Ch.88 - Will You Marry Me ? [End]

2.9K 120 53
                                        

Ini semua masih terasa seperti mimpi.

Rasanya Wooyoung masih sulit untuk percaya Choi San ada didepannya. Wooyoung berulang kali terus mengingatkan diri sendiri kalau semua kenyataan.

San ada disini, sedang menggenggam tangannya.

Pria itu sedari tadi menatap Wooyoung dengan pandangan memuja yang masih sama seperti dulu.

"Aw ! Kenapa mencubitku ?!" San memekik saat Wooyoung menarik kedua belah pipinya kencang.

"Aku takut ini hanya mimpi."

Pria itu menundukkan wajah, mensejajarkan posisi mata, lalu tersenyum manis. Wooyoung terkesima bagaimana San sama sekali tidak berubah sedikit pun dari satu tahun yang lalu. Pria itu masih Choi San yang sama seperti yang Wooyoung kenal dulu.

Tatapan matanya.

Senyuman manisnya.

Sampai dengan setiap detail kecil sentuhannya.

Semua yang San lakukan masih memberikan rasa yang sama untuk Wooyoung. Hangat dan nyaman.

"Aku merindukanmu," gumam Wooyoung.

Pria itu mengelus puncak kepala Wooyoung. "Aku tahu. Aku juga merindukanmu. Young-ah, ... maaf karena aku terlambat, kau boleh meluapkan semua kekesalanmu padaku. Seharusnya aku pulang lebih cepat. Harusnya aku tidak membuatmu menunggu sampai terlalu lama seperti yang kau lalui saat ini."

"Ya, kau benar, aku kesal. Kenapa kau tidak mau menghubungiku sama sekali ? Satu kali pun tidak."

San menarik pemuda itu untuk kembali masuk ke dalam pelukannya. "Maaf, aku janji aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi setelah ini. Aku tidak akan pergi kemana-mana lagi, aku janji padamu."

Wooyoung baru saja berhenti menangis beberapa menit yang lalu, tapi sekarang genangan air sialan itu kembali menumpuk dipelupuk matanya. Entah apa masalahnya, sisi emosional Wooyoung seakan tidak bisa di terkontrol kalau itu tentang Choi San.

Wooyoung hanya ingin kekasihnya itu tahu kalau selama ini ia benar-benar sangat tersiksa dengan perpisahan mereka dan ia sangat merindukannya.

"Young-ah, ... can I kiss you ?"

"Aku masih marah padamu, tapi ... yes, you can."

Telapak hangat San menangkup pipi Wooyoung, pria itu mempertemukan bibir mereka untuk yang pertama kali setelah satu setengah tahun lamanya.

San merengkuh tubuh Wooyoung, meremas kedua sisi pinggang ramping pemuda itu dengan telapak tangan menahan bagian belakang tengkuknya. San melumat bibir Wooyoung dengan sedikit bernafsu.

Rasa manis itu masih sama.

San mengangkat tubuh ringan Wooyoung dengan bibir yang masih saling bertautan lalu menuntun keduanya menuju ranjang. Pria itu duduk di tepi dengan Wooyoung di atas pangkuannya. Ciuman basah itu perlahan semakin intens dan liar. Lidah keduanya saling bertautan, mendecap rasa manis saliva masing-masing dengan sedikit tak sabaran.

Maklum saja, rasa rindu yang menyiksa ini sudah tertahan sekitar satu setengah tahun lamanya.

"Hah ... "

Wooyoung mendesah ketika ciumannya terlepas.

Sedikit kecewa, tapi pemuda itu merasa rongga di dadanya mulai kehabisan pasokan oksigen. Mata Wooyoung terpejam, menikmati sentuhan jemari San diwajahnya. Pria itu menyisir surai hitamnya, membelai pipinya halus, lalu mengusap bibirnya yang terlihat sedikit bengkak setelah sesi ciuman.

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang