Ch.36 - Salah Paham

1.7K 122 18
                                        

Wooyoung masih mengingat ketika Kyungmin dan Ibunya menangis sembari mengucapkan kalimat terima kasih berulang-ulang kali padanya. Hati kecil Wooyoung tersentuh, namun sejujurnya ia merasa tidak begitu pantas mendapatkan apresiasi dari kalimat itu. Tidak seperti Wooyoung sudah melakukan sesuatu yang istimewa untuk mereka.

Andai saja mereka tahu kalau Wooyoung bahkan kabur, melarikan diri ketika ia pertama kali tahu tentang kejadian itu. Sampai dengan detik ini ia belum berani menceritakannya pada siapapun.

"Kau baik-baik saja ?" San yang sedari tadi masih setia menunggu berjalan mendekati Wooyoung. Pria itu menangkup pipi Wooyoung, menelisik wajah lelah kekasihnya dengan khawatir. "Semua masalah sudah selesai, tidak ada lagi yang perlu kau pikirkan, mereka akan baik-baik saja. Oke ?"

Pemuda itu hanya bisa mengangguk lemah sembari bergumam dengan nada pelan, "Ya, terima kasih."

Seharusnya San-lah yang mendapatkan kalimat apresiasi berupa kata 'Terima Kasih'. Wooyoung tidak tahu apa yang akan terjadi kalau tidak ada San disisinya. Pria itu menemani Wooyoung setiap saat tanpa sedetik pun meninggalkannya sendirian. Pria itu yang membantu Wooyoung mengurus semua permasalahan dikantor polisi, membantu mencari pengacara juga untuk membantu proses perkara, sampai membayar biaya perawatan rumah sakit untuk Ibu Kyungmin. Ya, San-lah orangnya.

Tidak ada satu kalimat keluhan pun yang keluar dari bibir San hingga sekarang, dan Wooyoung sangat teramat berterima kasih pada pria itu.

"Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan kalau kau tidak ada disana. Terima kasih banyak."

San tersenyum hangat pada pemuda itu. "Kau juga sudah melakukan yang terbaik, percaya padaku," balasnya meyakinkan. "Sekarang kau harus pulang untuk istirahat, mata pandamu semakin parah."

Ya, Wooyoung juga merasa kedua kelopak matanya semakin berat seiring dengan malam yang semakin larut. "Hmm, San-ah, apa aku boleh menginap di rumahmu lagi untuk malam ini ?" tanyanya ragu.

Tidak ada kata 'tidak' untuk Wooyoung di kamus Choi San. Pria itu mengacak-acak rambut halus sang kekasih sambil menahan rasa gemasnya.

"Tentu saja, sayang. Ayo."

Betapa sempitnya dunia, pikir Mingi sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Betapa sempitnya dunia, pikir Mingi sekarang.

Mingi tidak pernah mengira akan kembali bertemu dengan seorang Kim Hwiyoung—mantan kekasih Yunho—di saat seperti ini, ketika ia dan Yunho sedang makan malam romantis disebuah restoran Italy tengah kota. Jujur, Mingi bahkan sudah lupa bagaimana bentuk wajah Hwiyoung kalau pria itu tidak menyapanya lebih dulu—ah, tidak menyapa lebih tepatnya menyindir lebih dulu. Entah sebuah kebetulan yang sangat sangat kebetulan, bukan ?

Dari sekian banyak tempat, mengapa harus disini ?

Beruntung Yunho sendiri belum sempat melihat Hwiyoung atau kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah, kencan mereka berakhir sia-sia.

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang