Bagian 80

202 8 0
                                        

Bismillahirrahmanirrahim.

Update on : 10 Juli 2025

***

Welcome to my imagination.

Vote sebelum baca dan tinggalkan komentar.

Happy reading.

Bagian 80

^^^
Hari ini tepat memasuki usia kandungan Nara yang ke tujuh bulan, perutnya semakin hari tampak semakin membesar.

Nara menarik napas kasar sambil mengusap peluh yang mengalir di keningnya. Ia baru saja menyelesaikan pekerjaan rumah, meski tadinya sudah dilarang oleh Altaf namun Nara tetap bersikeras untuk melakukan hal itu.

"Assalamu'alaikum,"

Terdengar suara perempuan yang sangat tidak asing di telinga Nara, ia bergegas membukakan pintu dan memastikan bahwa dugaannya tidak salah.

"Wa'alaikumussalam, umi?!!" Nara mencium punggung tangan ibu mertuanya.

Matanya menilik ke sekeliling, "Umi kesini sendiri?" Tanya Nara setelah tak menemukan keberadaan Husain.

"Tadi diantar abi, tapi abi langsung ada pertemuan sama orang. Jadi nggak mampir dulu," Jelas Hanum.

Nara mengangguk paham, "Masuk, Mi. Kenapa umi nggak bilang dulu kalau mau kesini, kan Nara bisa siapin makanan buat umi."

"Nggak usah repot-repot sayang, nanti biar umi aja yang masakin buat kamu." Hanum merangkul tubuh menantunya.

"Umi kangen sekali sama kamu, terima kasih ya nak sudah mau menerima Altaf kembali."

"Tidak perlu berterima kasih umi, sudah sepatutnya Nara melakukan ini." Senyum Nara.

"Umi memang nggak salah jadikan kamu menantu umi,"

Mereka berjalan menuju dapur, "Oiya, gimana kabar calon cucu umi?"

"Alhamdulillah sehat umi, kemarin juga habis kontrol."

"Kalau tidak salah usia kandunganmu memasuki tujuh bulan ya, nak?"

Pertanyaan Hanum dijawab dengan anggukan kepala oleh Nara.

"Kalau begitu kita adakan acara tasyakuran tujuh bulanan, biar kamu dan calon bayimu sehat. Nanti dilancarkan saat lahiran," Jelas Hanum.

"Kebetulan kemarin Nara sama Mas Altaf juga lagi bicarain soal ini, umi. Niatnya sih nanti malam mau obrolin ini sama abi, umi, mama dan juga papa. Tapi ternyata umi sudah kesini duluan,"

"Ya sudah kalau begitu sekalian aja undang mama sama papa kamu buat makan malam disini. Kita obrolin soal rencana ini nanti malam." Saran Hanum.

"Boleh juga itu, umi. Kalau begitu Nara hubungi mama dulu ya."

Sepeninggal Nara, Hanum sibuk berkutat di dapur rumah putra dan menantunya untuk mempersiapkan jamuan makan malam nanti. Untung saja semua bahan masakan sudah lengkap, jadi tidak perlu repot-repot ke pasar lagi untuk belanja.
_______

Hasil musyawarah terkait acara tujuh bulanan Nara resmi diadakan tiga hari lagi. Nara dan juga Altaf sudah mulai mempersiapkan mencari EO yang bisa mereka andalkan untuk mengatur acara.

"Selamat pagi, sayang." Sapa Altaf sambil mengecup singkat puncak kepala istrinya yang sedang sibuk scrolling ponselnya di sofa ruang keluarga.

"Lagi lihat apa sih? Kok kayaknya sibuk banget?" Altaf penasaran dan ikut mengintip layar ponsel milik istrinya.

Kinara dan Luka (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang