Ch.83 - Trust Me 🔞

3.9K 112 9
                                        


🔞🔞🔞



Suara decapan basah mengaung di dalam ruangan remang-remang itu. San dan Wooyoung pelakunya.

Sepasang kekasih sedang bercumbu, melumat bibir masing-masing dengan rakus. Pemuda manis yang ada di dekapan San itu bersandar pada dinding di belakang, tangannya melingkar di bahu kokoh sang kekasih sambil menikmati sensasi menggilitik dari sentuhan dipinggangnya. Wooyoung menarik pria itu untuk lebih dekat tidak menginginkan satu inci pun memisahkan mereka. Jemari lentiknya berada di surai hitam San, mengacak untuk melampiaskan betapa ia suka cara San menautkan lidah mereka.

Panas. Wooyoung merasa panas di saat tangan San menyentuh kulit tubuhnya langsung. Jemari nakal yang menari di pinggangnya perlahan naik ke atas dada Wooyoung memberikan rasa memabukkan.

Wooyoung melenguh perlahan, desahannya masih tertahan karena lumatan penuh nafsu yang sedang mempermainkan bibirnya. Ia sudah tidak waras.

Wooyoung berhasil menarik nafas terengah ketika San melepas tautan bibir keduanya. Kening yang  dibiarkan saling bersentuhan dan pangkal hidung saling bergesekan. Dari jarak sedekat ini ia masih bisa merasakan hawa nafas San yang menerpa di depannya. Pria itu juga tersengal sama sepertinya.

"Shit ... " San mengumpat rendah.

San membuka bola matanya, sepasang netra gelap itu bersitatap dengan Wooyoung. Pemuda itu bisa melihat dengan jelas saat sebuah senyuman lebar terukir di bibir San. Pria itu mengulum senyuman sampai bola mata sipit itu menghilang membentuk bulan sabit. Wooyoung tidak akan berbohong kalau San berhasil kembali membuatnya jatuh cinta lagi malam ini. Jantung Wooyoung berdegup kencang seperti di saat waktu pertama kali mereka bertemu.

"Young-ah, ... aku benar-benar mencintaimu, kau juga tahu itu kan ? Kau percaya padaku juga kan ?"

Pemuda manis itu menganggukkan kepala. Mata Wooyoung tertutup rapat ketika San memberikan kecupan di atas dahinya, lalu perlahan turun dan mengecup pangkal hidung, berakhir di bibirnya.

"Should we stop now ? Tidak perlu dipaksa kalau kau merasa tidak nyaman. Percayalah, bagiku ini sudah lebih dari cukup," ujar San dengan lembut.

Alis mata Wooyoung terangkat, ia memberikan kerlingan nakal yang sudah lama tidak San lihat.

Darimana datangnya keberanian itu ?

San membola saat Wooyoung sengaja menggesek lututnya pada bagian bawah San yang terangsang sedari tadi. San pikir pemuda itu tidak akan bisa menyadarinya karena celana training longgar yang ia pakai, tapi lihatlah sekarang. Pemuda manis itu sudah mulai berani berbuat nakal dan memancing singa lapar. San harus mati-matian menahan diri.

"Kau yakin ini sudah cukup ?" goda Wooyoung.

San berdelik, "O–oke fine, ... tapi, maksudku, kau sadar apa yang baru kita lakukan ? Tidak mungkin kalau aku tidak bereaksi kan ? Jangan di pikirkan, aku bisa menyelesaikan ini sendiri nanti, serius."

"Want me to take care of it instead ?"

Pertanyaan barusan terdengar berbahaya.

Wooyoung tidak mengerti bagaimana hasrat San ketika mendengar itu. Mati-matian San menjaga dirinya supaya tidak melewati batas, lalu sekarang dengan sengaja pemuda manis itu menantangnya.

Meskipun San sangat menginginkannya sekalipun, ia tidak ingin menanggung resiko kalau menyakiti Wooyoung nantinya. San perlu berpikir puluhan hingga ratusan kali untuk mengambil keputusan.

Tapi sebelum San sempat berpikir, pemuda manis itu sudah hilang kendali dan menggodanya lagi.

"Young-ah ... ?!" erang San saat sentuhan lembut Wooyoung mengusap kejantanannya di balik kain.

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang