Bersepeda

80 13 0
                                        

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma sholli'ala sayyidina muhammad wa'ala ali sayyidina muhammad.

Oh ya, sebelum kalian baca, aku mau ngucapin.

Selamat Hari Raya Idul Adha teman-teman dunia orange-ku. Mohon maaf lahir dan batin.

Happy reading😊

°°°

Malamnya, grup yang dibuat oleh Silva itu terlihat ramai. Hal itu membuat gadis yang saat ini sedang duduk berselonjor di atas ranjang itu mendengus pelan. Mereka pasti akan menambah chache. Baru saja ia masuk ke dalam grup tersebut, pesan beruntun itu membuatnya sedikit kebingungan. Ingin membalas salah satu pesan, namun di bawahnya malah semakin bertambah banyak.

Ia kesal ketika melihat Romi mengirimkan foto makanan tadi sore di grup tersebut, dengan teks tambahan, 'Makanan orang jawa ternyata enak juga' yang membuat teman-temannya yang lain mentag dirinya dengan tambahan, 'Bagi-bagi, dong'.

Di bawahnya lagi, Olan juga mengirim foto makanan, sama dengan makanan yang ia bawa pulang, namun ada beberapa makanan yang tidak ia tau, mungkin memang makanan khas kabupaten Klaten.

Ia pun mengetik, "Itu sudah dapat makanan dari Zul, 'kan?" Lalu mengirimnya.

Beberapa menit kemudian, topik mampu dialihkan oleh Indana. Gadis itu membahas tentang kegiatan yang akan mereka lakukan, karena jika hanya berbagi dan saling bercerita itu terasa biasa-biasa saja dan … kurang menyenangkan.

Tiba-tiba saja, ada pesan pribadi dari Dhani. Faricha tak langsung membuka membukanya, ia tidak ingin Dhani berfikiran bahwa pesan dari lelaki itu cukup diharapkan oleh gadis itu hanya karena Faricha membukanya lebih cepat.

Ia menunggu lima menit kemudian, baru membukanya. Pesan dari Dhani membuat dahinya berkerut.

Dhani=Abra
Gue marah ya😠

Gadis itu tidak membalasnya. Menurutnya, Dhani itu terlalu aneh, padahal ia tidak merasa berbuat apa-apa yang membuat lelaki itu marah. Faricha pun kembali menyimak di grupnya bersama kesembilan temannya. Namun, tiba-tiba ia teringat foto yang dikirimkan Romi tadi, jangan-jangan Dhani marah hanya karena tidak ia berikan oleh-oleh, pikirnya.

Lantas, ia pun mengetikkan sesuatu untuk membalas pesan lelaki itu.

Iya, besok aku bawain makanannya

Masih sisa kok.

Di lain tempat, Dhani menggerutu. Ia tidak habis pikir dengan diciptakannya perempuan seperti Faricha, makhluk langka yang entah mengapa membuatnya sering kali merasa berbunga-bunga.

Faricha itu perempuan, dan dunia tau itu. Namun anehnya, gadis itu terkesan unik, dia tidak peka jika hanya diberikan kode atau sandi-sandian seperti itu, mungkin karena ia tidak terlalu aktif pramuka, pikir Dhani.

Lelaki itu membaringkan tubuhnya. Tangannya mengangkat ponselnya 30cm di atas mata, jarinya mengetik dengan cepat, ia terlalu gemas dengan perilaku gadis itu.

Lo kenapa nggak milih gue?

Faricha mengerutkan dahinya bingung. Apanya yang memilih Dhani? Karena itu, gadis itu pun memilih mengabaikannya saja dan kembali menyimak grup chat tadi.

FarichaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang