1. Doctor & The Ghost

789 117 17
                                        

Happy reading ☺
———————————

-

-


Pukul dua dini hari, Jennie pulang dengan langkah lelah. Bau antiseptik masih melekat di bajunya, dan kepalanya berat seperti dipenuhi kapas basah.

Shift malam di rumah sakit seperti neraka kecil yang berulang setiap pekan—darah, tangisan, dan aroma alkohol pembersih yang melekat di rongga hidung. Satu-satunya hal yang ada di pikirannya saat ini hanyalah kasur empuk dan setumpuk mimpi yang tertunda.

*cklek*

Pintu apartemen terbuka dengan satu putaran kunci. Ruang tamu yang gelap menyambutnya, hanya diterangi oleh cahaya bulan yang menerobos dari celah jendela.

Jennie melempar tas ke sofa dan merangkak menuju dapur kecilnya, mencari sesuatu untuk diminum. Gelas hampir menyentuh bibirnya ketika ia mendengar suara... kunyahan.

Kunyahan?

Jennie menoleh. Matanya menangkap sesuatu yang membuat tengkuknya meremang—di ujung sofa, duduk seorang wanita berbaju putih dengan rambut panjang terurai, kaki bertumpu di atas meja, dan tangan yang sibuk memasukkan popcorn ke dalam mulutnya.

Jennie membeku.

Napasnya tertahan. Logikanya berusaha mengkalkulasi skenario.

Maling? Tapi siapa maling yang santai makan popcorn di rumah targetnya?

Tetangga? Tapi tidak ada yang punya akses ke apartemennya.

Hantu? Oh, sial.

Wanita itu menoleh dengan tenang, wajahnya tampak pucat diterpa cahaya redup. "Oh, kau sudah pulang?" katanya ringan, seolah mereka teman lama yang berbagi apartemen.

Trangg!

Gelas di tangan Jennie jatuh.

"Astaga! Berisik sekali sih?" Wanita itu meringis, menatap pecahan kaca di lantai seolah itu hal yang lebih mengerikan daripada keberadaannya sendiri.

Jennie tak menjawab. Kakinya melangkah mundur, tangan meraba-raba mencari sesuatu untuk dijadikan senjata.

Sumpit? Terlalu lemah.

Sendok kayu? Tidak cukup mematikan.

Pisau? Mungkin itu pilihan terbaik.

"Uh, kau mau memasak sesuatu? Atau mau membunuhku?" suara itu terdengar geli.

Jennie, yang kini mencengkeram pisau dapur dengan gemetar, akhirnya berteriak, "Siapa kau?!"

Wanita itu menatapnya dengan ekspresi bosan. "Ah, klasik sekali reaksimu. Aku sudah menunggu pertanyaan itu sejak tadi." Ia menurunkan kakinya dari meja, lalu berdiri perlahan. Jennie bisa bersumpah udara di sekelilingnya terasa lebih dingin.

"Aku Jisoo," katanya, tersenyum tipis. "Dan, yah... aku hantu yang menghuni apartemen ini."

Detik itu juga, Jennie merasa paru-parunya lupa bagaimana caranya bekerja.

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, dan sepuluh.

Selama sepuluh detik penuh, tak ada yang bergerak.

Jennie menelan ludah, otaknya masih menolak menyusun fakta. "H-hantu?"

"Ya." Jisoo mengangkat bahu, ekspresinya seperti seseorang yang mengaku sebagai pegawai kasir minimarket, bukan entitas supranatural.

♡𝐉𝐞𝐧𝐒𝐨𝐨 𝐬𝐡𝐨𝐫𝐭 𝐬𝐭𝐨𝐫𝐲 𝐜𝐨𝐥𝐥𝐞𝐜𝐭𝐢𝐨𝐧♡Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang