Ch.12 - Whiskey

2.4K 169 5
                                        

"Hai, kita bertemu lagi."

Yunho yang sedang menyusun gelas-gelas kaca melirik sekilas pria yang baru saja menyapanya. Bola mata Yunho berputar malas setelah tahu siapa orang tersebut. 'Dia lagi,' batin Yunho, ia lebih memilih mengabaikan pria itu dan kembali fokus pada pekerjaannya sebagai seorang bartender.

"Jung Yunho-ssi, kalau ada seseorang yang sedang menyapamu, kau harus membalasnya. Itu disebut dengan sopan santun," hardik pria didepannya.

"Ya, hai," balas Yunho singkat, padat, dan jelas. Netranya bahkan tidak melirik pria itu sedikit pun.

Bagi Yunho, pria surai hitam didepannya ini aneh.

Sejak Yunho secara tidak sengaja mempergokinya bermain adegan tidak senonoh di kamar mandi, pria itu jadi sering muncul dihadapannya. Tidak berbicara banyak memang, pria itu hanya duduk manis di meja depan Yunho sembari menggoda gadis-gadis seksi yang lewat di depannya. Atau bahkan terkadang pria itu hanya duduk diam saja memperhatikan gerak gerik Yunho yang sedang bekerja tanpa mengoceh lalu pergi begitu saja.

Tentu saja Yunho sangat risih diperhatikan seperti itu. Ini seperti pria itu sedang memata-matainya.

Yunho sudah bersikap acuh, ia tidak terlalu peduli dengan eksistensi pria itu selama tidak sampai menganggu pekerjaannya. Tapi, kali ini pria itu sedang mengajaknya berbicara. Yunho yang sedang banyak pikiran terlalu malas berinteraksi dengan siapapun. Melihat wajah pria itu saja sudah cukup membuat Yunho suntuk dan malas menanggapi.

"Mau pesan apa ?" tanya Yunho basa-basi.

"Hmm, apa minuman yang kau suka ?"

"Whiskey, Rittenhouse Rye."

Tidak, Yunho tidak suka minuman itu, ia hanya asal mengucapkan brand dari salah satu botol minuman yang dapat dijangkau penglihatannya. Akan lebih baik kalau pria itu setuju, karena Yunho sedang tidak bersemangat untuk bekerja sekarang. Yunho rasa ia akan mengamuk kalau ada tamu yang sampai berani meminta minuman aneh-aneh.

"Oke, berikan aku dua gelas."

Yunho menyediakannya dengan cepat. Menuangan cairan kuning keemasan itu dalam gelas kaca lalu menghidangkannya diatas meja. Dahi Yunho mulai berkerut saat pria itu tiba-tiba mendorong salah satu gelas kaca berisi alkohol itu kehadapannya.

"Bukannya tadi kau memesan dua gelas ?"

Pria itu mengangguk, senyum tipis mencurigakan tersungging dibibirnya. "Ya benar, dua. Satu gelas untukku dan satu gelas lagi untukmu. Cheers."

"Apa ?"

Pria itu mengangkat tinggi minumannya lalu mempertemukan bibir gelas ditangannya pada gelas yang ada didepan Yunho menghasilkan bunyi—TING—dari benturan dua gelas kaca tersebut.

"Untukmu. Bukannya tadi kau bilang kau suka ? Anggap saja bayaran dariku, karena aku ingin kau menemaniku minum-minum untuk malam ini."

Yunho mendorong kembali gelas didepannya menjauh. "Terima kasih, tapi maaf, aku tidak minum saat sedang bekerja," tolaknya sopan.

"Oh come one, who cares ? Ini club malam, semua orang datang kesini untuk minum. Lagipula," Pria itu menunjuk wajah Yunho dengan jarinya. "Kau terlihat seperti orang yang sedang banyak pikiran, terlalu ketara. Percayalah padaku, alkohol ini akan membuatmu merasa lebih baik. Dan, kita juga bisa sambil mengobrol. Kalau kau butuh tempat curhat, aku bisa menjadi pendengar yang baik untukmu."

Yunho sedang tidak ingin minum. Sekedar berbagi informasi, Yunho bahkan bukan seorang peminum yang handal. Yunho bisa saja tepar dalam sesaat di hadapan pria itu. Sedikit saja alkohol sudah cukup membuat Jung Yunho kehilangan kesadarannya.

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang