REAL BOSS [6]

701 95 53
                                        

Hawa sejuk pagi menjelang siang pun menyapa. Memberitahu Yoona hal baru tentang Oh Sehun. Hobi mendaki yang menyenangkan walau nyatanya sungguh melelahkan.

"Aku pernah dengar motivasi para pendaki, lelah akan terbayar setelah tiba di puncak."

"Kita bisa istirahat jika kau lelah."

"Ah tidak...aku mau cepat-cepat sampai."

Sehun lantas menahan lengan gadis itu, "Kali ini jangan melakukan semaumu."

"Tuan Oh...aku masih kuat."

"Kalau begitu kita pulang."

"Hei mana bisa begitu! Kau lihat kita sudah mencapai setengah jalan."

Tanpa aba-aba Sehun merendahkan tubuhnya di hadapan Yoona. Gila. Naik sendirian saja rasanya sangat beban, apalagi dengan seseorang di gendongannya.

"B-baiklah kita istirahat dulu." Jujur saja sebenarnya Yoona merasa mau pingsan kelelahan. Kakinya mulai gemetar saat menanjak. Namun ia tak ingin merepotkan Sehun, padahal Yoona yang mengajak naik gunung.

Bersama Yoona meluruskan kaki jenjangnya, Sehun mengulurkan botol air minum. Sementara air masih di dalam mulut yang menggembung, Sehun mengusap titik keringat di dahi Yoona. Hal ini membuat Yoona membeku sejenak. Bahkan ketika Sehun membenarkan poni tipisnya.

Begitu tatapan Sehun beralih dari rambutnya, dia memperlihatkan senyuman manis pada Yoona yang masih terpaku. Yoona meremat jemarinya. Pria ini, berhasil membuatnya berdebar lagi.

Yoona hanya menatap tangannya yang tersembunyi dalam genggaman Sehun. Ketika beberapa orang turun tidak melihat Yoona di depannya, Sehun refleks menarik bahu gadis itu.

10 menit kemudian mereka berdua akhirnya tiba. Yoona berlari seraya merentangkan kedua lengannya. Senyumnya kian melebar. Walau tak begitu tinggi tetapi pemandangan dari sini begitu menakjubkan.

"Terimakasih," Yoona mendongak memperlihatkan senyumannya pada Sehun di sebelahnya.

"Untuk apa?"

"Hm? Tentu saja sudah mau kuajak kemari. Ngomong ngomong ini pengalaman pertamaku."

"Mudah ditebak. Kau bahkan tidak pandai berjalan di atas sepatumu."

Yoona mendengus, "Aku tidak memintamu menggandeng tanganku. Sudah kubilang aku bisa berjalan sendiri, kalau tidak sabar kau bisa jalan duluan tanpa menungguku. Lagipula jika terpaksa kenapa kau tetap melakukannya?"

"Karena aku ingin."

Yoona berkedip, "Ke-napa? Orang-orang akan salah paham dengan kita."

"Memang menurutmu apa yang ada di pikiran mereka?"

Yoona sejenak tertegun, "Aku tidak tahu. Ah disana! Menakjubkan!" gadis itu berlari lagi sambil mengeluarkan ponselnya. "Bisa anda memfotoku disini?"

Tidak ada penolakan, Sehun langsung menurutinya. Tingkah konyol Yoona yang nampak bingung menentukan pose berfoto membuatnya tertawa lirih.

"Ah begini saja, tapi pasti aneh. Begini saja."

"Kita bisa bermalam disini kalau kau terus begitu."

"Ah maaf! Oke siap!"

Sehun tersenyum lebar. Menggemaskan.

"Sekarang giliranmu Tuan Oh. Aku akan mengambil fotomu."

"Aku tidak suka difoto."

"Kalau begitu kau harus mulai menyukainya." Tatapan Sehun menyorotnya, menyiratkan penolakan, "Anggap ini paksaan."

SHORT STORIES || YoonHunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang