua orang."
Ocean mengatupkan mulut, jengkel ternyata Wifo juga yakin Ocean tak akan mempermalukan diri di depan orang ramai.
"Apalagi kalo gue nggak peduli mau lo sekarat juga. Nggak malu lo ntar, ha?" sahut Wifo.
Ocean menggertakkan kaki. Lihatlah! Wifo semakin menjadi-jadi karena tahu Ocean tak berani.
Wifo mendengus sinis. "Ngancem doang lo taunya," katanya. "Basi!" sergahnya dan tanpa mau mendengar Ocean bicara lagi, dia berbalik pergi dan bergabung kembali dengan teman-temannya.
Tinggallah Ocean sendiri diselimuti amarah, kekecewaan, dan kesedihan. Apa ini memang salah Ocean? Apa dia memang berlebihan karena merasa bersalah pada orang yang dia rugikan?
Well, melihat situasinya sekarang dimana Wifo meninggalkan Ocean sendiri saat seharusnya mereka menghabiskan sepanjang acara bersama seperti pasangan-pasangan lain, Ocean jadi berpikir ulang.
Ya, mungkin memang benar Ocean yang salah. Hubungannya dengan Wifo berantakan karena berusaha menyelamatkan hubungan orang lain.
Sial. Padahal sejak percobaan bunuh diri waktu itu, Wifo sudah jauh melunak. Cukup lama dia bertahan menjaga sikap dan lebih berhati-hati pada Ocean. Prom night ini saja mereka tunggu-tunggu untuk dijadikan malam kencan bermakna karena di acara ini akan ada dansa. Mereka bahkan belanja bersama untuk busana mereka agar tampil serasi. Mereka totalitas untuk acara ini. Sial sekali malah berakhir dengan pertengkaran. Entah apa mereka akan tetap berdansa nantinya jika sudah begini.
Ocean berbalik menghadap panggung dengan kaki mengentak seraya melipat tangan di dada. Ocean memang tolol dan Wifo pun sejahat itu tega mengorbankan malam ini demi ego! Lebih menyebalkan ketika Ocean tak bisa meluapkan kekesalannya karena Wifo meninggalkannya.
Emosi Ocean benar-benar ada di ubun-ubun sampai rasanya ingin membalas Wifo. Tapi, seperti keyakinan Wifo, Ocean tak bisa mencoba mencelakai dirinya di sini atau dia akan mempermalukan diri sendiri.
Ocean masih memikirkan cara untuk membalas Wifo ketika merasakan Zavy berdiri di sampingnya. Ocean melirik Zavy, "Hai, Zave," sapanya. Dia tersenyum kecil, lalu kembali memandang panggung.
"You're okay?" tanya Zavy.
Senyuman Ocean terlihat dipaksakan. "Yeah."
"Good, then," kata Zavy kemudian.
Mereka sama-sama diam beberapa lama. Zavy memakai waktunya untuk memperhatikan Ocean lebih lekat, memastikan apakah Ocean betul baik-baik saja ketika tanpa diduga, Ocean tiba-tiba berkata, "Actually I'm not."
KAMU SEDANG MEMBACA
Guilty Pleasure
Romance(18+) Wifo Álvarez adalah segala yang Ocean Vásquez impikan dalam hidupnya. Pesona yang tak bisa ditolak. Racun yang menjerat bagai magnet. Bahaya tanpa tanda peringatan di dalam lingkaran setan. Ocean menginginkan cinta Wifo. Sayangnya, bukan cin...
