Ch.48 - Glimpse Of Us

1.7K 100 20
                                        

"Sebenarnya kejutan apa yang ingin kau berikan sampai aku harus berjalan seperti ini, Choi San ?"

Wooyoung menggerutu, untuk yang kesekian kali. Kedua telapak besar San sedang menutupi bola mata Wooyoung, menuntunnya perlahan-lahan memasuki ruang makan yang sudah ia dekor istimewa khusus untuk malam ini. Butuh banyak tenaga agar bisa memaksa Wooyoung berpura-pura antusias dan penasaran, sedari tadi bibir manisnya itu mengoceh tanpa henti disaat San berusaha mengarahkan jalan untuknya. Padahal ini hal yang romantis, tapi memang pada dasar Wooyoung seorang tsundere, San jadi ragu apa pemuda itu akan menyukai surprise darinya ini.

"Katakan kalau kau tidak mengotori dapur ? Aku serius, aku tidak punya tenaga lagi untuk bersih-bersih, biarkan aku istirahat dengan tenang."

Pria itu memutar bola mata malas, kalau boleh ia ingin membungkam bibir sang kekasih dengan bibirnya sebentar saja agar pemuda itu berhenti mengomel. "Percayalah, ini tidak seperti yang kau bayangkan. Tunggu saja, tinggal sedikit lagi kau akan melihatnya. Aku yakin kau pasti suka."

"Aku harap kau tidak sedang bercanda."

Kurang lebih lima langkah, San menahan tubuh Wooyoung untuk berhenti ditempat. "Nah sudah, sekarang buka matamu pelan-pelan." Ia berbisik halus ditelinga kiri Wooyoung sembari melepas tangannya dari kedua bola mata pemuda itu.

Bias cahaya kekuningan menembus pandangan Wooyoung kala ia membuka kedua mata. Demi Tuhan, tidak ada kata lain lagi yang sanggup mendeskripsikan bagaimana perasaan Wooyoung saat ini selain kata—Wah. Wooyoung tidak tahu kapan San punya waktu untuk menyiapkan semuanya, tapi sungguh, ... ini sangat indah.

Lilin dan helaian kelopak bunga mawar berjajar disisi kiri dan kanan, membuat sejalur akses jalan yang tersusun dari ujung pintu hingga berakhir ditempat ia berdiri sekarang. Jangan lupakan 'love' besar yang tergambar lewat tatanan lilin dilantai. Meja makan yang biasanya gersang kini terisi dengan tiga pasang lilin besar dan juga satu bouquet mawar merah ditengahnya. Hidangan makanan berada pada kedua ujung sisi meja. Satu untuk San dan satu lagi untuk Wooyoung—harusnya. Lampu ruangan dibiarkan padam, meninggalkan cahaya kekuningan yang bersinar terang dari banyaknya lilin. Dan juga lantunan musik classic berputar beberapa saat setelahnya.

Ini sangat—romantis.

Wooyoung tidak tahu harus memberikan reaksi seperti apa, karena sungguh, ia sedang bingung. Wooyoung terlampau bahagia, sangat bahagia, hingga yang bisa ia lakukan hanya diam dan terpana. Sepanjang hidup Wooyoung, ia tidak pernah mendapatkan kejutan dari siapapun. Tidak pernah ada seseorang yang memberikan effort sebesar ini untuk membuatnya tersanjung.

Tidak pernah ada.

Jujur, candle light dinner adalah salah satu dari sekian banyak hal yang selalu ingin Wooyoung lakukan saat ia bisa bertemu dengan seseorang yang ia cintai suatu saat nanti. Wooyoung selalu mendambakan makan malam romantis seperti ini, hanya berdua saja bersama kekasihnya nanti. Wooyoung pernah berharap seseorang akan melakukan ini untuknya dulu, tapi sayang, itu tidak pernah terjadi. Namun malam ini, Choi San kembali berhasil mewujudkan satu impiannya.

Kata terima kasih rasanya masih tidak cukup untuk semua hal yang sudah pernah San lakukan untuk Wooyoung. Sungguh, eksistensi pria itu adalah hal teristimewa yang pernah Wooyoung dapatkan sepanjang hidupnya. Apa yang sudah Wooyoung lakukan sampai ia bisa dipertemukan dengan seseorang seperti San ? Pria itu sudah memberikan semua hal yang tidak pernah ia dapat sebelumnya. Cinta dan kasih sayang. Dua hal yang selalu Wooyoung dambakan dari dulu.

Ketika Wooyoung sudah merasa kalau ia tidak akan pantas untuk siapapun, San datang dan malah menawarkan kebahagiaan itu untuknya.

Mungkin Wooyoung pernah meragukan maksud San—dulu. Ia pernah berpikir kalau seseorang seperti San hanya mempermainkan perasaannya. Tapi bagaimana ? Sekarang pria itu justru benar-benar membuktikan semua ucapan yang pernah Wooyoung anggap hanya omong kosong dulu.

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang