Ch.07 - Rumah Istimewa

2.8K 194 16
                                        

"Ini memang bukan apartemen, tapi aku yakin kau pasti akan menyukainya. Yah, sedikit tidak terawat karena sudah lama, tapi nyaman untuk di tinggali."

San membawa Wooyoung menyusuri perkarangan rumah yang tidak terlalu luas. Bebatuan setapak di sepanjang jalan menuju pintu terlihat kotor. Kanan dan kiri terdapat banyak sekali tanaman kering. Ini seperti rumah angker lama yang ada di film horror.

Letaknya tidak berada di jalan raya, tapi juga tidak terlalu di dalam gang. Ada beberapa rumah dengan jarak berjauhan dan satu minimarket diujung jalan yang sempat mereka lewati. Masih bisa kalau harus di akses dengan mobil, meski yang ia lihat dari tadi di sekitarnya hanya sepeda dan motor. Mobil milik San satu-satunya yang terparkir di sepanjang jalan.

"Ini rumah siapa ?" tanya Wooyoung penasaran.

San menekan deretan angka pin di smarlock pintu, lalu menjawab, "Tentu saja rumahku. Kau kira aku sembarangan masuk ke rumah orang lain, begitu ?"

"Rumahmu ?"

"Tahan penasaranmu, sayang. Biar aku jelaskan di dalam." San memberi isyarat kepala yang meminta Wooyoung masuk. "Ayo ! Kau akan menyukainya."

Wooyoung dapat mencium bau khas rumah kosong yang sudah di tinggal lama. Pengap dan lembab. Ia bisa melihat debu-debu tipis berterbangan didepan matanya. Barang-barang masih tertutup kain putih dan pot bunga dekat jendela sudah tidak bernyawa.

Ruangan yang semula gelap seketika terang setelah San menyalakan lampu. Bohlam itu berkedip-kedip sesaat, sudah hampir mati, sebelum hidup kembali.

"Tsk, aneh. Padahal terakhir kali aku datang lampu tengah masih baik-baik saja," gerutu San sendirian.

"Tempat apa ini ?"

"Hmm, seperti yang kau lihat, ini rumah."

Kelereng Wooyoung berotasi malas. "Kau pikir aku buta ? Maksudku, rumah siapa ini ?" ulangnya lagi.

San tersenyum sekilas, ia membuka satu kain putih yang menutupi sofa. "Kau kira aku membawamu ke tempat aneh ? Ini rumahku. Tidak sepenuhnya bisa di bilang begitu, tapi intinya milikku. Jadi, katakan bagaimana kesan pertamamu ? Kau suka satu ini ?"

Tidak terlalu buruk.

Wooyoung tidak merasakan hawa-hawa aneh yang membuatnya tidak nyaman. Jauh dari kata mewah, tapi layak. Hanya satu lantai, lebar ke samping dan itu poin plus. Karena ia tidak perlu repot saat ingin membersihkan rumah. Sejauh ini, Wooyoung suka.

Tapi, untuk apa San punya rumah seperti ini ?

Tidak seperti pria itu akan tinggal disini.

Tungkai Wooyoung menyisiri ruangan, ia mencoba menelisik setiap sudut hati-hati. "Kenapa kau ingin menyewakan tempat ini ? Apa ada alasan khusus ?"

"Ya, seperti yang sudah kau lihat, rumah ini sangat tidak terurus. Aku tidak punya banyak waktu untuk membersihkannya sendirian. Daripada sia-sia, jadi lebih baik aku menyewakannya untukmu. Lagipula itu tidak ada ruginya juga, kan ? Aku mendapatkan uang, sekaligus juga orang yang akan membantuku merawat rumah ini ke depannya. Aku hanya belum menemukan penyewa yang tepat, sebelum dirimu."

"Penyewa yang tepat ?"

San mengangguk. "Hmm, bagaimana menjelaskan ini ? Intinya, rumah ini sedikit istimewa. Aku tidak ingin membiarkan orang sembarang keluar masuk. Jadi, aku menunggu, sampai aku menemukannya."

"Lalu, apa yang membuatmu berpikir aku tepat ?"

"Karena kau juga istimewa ... "

Barusan itu gombalan ?

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang