Kim Seok Jin, namja itu benar-benar... Ck, aku kehilangan kata-kata. Dia tidak menjawab teleponku lagi. Sejak jauh hari aku sudah mengatakan bahwa aku akan ke Seoul. Aku bahkan sudah mengirimkan jadwal keberangkatanku. Lalu dimana dia sekarang? Sejak aku tiba di bandara, sedikitpun aku tidak melihat batang hidungnya. Gara-gara dia, aku dan Tae Young harus terlantar seperti ini.
Aku melemparkan ponselku ke atas meja. Saat ini aku dan Tae Young berada di sebuah kafe di pusat Gangnam. Tempat dimana acara reuni diadakan. Ya, aku pada akhirnya memutuskan untuk datang. Berkat Seok Jin aku tidak bisa melakukan apapun hingga memiliki begitu banyak waktu luang. Karena itu juga aku datang tiga puluh menit lebih awal.
Tidak ada siapapun disini. Tidak teman-teman sekolahku dulu ataupun pengunjung lainnya. Sepertinya tempat ini sengaja dipesan untuk acara reuni. Mejanya juga sudah disusun di tengah ruangan untuk menampung banyak orang.
"Tae Young-ah, do you want to eat something?" Aku menyodorkan daftar menu pada Tae Young yang sengaja ditinggalkan oleh pelayan cafe beberapa saat yang lalu karena aku belum berencana memesan apapun.
Bocah itu mengambilnya kemudian membacanya sekilas. "May I? They're look expensive."
"Hearing that words from you make me feel really poor." Aku tertawa.
"I'm not hungry." Tae Young meletakkan kembali buku menu itu di atas meja dengan ekspresi tidak tertarik. "I already have my dinner. I'm full."
Yeah kami memang sudah makan malam sebelum kemari. Tapi.. Apa tidak apa-apa kami hanya duduk-duduk disini tanpa memesan apapun? Sebenarnya aku mulai merasakan tatapan sinis pekerja cafe dari balik meja tingginya. Rasanya tidak nyaman. Aku harus memesan sesuatu.
"How about ice cream?" Tanyaku lagi. Tae Young tidak pernah menolak es krim.
"Okay!" Tae Young setuju tanpa banyak berpikir lagi. Seperti yang sudah kuduga sebelumnya.
Sikap yang ia tunjukkan itu seolah aku memaksanya. Namun saat pesanannya datang, ia menyerbu dengan suka cita.
"Mom!" Ia mengangkat mangkuk es krimnya sambil menatap keluar dimana ada beberapa meja lain yang memang disediakan di bagian luar kafe. "May I eat outside?"
"Sure." Aku mengacak rambutnya. "But don't go anywhere else."
"Thanks, Mom!" Tae Young langsung berlari keluar setelah mendapatkan izin dariku. Aku hanya tersenyum memperhatikannya.
Saat itu aku melihat seorang gadis datang dengan sepeda motor tua. Suara sepeda motor yang berisik menarik perhatianku. Itu Yu Ri. Dia terlihat berbeda dibandingkan terakhir kali kami bertemu.
"Yu Ri-ah!" Aku melambai padanya.
Ia melihatku kemudian bergegas masuk. Ia memperhatikan tempat yang masih kosong itu kemudian duduk di sebelahku. "Yang lain belum datang? Apa kau sudah lama?"
"Sepertinya begitu." Aku sedikit takjub melihat penampilannya hari ini. Yu Ri tumbuh dewasa dan menjadi semakin cantik. Tidak seperti seseorang yang aku temui kemarin. Maksudku.. Dia cantik. Tentu saja ia semakin cantik. Hanya saja ia tidak tumbuh sama sekali. "Aku sengaja datang lebih cepat karena.. Yah.. Bisa dikatakan aku punya banyak waktu luang."
Yu Ri tertawa. "Aku juga. Aku juga punya banyak waktu luang."
"Bagaimana kabarmu?" Tanyaku. Saat itu seorang pelayan datang untuk mengambil pesanan kami. Kemudian Yu Ri memesan bir dan camilan sementara menunggu teman-teman yang lain datang.
"Luar biasa!" Jawab Yu Ri setelah pelayan itu pergi. "Tidak pernah merasa lebih baik dari ini."
Itu benar. Ia terlihat berseri-seri. Aku merasa ikut senang melihatnya bahagia seperti ini.
