Ch.01 - Takdir

8.3K 361 25
                                        

Dentuman musik keras memekakkan daun telinga, begitu banyak manusia setengah sadar yang tengah menari meliuk-liukkan badan mereka di atas lantai dansa mengikuti iringan lagu yang di putar. Terlalu padat, sesak dan saling bersentuhan satu sama lain bahkan dengan orang asing yang baru saja dikenal.

Bukan pemandangan aneh.

Inilah club malam.

"Kau terlihat gelisah, mencari sesuatu ?"

Pria dengan surai hitam yang bernama Song Mingi memegang segelas whiskey di tangan kanannya. Ia sudah mengamati San sedari tadi, sahabatnya terus menoleh ke sekitar seolah ingin mencari sesuatu di diantara banyaknya kerumunan manusia-manusia.

"Hmm ... aku sedang mencari seseorang."

"Seseorang, siapa ?" Alis Mingi terangkat.

Senyum kecil tertarik di bibir San. "Entahlah."

"Jawaban macam apa itu ? Mencari seseorang, tapi kau tidak tahu siapa ? Itu terdengar ambigu, dude."

Pria lain yang duduk di sebelah Mingi menyenggol lengannya, "Sudah aku bilang, kan ? Anak ini lama-lama semakin aneh ! Apa dia terlalu lama kesepian sampai seperti ini ? Aku mulai khawatir," bisiknya.

"San-ah ... kau baik-baik saja ?" tanya Mingi lagi.

"Ya, kenapa ?"

"Jujur kau mulai membuatku khawatir. Kau aneh."

"Aku ?"

Si Song mengangguk. "Kau meniduri sembarangan orang yang kau temui di club. Aku hanya takut kau tidak bisa mengontrol diri dan malah tidak sengaja berakhir menghamili anak orang. Itu kabar buruk."

Menghamili anak orang ? Yang benar saja.

San sangat berhati-hati setiap berhubungan badan dengan seseorang. Itu pasti tidak mungkin terjadi.

Mingi kembali meneguk whiskey-nya. "Orang yang kau cari itu siapa ? Apa dia alasan dari semua ini ?"

Ya, sesuatu menganggu San sejak malam itu.

'Aghh ... hahh ... '

Desahan laknat itu terus mengaung di telinga San, mengganggu semua aktifitas dan bahkan membuat San hilang kendali. Siapa sangka, malam panasnya dengan pemuda asing yang tidak sengaja ia lihat di lorong toilet club sangat membekas di memorinya.

Setiap detail tentang pemuda itu, San ingat jelas.

Wajah manisnya.

Seringaian mengejeknya.

Suara merdunya.

Bahkan sampai titik hitam yang ada di bibirnya.

Kenapa ? San juga tidak tahu.

Awalnya, San kira ini hanya penasaran sesaat, tapi nyatanya rasa penasaran itu justru menghantuinya tanpa henti. Rasa ingin bertemu mengusik hatinya.

'Your sex, sucks ... '

San selalu tertawa setiap mengulang kalimat itu di ingatannya. Sepanjang hidup, pertama kalinya San mendengar seseorang mengatainya, payah. Ayolah, San yakin tidak ada satu orang pun yang tidak suka bermain dengannya. Bahkan ia bisa bertaruh kalau ia lebih hebat di bandingkan kedua sahabatnya ini.

Song Mingi dan Choi Yeonjun.

"Dia ... sedang tertawa sendirian, kan ?"

Yeonjun mulai menyenggol lengan Mingi meminta pendapat. Keduanya memasang wajah ngeri ketika mendapati San tersenyum geli seperti orang bodoh dengan pandangan yang menatap kosong kedepan.

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang