(Replay 2004) Love At The First Sight

781 62 6
                                        

Repost ulang

Replay 2004

Pov Tiffany

Ini sebenernya prekuel dari That Winter
Udh pernah diposting dulu, trus direpost disini karena banyak yang blm baca
.
.
Happy reading 👻👻👻😉
.
.
.

Sepuluh tahun berlalu. Aku kembali ke kota ini. Seoul. Sepertiku, tempat ini tidak banyak berubah.

Aku berhenti di sebuah pohon sakura yang mulai menggugurkan daunnya. Sudah masuk musim gugur. Sama seperti saat itu. Saat aku pertama kali bertemu dengannya. Cuaca yang cerah. Udara yang masih hangat. Aku tidak akan pernah melupakannya. Orang itu.

"Mom!" Seorang anak laki-laki berlari menghampiriku. Tadi aku sengaja membiarkannya di taman untuk sekedar bermain sebentar. Perjalanan jauh pasti membuatnya sangat lelah. Dia anak baik. Tidak pernah mengeluh meski aku membuatnya melewati hari-hari yang sulit.

"Ne?" Aku tersenyum sambil mengusap kepalanya. "Apa kau lelah?"

Ia tertawa lebar sambil meletakkan sesuatu di telapak tanganku. Semanggi berdaun empat. Ia kemudian menunjuk ke rerumputan. "Aku menemukannya disana."

Ini.. Aku mengambil semanggi berdaun empat itu dan mengangkatnya sejajar wajahku. Ini adalah benda yang sama. Benda pertama yang diberikan oleh orang itu padaku. Cinta pertamaku.

Seoul, Musim gugur 2004.

Meski sudah beberapa minggu disini, aku masih belum terbiasa dengan suasana dan sekolahnya. Aku yang banyak mengalami kesulitan saat berkomunikasi dengan orang lain menyebabkanku belum memiliki teman. Memang aku mengenal beberapa orang di kelasku. Tapi kami tidak dekat. Kami hanya berbicara sesekali. Aku tidak bisa bicara banyak.

Awalnya sebelum Dad membawa kami sekeluarga kembali ke Korea, aku pikir bahasa koreaku sudah cukup bagus. Ternyata tidak. Dibandingkan anak sekolah dasar pun aku lebih buruk. Itu membuatku banyak ketinggalan pelajaran. Aku tidak bisa menyamai anak-anak lainnya.

Saat itu jam istirahat. Seperti hari-hari biasanya, aku pergi ke perpustakaan untuk mengulang pelajaran yang tadi. Ini adalah salah satu cara agar aku tidak tampak terlalu bodoh dibandingkan teman-teman yang lain. Aku sengaja pergi ke perpustakaan karena ruang kelas akan terlalu ramai dan berisik. Aku tidak bisa berkonsentrasi dalam keadaan ribut.

Aku berhenti di bawah pohon sakura yang sedang menggugurkan bunga. Warna merah mudanya menarik perhatianku. Aku membiarkan satu kelopaknya jatuh di telapak tanganku. Sakura pasti lebih indah di musim semi. Sayang aku telah melewatkannya tahun ini.

"Apakah cantik?" Aku tersentak saat mendengar suara seseorang. Aku terlalu menikmati sakura hingga tidak menyadari seseorang yang mendekatiku.

Aku mengangkat kepalaku dan menemukan seorang gadis berdiri tepat di depanku. Sinar matahari yang menelusup melalui ranting-ranting sakura menerangi wajahnya. Membuatnya begitu bersinar di mataku. Ditambah guguran sakura yang menjadi latar belakangnya. Ia tersenyum padaku. Sangat manis. Pertanyaannya itu.. Aku hanya berani menjawabnya di dalam hati. Ya, cantik.

"Sebenarnya aku tahu yang lebih cantik lagi." Ia kembali tersenyum padaku. "Jauh lebih cantik dari sakura."

"Jauh lebih cantik dari sakura?" Ulangku.

That WinterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang