Yunho keluar dari dalam ruangan itu lebih dulu meninggalkan San yang masih merenung didalam sana. Hal pertama yang Yunho dapati ketika ia baru saja menutup pintu adalah sosok Song Mingi.
Entah saja kapan pria itu ada disana, bersandar pada dinding dibelakang, menunggu Yunho dan San disaat Yeonjun sudah pergi, menghilang. Mata bengkak Yunho menjadi pemandangan yang Mingi sadari dari wajah pemuda itu. Rasa khawatir Mingi membuatnya mendekati pemuda itu tanpa sadar dengan hubungan renggang di antara keduanya.
"Apa yang terjadi ? Kenapa kau menangis ?" tanya Mingi. Telapaknya terangkat untuk membelai pipi Yunho dan menghapus jejak air matanya, namun pemuda itu malah memilih untuk menghindar.
Jujur, pada moment itu Mingi kembali kecewa.
"Aku baik-baik saja. Aku rasa lebih baik kau bicara dengan San saja, dia butuh seseorang sekarang."
Mingi tidak mengerti. Apa yang salah ? Kenapa Yunho tiba-tiba bersikap dingin seperti ini ?
Itu adalah satu pertanyaan yang berkali-kali Mingi tanyakan pada dirinya sendiri sejak hari dimana Yunho meninggalkannya begitu saja tanpa alasan.
Sejak malam dimana Ibu Yunho tidak sengaja mendapati mereka berdua, semua mulai berubah. Yunho menghindarinya, pulang begitu saja ke kampung halaman tanpa mengabarinya lebih dulu. Mingi harus tahu itu dari tetangga Yunho saat ia datang berkunjung ke apartemen kosongnya itu.
Yunho tidak kunjung mengangkat panggilan Mingi, juga mengabaikan puluhan pesan yang ia kirimkan pada pemuda itu. Padahal Mingi hanya bertanya alasan kepergian Yunho, bukan untuk melarang. Mingi hanya ingin tahu bagaimana kabar Yunho disana, apa yang terjadi pada Yunho dan Ibunya setelah malam kemarin. Hanya sebatas itu saja.
Mingi sudah berusaha untuk menghubungi Yunho berkali-kali, termasuk juga untuk memberitahu pemuda itu tentang keadaan Wooyoung. Namun baru hari ini Yunho memberikan balasan padanya.
Lantas, hubungan mereka sekarang apa ?
Tidak ada kata putus yang keluar dari bibir Yunho, tapi sikapnya berkata kalau keduanya sudah tidak memiliki hubungan apa-apa. Mingi tidak tahu, ia sangat frustasi dengan situasi ini. Berbagai macam masalah datang silih berganti. Disaat Mingi ingin menyusul Yunho ke Gwangju, diwaktu bersamaan ia juga harus menemani San disini. Disaat Yunho sudah ada didepan matanya sekarang, Mingi juga tidak bisa menggapainya dengan mudah karena pemuda itu terus mencoba menjaga jarak darinya.
Begitu cepat Yunho berubah disaat Mingi disini terus dipenuhi dengan berbagai tanda tanya.
"Apa tidak ada yang ingin kau katakan padaku ?"
Pemuda tinggi itu mengalihkan pandangan dari tatapan menuntut Mingi. "Tidak ada," jawabnya.
Mingi mendengus, tidak memprediksi jawaban ketus seperti itu akan keluar dari mulut pemuda itu. "Kau yakin ? Kau juga sadar kan bukan itu yang seharusnya kau katakan padaku sekarang."
"Aku serius, tidak ada yang ingin aku katakan padamu dan tidak ada yang perlu aku jelaskan."
Yunho hendak berjalan pergi, namun Mingi menahan pergelangan tangannya. Cengkraman yang halus, Mingi tidak akan menyakiti Yunho meskipun pemuda itu sudah melukai perasaannya.
"Kalau begitu biar aku yang bicara. Banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu, sebentar saja."
Percayalah Mingi sudah menahan ini dari tadi. Meskipun Mingi sangat ingin menerjang Yunho dengan pelukan, ia masih mencoba menahan diri karena situasi yang tidak memungkinkan. Mingi sudah begitu putus asa, ia hanya butuh sebuah penjelasan dari Yunho. Penjelasan tentang mau dibawa kemana hubungan mereka sebenarnya.
![Desire | WOOSAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/356043060-64-k87004.jpg)