Eps.17

9.4K 92 5
                                        

Berbeda dengan Pira yang sibuk memikirkan cara agar PDKT nya dengan Ari diberi kelancaran.

Segala cara Pira lakukan namun respon Ari tetap sama, sedikit cuek untuknya.

Pira yang mencoba mengirimkan pesan kembali ke Ari akhirnya dibalas oleh Ari.

Pira.
Apa yang kau lakukan??

Ari.
Aku sedang membuka link, ini sangat susah, temanku meminta bantuan !!

Pira.
Link apa ?? Boleh aku lihat??

Ari.
Kau ingin membantuku?

Pira.
Aku akan menerimanya jika kau yang mengirimnya, aku akan membantu jika aku berhasil membukanya untukmu.

Ari.
Baiklah, aku tidak tau ini link apa !!!
Www.https.xzero.com

Pira.
Aku akan mencoba dulu.

***

Aah..sepertinya aku mengenal Link ini tapi dimana aku melihatnya ?? Tampak Pira berpikir keras dimana ia pernah melihat tulisan yang tidak asing baginya.

Dan tiba-tiba Pira terpikir Mora yang sudah biasa meretas link dalam bentuk apapun pasti akan mudah terbuka.

**

Pira.
Mora?? Apa kau sibuk?? Cepat bantu aku membuka link ini, akan aku TF 1juta untukmu jika kau berhasil membukanya untukku.

***

Mora yang pamit ketoliet dengan meninggalkan ponselnya diatas meja..

Ting..ting..ting..

Sudah 3x berbunyi membuat Bara penasaran dengan Pesan yang masuk itu.

Dengan sedikit berdiri, Bara melihat nama yang tertera Anak kecil, membuat Bara makin penasaran.

Melihat ada link yang membuatnya semakin dibuatnya penasaran.

Isengnya Bara mala memfoto notif yang masuk keponsel Mora itu dengan Ponsel miliknya sendiri.

***

Mora yang membuka pintu, membuat Bara kaget dibuatnya.

*

Apa sudah selesai?? Tanya Bara mengurangi rasa kagetnya.

Iya sudah ?? Apa kita pulang ?? Tanya kembali Mora yang bingung harus kemana lagi setelah ini.

Apa kau mau menonton bioskop bersamaku?? Tanya Bara melihat lawan bicaranya.

Aku tidak keberatan selama itu bukan horor, aku sedikir penakutan, ku sarankan pilih yang romance hahah.. tawar Mora yang disetujui Bara.

Itu tadi..sepertinya ponselmu ada notif sedari tadi. Iseng Bara mengalihkan pembicaraan.

***

Setelah Mora melihat ponsel ternyata sahabatnya meminta bantuanya.

Aku akan membukanya setelah tiba di Apartemen saat ini aku sedang menonton bersama Bara dan ku mohon jangan ganggu aku. Balas Mora yang menohok.

***

Ayo keluar.. ajak Mora sambil mengambil tas jinjitnya.

Keluar?? Kemana?? Ohh.. menonton film?, Kita tidak perlu keluar karna ruangan ini juga ada bioskop pribadi didalamnya, ayo ikut aku. Ajak Bara.

Ahh..benarkan?? Aku baru melihat ada ruang makan sekaligus bioskopnya !! Langkah Mora yang mengiringi Bara.

Haha..benarkah?? Jawab Bara seolah tidak tahu menahu, Padahal ruang makan itu khusus  dirancang Bara agar ia tak perlu capek-capek lagi jika ingin menonton film bersama temannya.

***

Bara memanggil pelayan untuk memutar film yang bergenre romance sesuai permintaan Mora.

Dan tak lupa juga Bara memesan popcron berserta coca-cola.

Selama pemutaran tidak terjadi apa-apa, satu sama lain saling menghayati film yang sedang ditayangkan itu.

***

Berbeda dengan Mora yang mencoba menahan sesuatu dibawah sana yang akan meledak.

Mora yang sangat sensitif dengan melihat hal-hal yang berbau sedikit terbuka itu.

Dengan duduk yang gelisah membuat Mora ingin cepat-cepat menyelesaikan film itu keluar dan pulang keApartemennya.

Mora sudah tidak tahan lagi terlaly banyak adegan diluar dugaanya mulai dari berpelukan,ciuman,serta adegan ranjang yang tak satu pun diskip oleh Bara.

***

Bara yang mulai menghayati film itu pun berpindah pandangan melihat Mora yang sudah gelisah.

Dan Bara yakin kalau Mora sudah berada didunianya sendiri, menahan sesuatu yang menurutnya sudah tak lazim lagi.

Yaa..Bara mengetahui betul kenapa Mora bertingkah seperti itu.

Niat Bara ingin menenangkan Mora, namun berdampak terbalik bagi Mora.

Bara menyentuh kulit tangan Mora yang sedikit bergetar, Akibat menahan hasrat yang belum tertuntaskan.

Sontak Mora menghadap Bara, dan melepaskan kembali tangan Bara yang berada diatasnya.

***

Apa kita sudahi saja menontonya?? Tanya Bara mengkhawatirkan Mora yang sudah pucat pasi.

Apa aku boleh ke toilet? Jawab Mora memelas.

Melihat wajah Mora yang begitu Imut dimata Bara, membuat Bara menarik tekuk Leher Mora dan memberikan kecupan ringan dibibir Mora yang merah marun itu.

Kaget dengan tingkah Bara, Mora langsung mendorong Bara yang tepat berada didepannya.

***

Kau boleh ketoilet Mora, Apa perlu ku temani agar tidak ada yang mengganggumu?? Karna saat ini kau begitu menggemaskan ?? Aku tak ingin terjadi apa-apa denganmu?? Pinta izin Bara.

Benarkah?? Apa begitu nampak?? Tanya Mora yang melupakan kejadian yang baru saja ia alami.

Eehmm..begitu dan sangat sangat jelas. Iseng Bara karna ia tak ingin satu orangpun melihat Mora yang sedang menahan hasratnya.

***

Bara sebenarnya tahu apa yang terjadi dengan Mora, hanya saja Bara tak ingin tergesa-gesa atas tindakannya, baginya dengan mengecup bibirnya saja ia sudah puas.

Secret room X [ Tamat ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang