Ch.80 - Restu Tuan Jung

1K 69 12
                                        

Yunho baru saja selesai menata diri, menggunakan pakaian rapi yang tertutup persis seperti yang sang Ibu perintahkan padanya. Saat Yunho bercermin ia baru menyadari kalau jejak ruam merah di sekitar perpotongan tulang selangkanya tergambar dengan jelas kalau seseorang menajamkan penglihatannya.

Dan Yunho juga baru sadar kalau kemungkinan sang Ibu memang tidak sengaja melihatnya tadi.

Ah, ia jadi khawatir dengan kondisi Mingi saat ini.

"Apa yang Eomma katakan padanya ... ?"

Yunho berjalan keluar dari kamar, menutup pintu dengan hati-hati lalu menuju ke arah dapur untuk mengambil air putih, tapi disana ia justru bertemu dengan Tuan Jung. Lelaki tua itu sedang duduk di meja makan di temani secangkir kopi dan koran di tangannya. Yunho mematung tidak jauh dari sana.

Ketegangan kembali datang meliputi mereka, dan jujur, Yunho masih terlalu gugup meskipun hanya untuk sekedar menyapa Ayah kandungnya sendiri.

Padahal Yunho itu sangat dekat dengan sang Ayah. Mereka selalu terlihat seperti sobat akrab dan tidak jarang keduanya juga pergi memancing bersama.

Meskipun Yunho sudah tinggal jauh dari rumah, ia kadang masih menyempatkan diri untuk pulang.

Sang Ayah selalu menjadi orang pertama yang setia menyambut Yunho dengan hangat. Sang Ayah juga tidak ragu mengungkapkan rasa rindu lewat pesan maupun panggilan singkat. Tapi lihatlah sekarang, keadaannya berubah, mereka sudah terlihat asing dan bahkan tidak saling menyapa seperti dulu lagi.

Tuan Jung tidak mengangkat wajahnya dari koran, ia sibyk memusatkan perhatian pada bacaan berita seolah keberadaan Yunho tak kasat baginya. Kalau biasa mereka bisa sarapan bersama, kali ini Yunho ragu untuk sekedar duduk di satu meja yang sama.

Yunho tahu sang Ayah kecewa padanya, dan ia juga merasa bersalah, tapi sungguh dengan sikap dingin seperti ini juga tidak akan menyelesaikan masalah.

Yunho tidak tahu sampai kapan sang Ayah akan mendiamkannya seperti ini. Yunho juga frustasi.

Pemuda tinggi itu berdeham untuk menetralkan tenggorokannya yang kering. "Eomma, ... pergi ke pasar bersama Mingi. I–itu, ... perlu aku buatkan sesuatu sebelum Eomma pulang ? Mau sarapan ?"

"Tidak."

Singkat, padat, dan jelas.

Yunho sudah mencoba menjadi anak baik dengan memilih mengalah lebih dulu, tapi Ayahnya kekeh dengan pendiriannya. Yunho juga ingin mengerang putus asa sekarang, ia tidak sanggup menahan rasa canggung ini. Yunho tidak terbiasa untuk adu ego dengan kedua orangtuanya. Selama ini ia terbiasa lebih banyak mengalah dan menurut pada mereka.

"Apa Appa tidur dengan nyenyak semalam ?" tanya Yunho, ia kembali berusaha memecah keheningan.

Tuan Jung mendengus dengan sarkas, "Bagaimana mungkin aku bisa tertidur nyenyak setelah anakku melawan untuk yang pertama kalinya karena sibuk membela pria lain ? Ah aku lupa, ... kau tidak akan mengerti karena kau belum pernah punya anak."

Lagi, kalimat itu lagi.

Mengapa Yunho terkesan seperti anak yang sangat durhaka ? Padahal ini tidak seperti Yunho memaki atau sebagainya. Yunho hanya ingin bersama pria yang ia cintai, apakah itu perbuatan yang salah ?

Kadang Yunho berpikir, apa mungkin harusnya ia menyembunyikan hubungannya dengan Mingi saja sejak awal ? Dengan begitu maka Yunho tidak akan berada di situasi seperti ini. Ya, minusnya, ia harus hidup dengan di hantui perasaan khawatir, ia juga akan terus bersembunyi seperti seorang pengecut.

Seseorang tolong berikan Yunho solusi agar ia bisa meluluhkan hati Ayahnya. Setidaknya sedikit saja.

"Apa yang sudah kalian lakukan sampai kau tidak pulang ke rumah semalaman ?" tanya Tuan Jung tanpa mengalihkan pandangan dari koran. "Kalau pria itu benar-benar ingin mendapat perhatianku, harusnya dia mengantarmu pulang, bukan malah mengajakmu berkeliaran apalagi sampai tidur di hotel. Apa yang akan orang lain katakan kalau ada yang melihat kalian keluar dari hotel berdua ? Apa begitu cara 'kekasihmu' itu menghargai orangtua ? Hah, ... kata-kataku pasti sama sekali tidak berarti untuknya sampai dia berani sekali melakukan itu."

Desire | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang