81. Throwback: Prisoner

2.6K 252 184
                                        

Hey, Boy, when I first met you thought it was special
When I kissed you I meant it
Hey, Baby, are you sure that you want it or caught up in the moment?
Oh, Baby, it got a little crazy on the first night
🎶Do It Again🎶

—————————————————————
WARNING!!!
Mature Content & Strong Language

-🖤🖤🖤-

Wifo berusaha keras mengalihkan pandangan ke mana saja asalkan tidak ke tubuh Ocean yang sudah nyaris telanjang. Betapa tidak? Di hadapan Wifo kini adalah gadis yang hanya berbalutkan corset lingerie dengan aksen renda yang menunjukkan lekukan tubuhnya dengan sempurna. Tentu sulit mengalihkan perhatian dari pemandangan eksotis itu.

"Basah—kena air pas aku ke WC. Tuh, lagi dikeringin di WC," jelas Ocean.

Wifo tidak berkomentar karena situasi ini terasa canggung. Wifo juga sedikit kaget ternyata Ocean tipe gadis yang seniat itu repot-repot mengenakan lingerie seksi di balik gaunnya. Agaknya Wifo sama sekali tidak curiga Ocean sengaja memakai lingerie untuk Wifo.

Ocean melepaskan tangannya yang sejak tadi terkalung manja di leher Wifo, lalu menyodorkan segelas wine yang dipegangnya. Begitu Wifo menerima gelas itu, Ocean mengangkat gelas miliknya. "Cheers!"

"Cea, aku, kan, udah bilang...."

"Ayolah, Sayang, sedikit aja," bujuk Ocean.

"Aku nyetir sendiri, Cea," kata Wifo berharap Ocean mengerti.

"Nggak bakal mabuklah, segini doang," kata Ocean dan sebelum Wifo membantah, Ocean membujuk lagi, "Ayolah, Sayang. Kalo mabuk juga, kan, bisa pulang pake silverbird aja. Jaman udah canggih ini. Nggak usah dibikin ribet, deh."

Ketika Wifo tidak minum juga, Ocean lanjut berkata melas. "It's our mensiversary, Baby. Nggak bisa, apa, kita enjoy aja ngerayain hari jadi kita ini tanpa harus mikirin gimana besok?"

Wifo masih diam, tapi ketika Ocean mengangkat gelasnya sekali lagi dan berkata, "Cheers?" Wifo akhirnya menyerah.

Wifo mengangkat gelas juga dan mendentingkannya ke gelas Ocean. Ketika mereka meneguk wine, Ocean melirik Wifo diam-diam selagi mengatur minumannya sendiri.

Ocean tidak boleh minum banyak. Meski sudah berjaga-jaga dengan menambahkan air putih ke anggurnya untuk menyamarkan kadar alkohol sehingga dia tetap bisa minum di depan Wifo, tetap lebih baik jika dia minum sesedikit mungkin kalau-kalau batas toleransi alkoholnya rendah. Ocean tidak boleh sampai mabuk atau rencananya bisa gagal.

Wine itu masih tersisa setengah ketika Wifo ingin menyudahi, tapi Ocean cepat-cepat menyentuh gelas Wifo dan mendorongnya kembali ke bibir Wifo agar Wifo lanjut minum. Ocean tidak melepaskan gelas sampai Wifo meneguk habis wine di dalamnya.

Ocean tersenyum kecil ketika menurunkan gelas miliknya, lalu mengambil botol wine tadi dan menuangkan lagi ke gelas Wifo yang otomatis langsung memprotes, "Cea...."

"Nggak bakal mabuk, Sayang," kata Ocean sambil terus menuangkan wine ke gelas sampai nyaris penuh. 

Wifo berdecak, tapi Ocean malah santai saja berkata, "Cheers!"

Ketika Wifo masih diam, Ocean menggerakkan kepala, memberi isyarat agar Wifo minum lagi. "Ayo, dong," bujuk Ocean, lalu dia mendorong tangan Wifo. Dia pun tersenyum menang saat berhasil membuat Wifo minum lagi.

Ocean selanjutnya berjalan ke arah TV, menghidupkannya, dan mengambil channel musik. Setelah mengeraskan volume untuk menghidupkan suasana, Ocean kembali pada Wifo sambil bernyanyi mengikuti alunan lagu.

Guilty PleasureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang