Raka Sahasya, laki laki yang hidupnya tidak pernah bahagia bahkan tidak pernah merasakan kasih sayang yang tulus itu meninggal dunia usai menyelamatkan seorang siswa yang terjatuh di jalan raya.
Namun bukannya di berangkatkan ke surga, ia malah di...
Hhhhhhh... Cape banget lah hari ini. Tubuh kurus Razka sudah berbaring di kasurnya. Ia berlari terbirit birit dari bawah ke lantai atas menuju kamar nya. Ngeri soalnya, ngeliat Mahesa yang tiba tiba manis gitu.
Kalau di tv tv yang pernah Razka tonton sebelumnya, biasanya yang tiba tiba Berubah jadi baik gitu tuh nanti nya suka nusuk dari belakang. Kek, tiba tiba di bunuh lah, di buang lah, di kucilkan lah.
Razka kan gak mau ngulang kejadian hal yang serupa dengan apa yang pernah ia alami dulu. Ia hanya ingin hidup dengan baik di kehidupan baru nya kali ini. Menjadi seorang pribadi yang lebih baik...
Eh bentar. Pribadi yang lebih baik? Sekarang aja sikap nya udah kayak orang bego yang bikin sebel orang orang rumah. Tapi dia juga gak suka di manjain, dia juga gak suka di perlakukan seperti anak kecil.
Suruh siapa bikin kesel? Kan dia juga jadi bikin kesel orang. Emang sih, Razka mah suka gak mau kalah!
"Iiiihhh ngeri anjir! Om om itu pasti beneran kemasukan setan iprit! Ya Allah, aku berlindung kepada mu dari orang orang yang kemasukan setan Ya Allah..." Razka mengusap wajahnya setelah selesai berdoa.
Razka kembali bangkit untuk duduk. Ia terdiam cukup lama, hanya memandangi kaki nya yang lentik nan putih itu. Tidak lama ia kembali menepuk dadanya.
"Hhhhhhh... Kenapa sih sakit banget?"
Razka menarik laci kecil yang paling atas. Mengambil sebuah benda kecil yang pernah di berikan Nathan sebelumnya, inhaler.
Ia pernah memakai benda ini ketika sesak nafas. Razka mengocok nya terlebih dahulu lalu menyemprotkan nya sebanyak dua kali.
Razka sempat terdiam sesaat lalu kembali menyemprotkan inhaler nya.
Ia kemudian tersenyum bangga. "Berguna juga ni alat,"
"Razka, ayo makan nak."
Razka menatap ke pintu dengan tatapan datar. Setelah sempat membuatnya kesal, sekarang Mahesa memanggilnya untuk makan bersama. Bodo Amad lah, Razka mau diemin aja. Mau nguji seberapa sabar Mahesa menghadapi sikapnya.
"Razka, nak. Ayo turun, ayah sudah siapkan makan "
Dua kali.
"Razka, ayah manggil kamu buat makan."
Tiga kali.
"Razka pangeran Ganendra, ayah peringatin kamu buat turun ke bawah dan makan."
"IYA! INI MAU TURUN!
Aaaah sudahlah, Razka mengalah kalau bapaknya udah ngeluarin suara berat dan dingin begitu.
Tau nya pas turun kok malah bau gosong gitu ... Ia lalu melihat ke sekitaran nya. Matanya melebar kala melihat dapur nya sudah menyemburkan api.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Razka mundur. Dia tahu diri kalau paru paru nya akan marah kalau saja ia berani nekat masuk ke dapur. Razka menutup mulutnya dengan tangan kanan nya, sedikit khawatir pada Mahesa yang tengah bergulat dengan api disana.
"AYYAAAAAHHHH!!! NGAPAIN BAKAR DAPUR?! NANTI BUNDA MARAH!" Teriak Razka yang akhirnya terbatuk.
"Mundur Razka! Ayah bakal matiin api nya!" Sahut Mahesa juga.
Razka menggertak giginya, ia merasa sangat dongkol dengan tingkah bapak nya. Ia pun sedikit berlari dan membuka jendela, menghirup udara sebanyak banyak nya sebelum akhirnya dia meminta tolong pada pak Beno.
"Pak Beno!!! Ayah bakar dapur! Tolongiiiiiiiiiiiinnnnnnn!!!"
Ya Allah Ka, barbar nya minta ampun dah:v
Pak Beno masuk ke dapur dan mengambil alat untuk memadamkan api. Setelah mereda, Razka langsung menjatuhkan diri di atas sofa. Sungguh melelahkan, bapaknya terlalu banyak bergaya dengan berkata kalau ia akan memasakkan sesuatu untuk Razka.
Preeeeettt!!!
Bapaknya sok sok an doang!
Razka menarik nafasnya dan menghembuskan nya perlahan. Lumayan... Dia sempet ngehirup asap tadi. Jadi rada engap gitu, sampe Razka sendiri yang minta buat di pakein nasal kanul.
"Razka... Kamu gak papa kan, nak?" Tanya Mahesa yang buru buru menghampiri anaknya. Dia mendengar dari pak Beno kalau Razka sempat sesak nafas gara gara dirinya.
Razka membuka kedua matanya yang cukup berat karena mengantuk. Ia mendelik kepada bapaknya.
"Ayah ngapain tadi...? Bahaya, bisa bakar rumah tau..." Razka memulai Omelan nya yang sudah ia siapkan matang matang.
Mahesa menunduk. Razka kalau marah jadi mirip istrinya banget. Mahesa jadi ciut. Dia cuma berusaha yang terbaik untuk Razka, mencoba membujuknya agar ia mau memaafkan kesalahan Mahesa yang membuatnya sampai marah hingga saat ini.
"Ayah cuma pengen berusaha terlihat baik di mata kamu. Ayah mau minta maaf sama kamu Razka," Mahesa mulai membicarakan perihal maksudnya mendekati Razka lagi. Anak itu sudah sulit di sentuh sejak kejadian hari itu.
"Gak gitu juga cara nya Yah ... Kerjaan ayah tuh nyari duit, di kantor sambil duduk manis terima laporan. Bukan di dapur. Kalau rumah kebakar, kita semua mau bobo dimana?" Walaupun ngomel, Razka tetep gemesin kok. Dia malah memikirkan kemana mereka akan tinggal jika rumah hangus. Memang menggemaskan.
Mahesa mengangguk beberapa kali. " Iya, Ayah paham kok. Paham banget. Tadinya ayah mau selametin ayam nya, ternyata tetep gak bisa." Mahesa terkekeh sendiri.
Ia lalu memperhatikan wajah Razka dengan seksama. Walaupun dengan nasal kanul, nafasnya masih terdengar berat dan dada nya naik turun dengan cepat. Wajahnya pucat serta buliran keringat sudah membasahi pelipis nya.
Mahesa menarik Razka ke dalam pelukan nya. "Maafin Ayah Ka, Ayah emang gak bisa jadi ayah yang baik buat kamu. Ayah salah banget sama kamu sampe bikin kamu drop dan berakhir kecelakaan. Ayah kelepasan, waktu itu ayah gak sadar sampe nampar kamu. Ayah minta maaf yang sebesar besarnya KA, ayah janji. Hal seperti itu tidak akan terulang lagi..."
Razka terdiam di dalam pelukan ayahnya. Sialan, dia jadi ingin menangis. Raka, yang berada di dalam tubuh Razka tidak pernah merasakan pelukan hangat dari ayahnya. Ia juga tidak pernah mendengar kata maaf darinya. Memang nya sulit mengucapkan kata maaf?
Razka tersenyum tipis, ia membalas pelukan Mahesa dan mengangguk.
"Makasih Yah, makasih udah minta maaf sama aku."
T.B.C
Hei kleaan! Kangen Razka gak nih?! Nih aku kasih satu episode aja buat sekarang biar ngurangin kangen kalian buat Razka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.