San memarkirkan mobil tepat didepan gerbang keluar sekolah, dimana seluruh pasang mata bisa melihat eksistensinya. Ia mendudukkan diri pada kap mobil sembari melipat kedua tangan didada. Pandangannya menelisik satu persatu manusia yang melewati gerbang, memastikan sang pujaan hati ada diantara banyaknya kerumunan orang.
San mengabaikan tatapan penuh tanda tanya dari beberapa orang yang melewatinya. Dengan kemeja putih yang digulung keatas dibagian lengan dan dua kancing teratas dibiarkan terbuka. Aura mahal dan tampannya berhasil menarik perhatian orang-orang. Tidak ada manusia disini yang jauh lebih mencolok dibanding pria itu. Tidak ada yang lain.
Senyum merekah dibibir San ketika ia menangkap sosok seorang pemuda yang baru saja keluar dari pintu. Itu dia, sang kekasih—mungkin—pemuda itu sedang berjalan bersama seseorang disampingnya. Seorang wanita dengan rambut kuncir kuda yang tertawa ceria menanggapi ucapan Wooyoung. Ya, keduanya terlihat begitu dekat. San tahu dari cara Wooyoung yang tidak keberatan saat wanita itu memukul manja lengannya saat mereka bercanda.
Sedikit panas, bibir San turun kebawah menahan rasa cemburu yang mendadak datang. San tahu ini terdengar berlebihan tapi sungguh ia tidak suka. Insting tajam San memberi tanda bahaya kalau wanita itu menyukai Wooyoung-nya. Konyol memang, tapi entah mengapa San begitu yakin dengan kata hatinya yang satu ini. San cemburu.
San melambaikan tangan ketika mata Wooyoung menemukannya. Pemuda itu membalas dengan melambaikan tangan juga dan ya, suasana hati San berubah setelahnya. San puas ketika wanita yang sedari tadi mengekori Wooyoung terlihat kecewa disaat pemuda itu berlari kecil kearahnya. Ia sudah merentangkan tangan, bersiap untuk menerima sebuah pelukan hangat, namun Wooyoung hanya berjalan melewatinya menuju mobil tanpa melirik.
Wooyoung dengan wajah polos tidak bersalahnya mengabaikan San. Pemuda itu membuka pintu lalu duduk dikursi penumpang seolah tidak ada hal aneh terjadi beberapa detik lalu. Beruntung San sudah mulai terbiasa dengan sikap pemuda itu.
"Aku merindukanmu," ucap San manja.
"Bukannya kita baru bertemu tadi pagi ?"
Sudah dua hari ini San mengantar Wooyoung ketempat kerja. Keduanya selalu bertemu setiap malam dan banyak menghabiskan waktu bersama. Meskipun masih terhitung hari, Wooyoung yakin keduanya bahkan jauh lebih sering bertemu dibandingkan pasangan suami istri sungguhan.
"Bersikaplah sedikit lebih romantis." San menoleh, menghadapkan wajah sepenuhnya pada Wooyoung yang kini hanya terfokus pada ponselnya. "Jung Wooyoung-ssi, aku juga ada disini. Tidak bisakah kau memberikanku perhatian lebih dulu sebelum ponselmu itu ? Kau bahkan bisa terlihat begitu ceria dan tertawa lebar saat bersama wanita tadi, tapi sekarang kau justru malah mengabaikanku ? Katakan, apa aku ini benar-benar kekasihmu ?"
Pemuda itu mengerutkan dahi, masih dengan fokus tertuju pada ponsel. "Wanita ? Yang mana ?"
"Yang mana ? Tentu saja yang jalan disampingmu tadi. Kalian berdua terlihat serasi," sarkas San.
"Ah, Hyunjin ?"
"Tidak tahu. Mau itu Hyunjin, Hyenjin, aku tidak peduli, aku hanya ingin kau tahu, aku cemburu."
Wooyoung menyeringai tipis dibalik wajahnya. Melihat San seperti ini menjadi hiburan tersendiri untuknya. Pria itu nampak lelah, seharian bekerja banyak menguras otak dan tenaga. Sebenarnya, banyak hal yang ingin Wooyoung lakukan untuk menyenangkan hati San, namun lagi-lagi ia selalu kesulitan untuk mengekspresikan dirinya sendiri.
Bagaimana kalau perhatian Wooyoung malah akan membuat pria itu risih pada sikapnya nanti ?
"Jadi, kapan kita bisa pulang ?" alih Wooyoung.
"Tsk, aku tahu kau tidak akan menjelaskan apapun, tapi paling tidak katakan sesuatu seperti 'oh kami hanya teman' atau 'dia bukan siapa-siapa'." San menyalakan mesin mobil dengan bibir yang terus menggerutu sebal, ia tidak melihat Wooyoung yang sedang mentertawakan tingkah kekanakannya dari tadi. "Kau beruntung karena aku bahkan tidak bisa marah meskipun aku kesal. Percayalah, tidak akan ada orang yang bisa menghadapi sikapmu ini, jadi jangan pernah berpikir untuk berpaling kelain hati. Apalagi berpaling ke wanita tadi. Kau harus t— "
![Desire | WOOSAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/356043060-64-k87004.jpg)