"Kau yakin ini sudah semuanya ?" San menenteng satu tas hitam tidak terlalu besar di tangan kirinya.
Wooyoung menganggukkan kepala yakin. "Ya, aku rasa begitu. Ngomong-ngomong kau lihat Yunho di lobby ? Kenapa dia tidak datang ? Harusnya sih dia sudah tahu kalau aku keluar hari ini, tapi aku tidak melihatnya. Ah, bahkan dari kemarin pagi malah."
San tidak terlalu mendengarnya karena pria itu lebih sibuk mengecek barang-barang Wooyoung, memastikan kalau tidak ada lagi yang tertinggal.
"Sudah coba telepon ?" balasnya acuh.
"Tidak diangkat. Apa mungkin terjadi sesuatu ?"
"Kalau begitu dia pasti sedang bersama Mingi, bedebah tengil itu juga tidak membaca pesanku."
"Benarkah ?" Wooyoung bergumam ragu sembari memakai jaketnya. "Tapi mereka berdua bukannya sedang bertengkar ya ? Apa mereka sudah baikan ? Yunho bilang mereka sudah putus, dan Mingi yang memintanya. Apa kau tahu sesuatu tentang itu ?"
Pria itu menoleh bingung. "Tahu soal apa ?"
"Mingi dan Yunho, kau juga tahu hubungan mereka kan ? Apa Mingi pernah bercerita ?"
Tentu saja, Song Mingi membuatnya terlalu jelas. Tapi San tidak pernah bertanya lebih jauh tentang hubungan mereka, yang terakhir ia tahu, keduanya hanya sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
"Kemarin Yunho bilang dia akan pergi menemui Mingi untuk menjelaskan semuanya, tapi sampai sekarang dia belum ada kabar. Aku jadi khawatir. Yunho bertengkar dengan orangtuanya, dia kabur dari rumahnya. Bagaimana kalau terjadi sesuatu ? Tadi, kau bilang Mingi juga tidak ada kabar kan ?"
Pria itu menghela nafas, kekasihnya terlalu banyak pikiran. "Apa kau khawatir kalau Mingi nanti akan melakukan sesuatu pada temanmu ? Tenang saja, aku bisa menjamin Mingi bukan orang yang seperti itu. Mereka memang bertengkar, tapi aku yakin dia tidak akan sampai hati melukai temanmu. Anak itu sangat mencintainya. Dia tidak akan gelap mata."
"Bukan begitu, hanya saja ... aku khawatir. Berbeda denganku, orangtua Yunho itu sangat menjunjung tinggi norma, kau mengerti maksudku kan ? Yunho bahkan dilarang keluar rumah setelah Ibunya tahu dia berkencan dengan Mingi, dan dia malah bodoh dan memilih kabur karena aku," jelas Wooyoung.
San mendekati pemuda manis yang sedang duduk dipinggir bangsal. "Berhenti menyalahkan dirimu sendiri, Yunho datang karena dia peduli padamu, oke ? Aku yakin dia tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri, jadi tidak perlu khawatir. Begini saja, kalau kau masih tidak tenang, kita bisa ke rumah Mingi setelah ini memastikan semuanya."
Bola mata Wooyoung berbinar. "Benarkah ?"
"Tentu saja, selama itu bisa membuatmu tenang."
"Terima kasih."
"Apa saja untukmu, sayang."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.