Bagian 79

563 21 1
                                        

Bismillahirrahmanirrahim.

Update on : 22 Februari 2025

***

Welcome to my imagination.

Vote sebelum baca dan tinggalkan komentar.

Happy reading.

Bagian 79

^^^
Samar-samar Altaf mendengar suara yang mengganggu tidurnya, matanya mengerjap berusaha menyetarakan cahaya di sekelilingnya. Jam dinding masih menunjukkan pukul 03.47 WIB, namun Nara sudah tidak ada di sampingnya.

Dengan badan yang masih lemah ia berusaha bangkit dan mencari keberadaan istrinya. Ternyata Nara baru saja keluar dari kamar mandi.

"Mas sudah bangun? Mas kebangun karena Nara berisik ya? Maaf," Sesal Nara.

Altaf hanya terdiam menatap wajah istrinya sambil tersenyum.

"Mas, kok senyum-senyum?" Tanya Nara.

Altaf berjalan mendekati Nara, "Salah satu hal yang membuatku rindu, bawelmu." Altaf menoel hidung mungil Nara.

"Mas ihhh!" Kedua alis Nara menyatu.

"Nara sudah ambil wudhu, kenapa dipegang!!" Nara memukul ringan bahu suaminya.

Altaf tertawa karena baru menyadari jika dirinya membuat sang istri harus berwudhu kembali. Usai wudhu Nara melenggang pergi dengan raut wajah yang masih masam.

"Jangan salat dulu, tunggu mas!" Pinta Altaf sambil memasuki kamar mandi.

Meski masih kesal dengan suaminya, Nara tetap menunggu Altaf. Kini mereka baru saja menyelesaikan salat berjemaah.

Altaf mengerutkan keningnya, "Tuan putri masih kesal sama mas?" Memandangi wajah istrinya yang masih menunduk.

"Maafin mas ya, tapi beneran tadi mas tidak sengaja menyentuhmu saat kamu sudah memiliki wudhu. Maaf ya, kita baru saja membaik." Tutur Altaf sambil mengangkat dagu istrinya agar mau menatapnya.

"Ikut mas pulang ya? Kita pulang sama-sama ke rumah kita, kita bangun semua ini lagi dari awal. Bantu mas untuk jadi suami yang baik buat kamu," Pinta Altaf dengan sungguh-sungguh.

Altaf meraih kedua tangan istrinya untuk ia genggam, Nara masih diam tampaknya sedang menimbang-nimbang permintaan Altaf barusan. Tak lama Nara mengangguk samar dengan lengkungan sabit di bibirnya.
______

Altaf menarik koper milik Nara, sedangkan sang empunya sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah. Nara menilik setiap sudut rumah dengan nuansa yang tidak berubah semenjak ia tinggalkan, hanya saja sedikit tidak terurus karena mungkin suaminya terlalu sibuk.

"Welcome home, aku seneng banget akhirnya kamu mau pulang ke rumah ini lagi. Disini tidak terasa rumah tanpa adanya kamu, Ra." Tutur Altaf saat berdiri tepat di belakang Nara.

Nara membalikkan badannya.

"Jangan pernah tinggalin aku lagi ya, Ra. Aku mohon tetap di sampingku, tetap jadi tuan putri di rumah ini."

"Nara juga mohon tetap jadi Mas Altaf yang Nara kenal, bukan seperti kemarin yang membuat Nara sama sekali tidak bisa mengenalimu, Mas."

"Aku tidak mau berjanji, tapi aku akan berusaha untuk membuktikannya padamu. Sekali lagi terima kasih sudah mau memberikan kesempatan kedua untukku." Altaf mendekap tubuh mungil Nara.

Kinara dan Luka (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang