Yunho membuka mata perlahan ketika bias cahaya menembus kelopaknya. Hal pertama yang berhasil ditangkap kelereng Yunho saat ia mulai terbangun sepenuhnya adalah dada telanjang seorang pria yang berada tepat didepannya. Yunho mengangkat wajah, tidak begitu terkejut ketika ia mendapati sosok Mingi yang sedang tertidur dengan pulas di sampingnya. Tangan kekar pria itu memeluk tubuh telanjang Yunho yang hanya terbalut selimut tebal dengan posesif. Tidak mungkin. Ini sudah gila.
Yeah, they had sex together last night.
Yunho masih mengingat dengan jelas setiap detik moment yang terjadi. Ketika Mingi mengendarai mobilnya secara ugal-ugalan di tengah malam. Ketika Mingi menyentuh tubuhnya tidak sabaran begitu keduanya sampai dirumah pria itu. Ketika Mingi mencumbui bibirnya dengan rakus seperti tidak ada lagi hari esok. Ketika Mingi menelanjangi tubuh keduanya dan menerjangnya begitu hebat di atas kasur. Yunho secara sadar tahu apa yang telah mereka lakukan kemarin malam. Dan ia menyesali.
Yunho rasa dirinya sudah terlalu larut dalam emosi kemarin. Harusnya Yunho menghentikan Mingi, harusnya ia tidak ikut terbawa suasana dan malah membiarkan hal ini terjadi. Yunho merasa bersalah karena ia seperti sudah memanfaatkan Mingi demi meluapkan kesedihannya. Ini salah, Mingi seorang laki-laki normal dan Yunho baru saja menarik pria itu ke lubang kotor bersamanya. Yunho menyesal.
Suara dengkuran halus itu begitu damai. Yunho merasakan sesuatu bergejolak di dalam dirinya ketika ia menatap wajah tampan Mingi. Sentuhan lembut Mingi di tubuhnya begitu membekas di benak Yunho. Bahkan bulu kuduknya meremang ketika ia mengingat kembali bagaimana tubuh berotot itu menghujamnya dengan hebat kemarin.
Tidak, tidak, harusnya tidak seperti ini.
Yunho memejamkan mata erat ketika rasa sakit menerjang kepala dan seluruh tubuhnya. Yunho malu dengan dirinya sendiri, apa yang harus ia lakukan setelah ini ? Yunho baru saja mengakhiri hubungan dengan Kim Hwiyoung dan sekarang ia sudah terbangun di ranjang bersama pria lain. Yunho merasa seperti seonggok sampah sekarang.
Lantas apa bedanya Yunho dengan Hwiyoung ?
Yunho bergerak perlahan dari posisi berbaringnya, mengangkat lengan kekar yang memeluknya hati-hati agar Mingi tidak terbangun. Yunho memakai kembali pakaiannya dengan sedikit terburu-buru disaat keadaan kamar benar-benar kacau. Sebelum pergi, Yunho sempat duduk di tepi ranjang untuk memperhatikan wajah damai Mingi sekali lagi. Pria itu masih menutup kelopaknya dengan tenang.
"Terima kasih," bisik Yunho.
Awalnya Yunho memiliki penilaian yang buruk terhadap Mingi. Pria itu terlihat menyebalkan dan brengsek karena Yunho sering mendapatinya main dengan wanita-wanita di club malam. Entahlah, tidak tahu sejak kapan pemikiran dan pandangan Yunho mulai sedikit berubah tentang sosok Mingi. Pria itu tidak seburuk yang ia pikirkan selama ini.
Yunho tidak mengatakan ini karena ia memendam rasa suka pada Mingi atau sebagainya, ia hanya merasa berterima kasih karena pria itu cukup banyak membantunya untuk satu dan lain hal.
Andai saja malam kemarin tidak terjadi, Yunho tertarik untuk mengenal Mingi sedikit lebih dalam, tentu saja sebagai seorang teman. Bukan romansa.
"Aku harap kita tidak bertemu lagi."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.