Ch.13 - Ciuman Pertama

2.7K 168 15
                                        

Cahaya sinar matahari yang menelusup dari sela gorden abu-abu dan membangun Yunho dari tidur manisnya. Pemuda itu menarik selimut tebal yang ada lalu menenggelamkan seluruh tubuhnya dalam balutan kain hangat saat suhu ruangan yang dingin menembus kulit. Ranjang empuk membuat Yunho enggan bangkit dari posisi tidurnya, ia masih ingin berguling-guling seharian di ranjang ini. Seingat Yunho, ranjang dirumahnya tidak pernah terasa seempuk ini. Dan juga, wewangian ruangan tidak familiar yang menusuk indera penciuman Yunho membuat dahinya sedikit mengerut kebingungan.

"Waktunya bangun, princess."

Kerutan didahi Yunho semakin dalam ketika ia mendengar suara berat yang berbisik ditelinganya. Tunggu dulu— ! Yunho rasa ia kenal suara itu.

Bola mata Yunho mengintip perlahan, ia berusaha membiasakan netranya dengan cahaya ruangan. Hal pertama yang Yunho tangkap ketika dua bola matanya terbuka sempurna adalah langit-langit kamar yang jelas bukan miliknya. Seketika saja denyutan parah menerjang puncak kepala Yunho, ingatan tentang apa yang terjadi kemarin malam menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak.

"Sudah sadar ? Kau tidur seperti babi."

Yunho menoleh ke sisi kanan ranjang, dan ya, ia menemukan sosok pelaku yang sudah membuatnya berakhir dalam keadaan seperti ini. Song Mingi.

"K–kau ? Bagaimana bisa ... ada disini ?" Yunho bertanya hati-hati. Pikiran buruknya kini sedang melayang jauh, menafsirkan segala sesuatu yang mungkin saja sempat terjadi di antara mereka saat ia sedang tidak sadarkan diri kemarin malam.

"Apanya yang bagaimana ? Ini kamarku."

Bola mata Yunho melotot lebar, tubuhnya sontak bangkit keposisi duduk tegap menatap Mingi tidak percaya. "T–tunggu ! Apa ?! I–ini kamarmu ?!!"

"Lalu, apa ini terlihat seperti kamarmu ?"

Seberapa keras Yunho berusaha merangkai satu persatu memori yang ada didalam otak kecilnya, tidak ada satu hal pun yang bisa menjelaskan apa saja yang terjadi kemarin malam. Baru sekarang Yunho mengerti bagaimana rasa frustasi karena efek kehilangan memori setelah mabuk berat.

Ini gila, terbangun dikamar orang asing tanpa tahu apa yang sudah terjadi. Yunho bahkan mendapati dirinya sedang bertelanjang dada sekarang. Cepat-cepat Yunho menarik selimut menutupi tubuhnya yang terekspos, dua bola matanya kembali melotot pada Mingi kali ini dengan sorotan menuduh. Pria itu pasti melakukan sesuatu yang buruk padanya.

Begitu pikir Yunho.

Harusnya Yunho tidak meladeni Mingi. Lihatlah apa yang terjadi, bukankah Yunho sudah pantas dicap sebagai tukang selingkuh ? Bagaimana kalau sampai Hwiyoung tahu tentang hal ini ? Hubungan mereka sudah ada di ambang tanduk, kejadian ini hanya semakin memperparah keadaan. Berbagai pikiran negatif mulai berkecamuk dibenak Yunho.

"Ayolah, tolong jangan menatapku dengan tatapan seperti itu, kau membuatku takut," ujar Mingi.

"Kau—apa yang sudah kau lakukan padaku ?"

Mingi bersikap defensif. "Apa ? Tunggu, tunggu, hah ... " Ia mendenguskan tawa hambar. "Sudah aku bilang, buang jauh-jauh pikiran negatifmu itu. Harus berapa kali aku katakan, aku ini masih suka wanita. Lagipula, aku tidak sebajingan itu untuk memanfaatkan orang saat mabuk. Sekalipun aku memang ingin melakukannya denganmu, akan aku pastikan kau dalam keadaan sadar seratus persen, oke ? Jadi, tolong hentikan omong kosong ini."

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang