Ch.42 - Peringatan

1.3K 110 11
                                        

Wooyoung tidak bisa tertidur kemarin malam, kantung matanya begitu berat namun anehnya ia sama sekali tidak merasa mengantuk. Pikirannya terus bekerja hingga ia tidak punya waktu untuk sekedar beristirahat. San sempat khawatir melihat kondisi Wooyoung dan memintanya untuk tidak pergi bekerja hari ini, tapi pemuda itu menolak. Wooyoung tidak ingin di tinggal sendirian, itu hanya akan membuatnya kembali memikirkan kemungkinan hal-hal terburuk yang akan terjadi.

Dan berakhir disinilah Jung Wooyoung sekarang, menghadapi kemungkinan buruk yang ia maksud.

Wooyoung tidak mengerti, entah mengapa hari ini suasana sekolah begitu berbeda. Wooyoung dapat merasakan seluruh pasang mata yang melaluinya melirik dengan tatapan menghakimi. Bahkan saat Wooyoung sudah duduk dimejanya, ia masih dapat mendengarkan bisikan samar-samar dari belakang seolah mereka sedang bergosip tentangnya. Nama Jung Wooyoung tersebut beberapa kali dari bibir mereka, meskipun ia sendiri tidak tahu jelas apa yang sedang mereka bicarakan disana. Hanya saja, perasaan Wooyoung sangat buruk tentang hal ini.

"Wooyoung-ah." Kedatangan Hyunjin dengan ekspresi kalut itu semakin meyakinkan. "Apa, kau sudah melihat berita di portal sekolah hari ini ? Katakan padaku kalau kau belum membacanya."

"Ya, belum. Ada apa ?"

Wanita itu mendekat, berbisik dengan nada ketakutan. "Jangan dibuka. Jangan dibaca."

Larangan adalah perintah. Semakin Hyunjin berkata seperti itu, semakin Wooyoung penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Wooyoung yakin ini ada hubungan dengan dirinya. Semua orang bersikap aneh, tentu saja ia curiga. Dengan cepat Wooyoung membuka komputer yang berada diatas mejanya, membuka laman sekolah khusus untuk para guru dan—BOOM—foto dirinya menjadi bagian pertama yang muncul dihalaman utama bersama dengan seorang lelaki yang familiar.

Seo Cbangbin. Pria itu ada didalam foto bersama dengan Wooyoung. Tidak hanya satu, tapi puluhan foto. Tunggu—itu adalah foto-foto mereka berdua saat masih berkencan dulu. Terlihat bahagia dan Wooyoung tersenyum sangat cerah sekali disana.

"I–ini, ... bagaimana ... ?"

Tangan Wooyoung menggeser kursor dengan getaran hebat. Wooyoung tidak percaya dengan apa yang ia lihat hingga berkali-kali ia mencoba membuka tutup laman yang sama. Tidak, ini tidak mungkin terjadi. Bajingan itu benar-benar berniat menghancurkan kehidupan tenang Wooyoung. Changbin tahu lebih banyak dari yang Wooyoung pikirkan. Dimana tempat tinggal Wooyoung dan dengan siapa Wooyoung sedang berkecan sampai dimana Wooyoung bekerja sekarang. Ini gila.

Maksudnya, bagaimana bisa ? Darimana bajingan itu mendapatkan semua informasi ini. Bagaimana caranya pria itu memiliki akses sampai ke laman sekolah yang bahkan sangat privasi seperti ini ?

"Wooyoung-ah, kau baik-baik saja ?" Hyunjin menyentuh pundak pemuda itu khawatir. "Aku rasa ini hanya editan seseorang yang tidak punya kerjaan, jadi tidak perlu terlalu kau pikirkan."

Seo Changbin gila. Pria itu bahkan memposting foto saat keduanya berciuman. Bukankah foto ini terlalu jelas dan nyata untuk sekedar dianggap editan belaka ? Jantung Wooyoung berdetak begitu cepat, keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya. Kini semua orang akan tahu kalau ia menyukai seorang pria. Kini seluruh penghuni sekolah akan tahu kalau Wooyoung seorang—gay.

Apa yang akan mereka pikirkan ? Mungkin foto-foto ini tidak seburuk yang Wooyoung bayangkan, tapi tetap saja ia belum siap menerima hujatan. Wooyoung sudah berusaha menyimpan fakta ini sendirian selama bertahun-tahun dan kini bajingan Changbin malah membongkarnya dengan jelas.

Beruntung saja Changbin masih cukup waras dengan tidak memasukkan foto-foto aneh didalam. Seperti saat Wooyoung diikat dengan rantai, atau hal-hal berbau seksual lainnya. Sungguh ia rasa ia akan pingsan ditempat kalau itu sampai terjadi.

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang