Standing right in front of you
Lose a little guard, let it down
Running out until we're breathless
Let's be hopeful, don't get broken
Let's stay caught up in the moment
I wanna give you wild love
The kind that never slows down
I wanna take you high up
Let our hearts be the only sound
I wanna go where the lights burn low and you're only mine
🎶 Wild Love🎶
—————————————————————
WARNING!!!
Mature Content & Strong Language
⚠️JANGAN DIBACA!⚠️
Part ini khusus untuk pembaca konten +, makanya sengaja UP malem. Bijaklah memilih bacaan!
Yang feedback-an, feel free to skip this part. Nggak terlalu ngaruh ke jalan cerita juga, oke?
Buat yang baca, pastikan kalian baca penjelasan di akhir part ini!
SPOILER ALERT
About how wild the teenagers can be without them knowing what they did may affects them in many worst possible ways.
-🖤🖤🖤-
Wifo meraup tubuh Ocean dari belakang. Ocean bahkan masih menyesuaikan diri dengan pelukan tiba-tiba itu ketika dia merasakan Wifo sudah lanjut mencium tulang pipinya.
"Ditungguin dari tadi, nggak taunya di sini," kata Wifo di telinga Ocean.
"Aku baru dari WC, trus nggak sengaja ketemu Zavy," kata Ocean membuat Wifo menghujamkan tatapan tajam pada Zavy, dengan sendirinya melenyapkan sisa-sisa senyuman di wajah Zavy.
"Well, it's my birthday...." Wifo mengalihkan pandangan pada Ocean sambil mengeratkan pelukannya di tubuh gadis itu. "so, can I have you back?"
Ocean tersenyum. Sambil mengelus tangan Wifo di pinggangnya, dia bertanya, "Speaking of your birthday, kamu udah buka kado dari aku?"
"Mau buka bareng kamu."
Ocean mengernyit. "Nggak surprise, dong?"
"Aku lebih senang begitu," kata Wifo, lalu dia kembali menatap Zavy dengan sebelah alis terangkat seolah mempertanyakan kenapa Zavy masih di sini.
Zavy menahan napas sebelum akhirnya menoleh pada Ocean. "Zavy ke kamar, ya, Ce," pamitnya yang dijawab Ocean dengan anggukan dan senyman manis.
Sepeninggal Zavy, Ocean menoleh pada Wifo. "Ayo buka kado," katanya.
Seringai penuh arti seketika mewarnai wajah Wifo seiring Wifo menarik Ocean menuju kamarnya.
"Kadonya dipindahin ke kamar?" tanya Ocean yang dijawab Wifo dengan anggukan.
Setelah memasukkan password di pintu, Wifo mempersilakan Ocean masuk lebih dulu dan begitu Ocean melangkahkan kaki di dalam kamar, Ocean langsung terpana.
"Wah, kamar kamu keren banget, Sayang!" seru Ocean. Dia menebar pandangan ke seantaro kamar yang luas. Kombinasi warna hitam, abu-abu tua, dan cokelat menjadikan kamar itu terlihat bold dan manly.
"I swear I can stay a week in bedroom if I have this kind of bedroom," kata Ocean.
Tentu saja. Apa yang tak ada di kamar yang memiliki guest room ini? Penghangat lantai, TV beserta home theater, mini bar dan mini freezer, iMac, dan sebagainya yang menjadikan kamar ini layaknya studio apartment. Ocean terlalu sibuk mengagumi sampai tak sadar Wifo sudah mengunci pintu dengan password.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guilty Pleasure
Romans(18+) Wifo Álvarez adalah segala yang Ocean Vásquez impikan dalam hidupnya. Pesona yang tak bisa ditolak. Racun yang menjerat bagai magnet. Bahaya tanpa tanda peringatan di dalam lingkaran setan. Ocean menginginkan cinta Wifo. Sayangnya, bukan cin...
