Ch.54 - Glimpse Of Us (3)

1.2K 101 11
                                        

Angin dari laut yang berhembus menerpa wajah manis Wooyoung menggerakkan surai hitamnya yang mulai kepanjangan. Matahari hampir saja tenggelam diujung lautan, Wooyoung menikmati moment dimana ia akan menyaksikan sunset dengan kedua mata telanjangnya—bersama San.

Ya, pria itu ada disampingnya.

Pagi hari tadi, secara tiba-tiba San mengajak Wooyoung berkencan setelah seharian pemuda manis itu nampak suntuk dirumah. Akhir-akhir ini beberapa kejadian aneh yang datang silih berganti membuat San sedikit overprotective pada Wooyoung. Keduanya jadi lebih banyak menghabiskan waktu hanya dirumah, dan terkadang itu membuat San merasa bersalah.

Berhubung Wooyoung sangat suka pantai, jadi untuk hari ini San ingin membahagiakan pemuda itu dengan mengajaknya melihat matahari tenggelam sembari menikmati desiran ombak bersama. Terakhir kali mereka melewatkan kesempatan ini karena harus pulang lebih cepat.

Wooyoung sangat antusias, dan itu membuat San bahagia. Melihat bagaimana pemuda itu selalu tersenyum lebar saat bermain dipantai selalu menghangat hati San. Tapi lagi, terkadang San masih kesal dengan sifat keras kepala Wooyoung yang terus menolak untuk memakai pakaian tebal. Padahal angin laut sangat kencang. San sendiri saja sedang menggigil kedinginan, tapi Wooyoung justru terlihat seperti biasa-biasa saja.

San menyimpan sebelah telapak tangan kecil Wooyoung yang ia gandeng dibalik saku mantel. Mengusap punggung tangan pemuda itu dan memberikan kehangatan sembari menyisiri tepi pantai dengan langkah pelan—hanya berdua.

"Kau tidak lapar ?" tanya San mencoba mencuri perhatian kekasihnya dari pemandangan lautan.

Pemuda itu menggelengkan kepala. Netra bulat itu menoleh pada Choi San dengan ekspresi yang sangat menggemaskan. "Sayang sekali kita harus pulang setelah ini, iya kan ? Padahal sebenarnya aku masih ingin tinggal lebih lama lagi disini."

Sebelah jemari San yang bebas terangkat untuk memperbaiki helaian rambut yang menutupi wajah manis sang kekasih. "Jangan sedih, aku janji lain kali aku akan membawamu ke pantai yang lebih jauh dan lebih bagus dari ini. Kita juga bisa menginap satu malam kalau kau mau."

Pemuda itu hanya membalas dengan sebuah senyuman manis sebelum kembali memalingkan wajah untuk menikmati lautan dan langit yang perlahan berubah warna menjadi jingga gelap.

Wooyoung terdiam. Entah apa yang pemuda itu pikirkan saat ini, San ingin tahu. San harap ia bisa membaca isi pikiran Wooyoung agar ia tahu apa pemuda itu bahagia bersamanya sekarang. Sungguh, San sangat mencintai Wooyoung dan ia selalu ingin pemuda itu menikmati waktu kencan mereka bersama. Sama seperti dirinya sekarang.

"San-ah."

Bibir manis itu memanggil San dikala pria itu sedang mengagumi Wooyoung. "Hmm ?"

"Aku harap kau tidak terpaksa melakukan semua ini hanya karena kau ingin membahagiakanku."

Pria itu mengernyitkan dahi. "Maksudnya ? Tentu saja aku ingin membahagiakanmu, Young-ah."

"Bukan itu. Maksudku, kau tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk memberikan segalanya untukku. Kau tidak perlu memaksakan diri hanya untuk membuatku bahagia, karena percayalah, apapun yang kau lakukan, aku akan selalu mencintaimu. Meskipun kau tidak mengajakku kepantai hari ini, aku juga akan senang berada dirumah. Bagiku, selama kau ada disampingku seperti sekarang, itu sudah lebih dari cukup."

Wooyoung mengerti semua yang San lakukan ini semata-mata pria itu tidak ingin ia merasa sedih dengan apa yang terjadi. Wooyoung sangat mengerti kalau San peduli padanya. Namun terkadang, hanya terkadang, Wooyoung merasa bersalah. Ia merasa tidak pantas mendapatkan perlakuan dan kasih sayang sebesar ini dari San.

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang