Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°
"setelah menyatakan perasaanku, apakah ini akhir untuk kita ?" Ucap jisoo dengan intonasi yang lemah lesu.
Dan Jennie hanya menatapnya dengan tatapan mata layu. Ia tidak bisa berkata untuk sejenak.
"Lalu kau ingin kita bagaimana ? Aku tidak bisa menjadikan alasan itu menjadi hubungan antara kita harus terputus, bukan? kita sudah berteman sejak usia kita belasan tahun, ji.." balas Jennie kemudian.
"Aku tidak masalah dengan bagaimana perasaanmu padaku, namun.. terserah padamu setelah ini. Aku memang menolak karena kita teman," tambahnya terdengar menekan.
Jisoo menundukkan wajahnya, "aku sedikit menyesal telah mengungkapkannya..."
"Menyesal karena aku menolakmu?" Tanya jennie garang.
Jisoo menggelengkan kepalanya ringan, "karena pasti setelah ini kita tidak bisa sedekat sebelumnya, pasti kau akan merasa canggung jika bersamaku... Begitupun juga aku."
"Maka lupakan saja hari ini, dan bersikaplah seperti biasanya."
"Tentu tidak mudah bagiku, jen. Aku perlu waktu untuk memperbaiki suasananya.."
Hati terasa nyeri, bahkan kini jisoo tak sanggup untuk menatap Jennie.
Ternyata beginilah rasanya.
Rasa sakit yang diterima oleh orang yang ditolak cintanya. Rasanya bak tertusuk ribuan duri.
Jisoo jadi mengerti bagaimana perasaan luka di hati para pria yang sudah ia tolak setelah mereka menyatakan perasaannya padanya. Hm...
"Jisoo-ya..."
"'oh?" Jisoo mendongak seketika Jennie memanggil namanya dengan lirih.
Melihat respon jisoo, Jennie melanjutkan kalimatnya. "Aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu,"
"Katakanlah."
"Sudah tiga bulan ini, aku berkencan dengan Tae..." Ungkap jennie dengan mimik wajah skeptisnya.
"Apa?! Taehyung? Bos kita!" Kaget jisoo spontan.
Jennie mengangguk kecil sebagai tanggapan. "Maaf aku merahasiakannya darimu."
"Aku tidak masalah dengan itu. Tapi bagaimana bisa, kalian...?" Tanya jisoo penasaran,
Mengingat bagaimana sikap sang bos yang seringkali memarahi Jennie karena hasil kerjanya yang jarang dapat memuaskan sang atasan bernama Kim taehyung itu.
"Dia yang lebih dulu mengajakku untuk berkencan."
"Haeumm... apa mungkin karena benci menjadi cinta ?" Jisoo terkekeh. Mimik wajahnya berubah drastis dari sebelumnya.