Kamjagi-kamjagi

153 25 36
                                        

###

Sabar ye, satu-satu.. kalem dah jan ngegas mulu oke..

"Mana yang sakit?" Uncuk mengusap pelan pipi Nabila yang tadi di tampar oleh Dira. Nabila menatap pria di depannya dengan seksama. Dulu ia telah melepas Uncuk, dan sekarang rasanya ia ingin kembali ke pelukan pria ini.

"Danny, kamu suka sama Dira?"

"Enggak." Jelas dan padat. Nabila tersenyum, "Terus kenapa kamu terima dia?"

"Ya karena pengen. Udah, gue mau masuk ke kelas. Lo istirahat aja di sini." Nabila mengangguk, Uncuk lalu pergi keluar dari uks dan menuju kelasnya.

Saat diperjalanan menuju kelas, Uncuk tak sengaja melihat Dira yang masuk ke ruang dance. Uncuk yang awalnya masa bodoh berubah ingin tau karena samar-samar ia mendengar suara musik dari dalam sana.

Uncuk melihat dari celah pintu, dilihatnya Dira yang menari dengan erotis. Wajah merah padam serta keringat yang mengalir di setiap inci tubuh Dira membuat Uncuk merasa ada yang berdesir di dadanya.
Tanpa sadar Uncuk melangkah masuk, tatapannya tak lepas dari Dira yang masih tak sadar dengan kehadiran pria itu. Uncuk duduk di kursi yang berada di belakang Dira. Mengamati setiap gerakan dari gadis yang berstatus sebagai kekasihnya itu.

Lagu Attention milik Charlie Puth terus mengalun, emosi Dira semakin bertambah saat lagu itu sampai klimaks. "Arghh sialan..!!" Suara Dira terdengar keras di ruangan dance yang memang tertutup. Ia terduduk lemas di lantai, mengingat kejadian tadi. Uncuk benar-benar tak ada rasa padanya, kini ia hanya memakai kaos polos karena seragamnya kotor oleh cairan jus.

"Nih." Dira mendongak, melihat Uncuk yang menyerahkan seragam untuknya. "Cepetan ambil."

"Gak perlu." Dira beranjak dari duduknya, nafasnya masih terengah-engah karena tariannya tadi.

"Lo mau tubuh lo jadi santapan cowok hidung belang?" Yah Dira lupa jika kaosnya ini ketat, body tubuhnya sangat tercetak jelas. Dengan kasar ia menarik seragam milik Uncuk lalu segera memakainya. Hm cukup besar untuk Dira.

Dengan senyum tertahan, Dira segera keluar dari ruangan syalan ini setelah mematikan musik, diikuti Uncuk dibelakangnya.

Dira ingat akan sesuatu, ia lalu berbalik, "Nanti gue pulang bareng."

"Gue gak bisa, mau anterin Nabila."

"Terus gue gimana?"

"Ini." Uncuk mengambil tangan Dira dan meletakkan uang lembaran berwarna merah muda di telapak tangan gadis itu.

"Buat ongkos taksi." Dira melongo, apa-apaan ini? Ongkos taksi?

Dengan kasar Dira melempar uang itu tepat mengenai wajah Uncuk. "Lo pikir uang bisa beli segalanya hah..? Gue masih sanggup kalau bayar ongkos taksi, jangankan ongkos taksi, buat beli rumah lo yang segede istana pun gue sanggup." Dira lalu melangkah pergi meninggalkan Uncuk yang menatap punggung Dira sendu.

***

Jika ditanya apa masih cinta sama Cio yang udah putusin dia bh beberapa puluh jam yang lalu, tentu jawabannya Key masih cinta. Gila aja lima tahun pacaran, main putus-putus aja. Nyesek nih.

High School WaijiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang