Maybe I'm the sinner and you're the saint
Gotta stop pretending what we ain't
Why we pointing fingers anyway
When we're the same
Break up, make up
Total waste of time
Can we please make up our minds and stop acting like we're blind?
Boy, you know I'll be saving my love for you
'Cause you're the best mistake I've ever made
🎶Best Mistake🎶
—————————————————————
UP next chapter = 65 VOTES buat chapter ini + 4.205 VOTES buat overall chapters.
Welcome buat pembaca baru GP! Thank you udah bikin total VOTES overall chapters lumayan melonjak dari target! Stay tuned!
-🖤🖤🖤-
Ocean terperanjat. Dia terkurung oleh cara Wifo menatapnya, terkunci oleh ucapan Wifo yang entah bagaimana mengirimkan ketakutan tersendiri untuknya.
"Nggak, nggak," kata Ocean sambil menggeleng. Tubuhnya mulai kembali terasa lemah. Dia yakin panasnya naik, entah karena ucapan Wifo barusan atau karena dia lelah menangis sejak tadi.
Meski begitu, Ocean tetap mengumpulkan kesadaran untuk meluruskannya pada Wifo. "Itu nggak benar. I wouldn't have broken up with all of my exes if that was what I wanted!"
Wifo membuang pandangan pada kemacetan di depannya.
"Kasih aku kesempatan, Be. Aku janji bakal lebih ngehargain kamu ke depannya."
Wifo tersenyum miring. "How?" tanyanya sambil melirik Ocean. "Hargain diri sendiri aja lo nggak bisa."
Ocean terhenyak. "Apa maksud kamu... aku nggak punya self-respect?"
"You won't do what you did if you have it on you," kata Wifo. "Lo juga masih sebebas yang lo mau. Nggak ada batasan seolah nggak ada bedanya lo udah punya pacar sama nggak. You still like to draw attention to yourself yang bikin orang lain ngerasa gampang aja buat deketin lo karena lo sendiri nggak keberatan. Buat apa lo minta status hubungan kalo emang masih mau sebebas itu?"
Ocean tertegun. Pikirannya mulai mempertanyakan apa benar Ocean begitu?
"Make me think that was probably why you always ended up with bad guys."
Ocean memaksa matanya yang terasa berat untuk tetap membuka lebar ketika memprotes, "Apa? Nggak, ya, Be! Gimana bisa kamu nyalahin aku atas sikap brengsek mantan-mantanku? Dasarnya emang mereka yang nggak bener, kok. Aku selalu putus karena kalo nggak mereka minta lebih, ya, mereka selingkuh! Kenapa jadi aku yang salah?"
"Because it happened multiple times," kata Wifo. "Lo disakitin, diperlakukan nggak bener sampe lo mutusin mereka, tapi berikutnya yang lo cari yang model begitu lagi, kan?" tanya Wifo. "Antara lo nggak pernah belajar dari pengalaman atau emang begitu tipe lo".
"Nggak bener, Be!" bantah Ocean. "Ambil contohnya kamu! Kamu beda dari mereka!"
"Nyatanya lo nggak bisa liat itu, kan?" tanya Wifo, otomatis membungkam Ocean. "Lo nggak puas dengan gue yang baik-baik aja. Jadinya lo yang berontak. Lo bisa baik-baik aja saat dapat pacar brengsek dulu, tapi lo malah bertingkah saat dapat gue yang berusaha perlakukan lo sebaik mungkin. Apa namanya kalo emang bukan tipe lo cowok-cowok brengsek?"
Ocean menggigit bibir, lagi-lagi tak mampu membantah. Kenapa setiap kali Wifo mengemukakan argumennya, cowok itu selalu berhasil membuat Ocean mempertanyakan dirinya sendiri? Ah, lama-kelamaan Ocean mulai berpikir dia yang memang tidak waras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guilty Pleasure
Romance(18+) Wifo Álvarez adalah segala yang Ocean Vásquez impikan dalam hidupnya. Pesona yang tak bisa ditolak. Racun yang menjerat bagai magnet. Bahaya tanpa tanda peringatan di dalam lingkaran setan. Ocean menginginkan cinta Wifo. Sayangnya, bukan cin...
