Di sebuah cafe bernama Delicio Bakery & Cafe—yang berlokasi di Cakranegara, Kota Mataram. Suasana di sini begitu menenangkan dan terasa sekali nuansa jaman dulu. Sebab ornamen cafe ini sebagian besar terbuat dari kayu. Benar. Sulit mencari cafe se aesthetic ini. Karna sebagian besar memang mengikuti gaya modern. Entah itu ala-ala Jepang, Korea, dan lain-lain. Tempat duduk berupa gazebo itu pun menjadi pilihan mereka untuk berkumpul sekaligus bersantai. Bertemu teman lama memang sesuatu sekali. Siapa lagi kalau bukan Adhitama, Ares, Barra, dan Keanu. Oh, jangan lupa, si pencemburu dan protektif Noah. Dia juga ada di sini.
Di sini terdapat beberapa menu andalan seperti: Es Coffee, Lombok Coffee, Beef Fried Noodle, Cumi Merica Pedas, dan masih banyak lagi. Hm, kalau favorit Ares sih udang. Coba kita liat, di sini untuk udang, ada menh apa aja?, batin Ares. Udang goreng mutiara salad sama udang masak telur asin doang?, gumam Ares. Ia merasa tidak yakin akan citarasa dari dua menu tersebut. Lalu, ia pun memutuskan untuk melihat-lihat menu lain. Setelah melihat-lihat daftar menu, pilihan Ares pun jatuh pada Cumi Merica Pedas dan Cumi Cah Jamur.
Semua list pesanan mereka mulai dari: Sirloin Steak, French Union Soup, hingga Daging Sapi Ala Hongkong pun diberikan kepada si pelayan. Sedari tadi Adhitama berwajah masam. Entah apa yang membuatnya jadi seperti itu. Bahkan dia tidak menghiraukan Noah—ataupun menoleh padanya barang sedikit pun. “Ad, btw hp yang lu kasih ke gue waktu itu masih bagus. Lu nggak ada niatan buat ngambil apa yang udah lu kasih, kan?“ ucap Ares. Ia menatap Adithama curiga. Adhitama pun tersenyum miring. Heh, nih orang nggak berubah juga, ya? Masih aja songong kek dulu, batin Ares.
“Gue nggak suka ngambil sampah yang udah gue kasih ke orang lain. Terutama lu,“ ucap Adhitama. “Ad,“ tegur Noah saat ia mendengar Adhitama berbicara kasar dan tidak sopan. Adhitama memutar bola mata malas. Cih! Orang tua kuper emang nggak ngerti apa-apa, batin Adhitama. “Jangankan hp yang lu pake itu. Gue bisa beli semua conter hp. Tau nggak? Mallnya sekalian,“ ucap Adhitama menyombongkan diri, meski hal ini cuma dalam konteks bercanda. Keanu menatap Adhitama tidak suka. Entah itu memang watak asli atau bagaimana. Intinya Keanu tidak suka. “Baru segitu aja bangga. Ortu gue punya perusahaan gede aja, gue masih nguli, daripada lu? Ngemis doang, nggak mandiri, beban keluarga,“ cetus Keanu sarkasme.
Sebelum emosi Adhitama pecah. Noah pun bersuara lebih dulu. “Perusahaan? Perusahaan apa?“ tanya Noah. “Abraham Indonesia,“ sahut Keanu. “Pak Lingga Abraham?“ ucap Noah memastikan. Keanu pun menganggukkan kepala mengiyakan. Sungguh tidak disangka-sangka, ternyata Keanu adalah putera dari Lingga Abraham. “Pak Lingga itu temen bisnis papanya kakak waktu dulu beliau masih hidup. Tapi, alhamdulillaah ampe sekarang pun kerja sama masih tetap terjalin dengan baik,“ ucap Noah. Keanu beroh ria. Jodoh nih bisa ketemu temen bisnis papa di mana-mana he he he, batin Keanu. Jangan lupa dengan kebiasaan Keanu—yang suka meminta uang itu hahaha. Kalian belum tau, kan?
“Serius deh gue pikir lu becanda, ngab. Kalo diliat dari muka mah, lu nggak ada tampang buat posisi di bawahnya Keanu. Asli nggak percaya gue,“ ucap Ares. Secara Barra itu memiliki badan atletis, badan tinggi, meski tidak setinggi Keanu. Berbeda dengan Keanu—yang tidak terlalu gemuk, dan terkesan kurus. Dia juga memiliki paras yang sangat imut seperti seorang perempuan. Tapi, gimana ceritanya Keanu yang di atas coba?, batin Ares penasaran. “Lu tanya lah sama orangnya langsung. Mana gue tau. Kan lu sohib?“ sahut Barra. “Sohib dari hongkong? Geulud sih iya,“ ucap Ares.
Lama-lama ketegangan di antara satu sama lain mulai memudar. Kebersamaan yang ada tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Begitu hangat. Dia yang katanya perfeksionis itu; ternyata sangat murah senyum dan suka bercanda. Lihatlah bagaimana cara Noah tersenyum, dan menampakkan gigi kelincinya di balik bibirnya yang agak tebal itu. Sangat manis, bukan? Noah juga berbagi cerita hidup. Ia bercerita, bahwa dulu ia diadopsi oleh Tomo, ayah Adhitama. Setiap anak yang tidak memiliki orang tua; pasti berpikir, wah enak ya? Tinggal sama orang tua angkat yang kaya raya? Tapi, semua itu jauh berbeda dari apa yang orang kebanyakan bayangkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ares [BL]
Romance[TAMAT] Cerita ini ngambil latar belakang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Seumpama cerita ini nggak sesuai dengan ekspektasi kalian-atau kalian nganggep cerita ini jelek, karna banyak typo, nama tokoh ketuker, dan banyak tokoh di mana-mana. Darip...
![Ares [BL]](https://img.wattpad.com/cover/278638466-64-k530654.jpg)