28. Throwback: Dinner Party

3.5K 322 684
                                        

🎶 String Quintet in E Major🎶
                                       
—————————————————————

Kalau rame yang tinggalin jejak, aku UP lebih cepat deh next chapter-nya! VOTE, okay?

-🖤🖤🖤-

Sekitar 3 bulan yang lalu...

"Sayang, kamu ingat Glee?" tanya Audrey begitu Wifo tiba di hadapannya. Audrey menarik lengan Glee lembut dan mendekatkannya sedikit ke arah Wifo. "Temen kecil kamu. Dulu sering main ke rumah kita sama orangtuanya. Sekarang lagi liburan ke Jakarta."

"Sure," jawab Wifo seadanya selagi menyambut uluran tangan Glee. "It's a pleasure to see you again, Glee," katanya sebelum menarik tangannya dari jabatan Glee.

Glee tersenyum manis, lalu menelisik Wifo dari bawah sampai ke atas. Decakan kagum terucap dari bibirnya. "Wow, look at you. You look grown up. Mana tinggi banget, lagi."

"Puberty hits him like a truck, huh?" canda Audrey.

"Tepatnya upgrade, Tante," kata Glee sambil tersenyum hangat. "He's always been so charming even from he was a kid," kata Glee membuat Audrey tertawa. "Yang bikin aku penasaran itu apa Wifo masih pendiam? He used to be so silent. Gimana sekarang?"

"Ah, nggak lagi, dong. Anaknya humble sekarang. Seneng bergaul juga. Ya, kan, Sayang?" kata Audrey yang hanya ditanggapi Wifo dengan senyum kalem.

"Bagus kalo gitu. Kita nggak perlu ngelewatin fase awkward baru ketemu setelah sekian lama nggak ketemu," ujar Glee yang direspons Wifo dengan anggukan kecil.

"Wifo ajakin Glee ke ruang makan, ya, Sayang?" kata Audrey.

Wifo mengangguk, lalu memberikan lengannya kepada Glee selagi berkata, "Shall we?"

Glee tersenyum, lalu menggandeng lengan Wifo, tak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari balik dinding. Sepasang mata milik seseorang yang ikut melangkahkan kaki, mengikuti Wifo yang membawa Glee dengan gagah dengan di lengannya.

Suasana di ruang makan terlihat lebih meriah dibandingkan biasanya. Hanya ada Audrey, Wifo, Zavy, Glee, dan Veena, tapi obrolan Audrey dengan Veena cukup untuk membuat suasana terasa ramai, terlebih ditambah musik instrumen klasik dari grand piano yang dimainkan oleh seorang pianist. Ini bahkan masih acara makan sebelum pesta utama digelar nanti malam.

"Aku pikir pas kalian pindah ke Singapore, Glee ikut stay di Singapore, Vee," kata Audrey membuat Veena tersenyum. "Kalau aku tau Glee disekolahin ke NYC dari SMP, Wifo dulu juga di NYC aja, nggak usah di LA. Biar kalian bisa satu sekolah di US."

"Ah, jangan, Tante. Pas SMP tuh Glee cupu banget. Belajar terus sampe nggak ada waktu buat diri sendiri dan segala macam perawatan. Bisa-bisa Wifo ilfeel dan nggak mau temenan," gurau Glee.

"Udah bagus sekarang aja ketemunya, gitu?" tanya Veena. "Udah cantik dan bikin terpikat?"

Glee merona. "Nggak gitu juga, Ma," sanggah Glee sambil melirik Wifo sedikit.

"Jangan merendah. Memang Glee cantik, kok," puji Audrey. "Ya, kan, Wifo?" tanya Audrey sambil melirik Wifo dengan alis terangkat, memberi isyarat agar Wifo segera menyetujuinya.

Wifo tersenyum seadanya sambil mengangguk, lalu mengambil gelas, memutuskan untuk menyibukkan diri dengan minum saja ketimbang harus mengeluarkan suara.

Guilty PleasureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang